
Beberapa jam kemudian Keisya terbangun dari tidur nya, ketika ia membuka mata nya tiba-tiba saja ia merasa kan pusing dan lemas. Keisya masih terdiam di atas tempat tidur dan tak lama kemudian ia memutuskan untuk membuat teh manis dan mengambil salah satu obat yang ia simpan di atas meja yang ada di kamar nya. Sebelum mengambil obat, Keisya melangkah kan kaki nya ke arah dapur tapi baru beberapa langkah Keisya keluar dari kamar nya tiba-tiba saja ia merasa pandangan nya menjadi kabur, selain itu tubuh nya juga terasa semakin lemas dan setelah itu Keisya langsung tak sadarkan diri. Tubuh Keisya tergeletak tak jauh dari pintu kamar.
Jam dua belas lewat Nathan tiba di Bandung, Nathan memarkirkan mobil nya di bawah sebuah pohon besar yang berada tak jauh dari kontrakan Keisya, sebelum turun dari mobil nya Nathan mengambil tas dan sebotol kopi yang tadi sempat ia beli sebelum tiba di kontrakan Keisya. Nathan mengambil ponsel nya dan kembali menghubungi Keisya tapi sayang lagi-lagi ia mendapat jawaban yang sama. Operator memberi tahu bahwa nomor Keisya sedang tidak aktif
Nathan keluar dari mobil nya dengan rasa khawatir yang tinggi, lagi-lagi perasaan nya jadi semakin tak karuan kala melihat hanya kontrakan Keisya yang lampu nya padam. Kini Nathan sudah ada di depan pintu kontrakan Keisya, Nathan berkali-kali mengucapkan salam sambil mengetuk pintu tapi sayang tidak ada jawaban.
“Apa Keisya ga ada di sini ya” tebak Nathan “yaudah lah gue balik ke mobil aja, nanti pagi baru gue balik lagi ke sini “ Nathan mengambil keputusan, sebelum Nathan meninggalkan kontrakan Keisya tak sengaja tangan nya menekan gagang pintu sehingga membuat pintu itu terbuka “loh pintu nya ga di kunci” Nathan kaget “Kei” akhirnya Nathan memutuskan untuk masuk.
“ya ampun Kei kamu ceroboh banget, udah pintu ga di kunci lampu depan di matiin tapi lampu “
Belum sempat Nathan melanjutkan dumelan nya mata nya tiba-tiba terarah pada sosok wanita yang tergeletak di lantai, ia yakin wanita itu adalah Keisya
“ya Allah, Keisya” Nathan tak bisa menahan rasa terkejut nya
Tanpa menunggu lama, Nathan segera mengangkat tubuh Keisya dan membawa nya ke dalam kamar lalu meletakkan tubuh Keisya di atas tempat tidur. Nathan semakin terkejut ketika ia menyentuh dahi Keisya yang lumayan panas. Setelah itu Nathan berjalan ke arah lemari Keisya dan mencari sapu tangan atau semacam nya yang bisa ia gunakan untuk mengompres Keisya.
__ADS_1
“ini aja deh “ Nathan mengambil sebuah handuk kecil yang biasa di pakai untuk jogging, setelah itu Nathan segera menuju dapur dan mengambil air hangat untuk mengompres dahi Keisya “untuk sementara kompres aja dulu deh, kalo sampe besok panas nya belum turun juga baru gue bawa ke dokter” ucap Nathan sambil menaruh handuk berbalut air hangat ke dahi Keisya.
Nathan mengambil selimut yang ada di atas kasur bagian pojok lalu menyelimuti tubuh Keisya dengan selimut tersebut, setelah beres menyelimuti Keisya mata nya tertuju pada sebuah benda berwarna hitam yang berada tak jauh dari badan Keisya dan saat itu juga Nathan langsung mengambil benda tersebut.
“jadi ponsel kamu mati, pantesan aja aku susah banget ngehubungin kamu “ Nathan mencari charger ponsel Keisya, setelah ketemu ia langsung mengisi daya ponsel Keisya “tapi aku bersyukur, kalo ponsel kamu ga mati aku pasti ga akan kesini dan ga akan tau keadaan kamu “
Nathan mengambil kursi yang ada di depan kamar Keisya setelah itu kursi tersebut ia letakan di sebelah tempat tidur Keisya dan ia memutuskan untuk duduk di sana sambil mengompres Keisya, sesekali ia kembali ke dapur untuk mengganti air kompresan agar tetap hangat.
Beberapa menit kemudian Keisya membuka mata nya, ia terbangun karena merasa ada sesuatu yang menindih dahi nya. Masih dengan posisi tidur, Keisya mengambil benda yang ada di atas dahi nya.
“udah bangun “ Nathan masuk dengan membawa semangkuk air hangat di tangan nya
“Nathan, kok kamu ada di sini “ Keisya semakin heran, Nathan hanya tersenyum lalu menyentuh dahi Keisya yang ternyata masih lumayan panas.
“Udah jangan banyak tanya, sekarang istirahat aja dulu “ Nathan menarik selimut Keisya
__ADS_1
“Tapi” Nathan melihat ke arah Keisya sambil mengangkat salah satu alis tebal nya “aku haus, aku mau ke dapur dulu mau ambil minum dulu “ izin Keisya, Keisya mencoba untuk bangun tapi seperti nya tak bisa badan nya masih terasa lemas.
“kamu tunggu di sini aja, biar aku yang ambil minum nya “ Keisya mengangguk dengan terpaksa “mau aku buatin teh manis anget” tawar Nathan, Keisya menggeleng pelan
“ga mau, aku mau air putih anget aja “
Nathan mengangguk lalu Nathan keluar dari kamar Keisya, tak lama kemudian Nathan kembali dengan membawa segelas air putih hangat.
“makasih “ Keisya menyerahkan gelas pada Nathan, Nathan menerima gelas yang berisi setengah gelas lagi
“Sama-sama, yaudah sekarang lebih baik kamu istirahat lagi ya. Kalo kamu butuh apa-apa bilang aja sama aku “ ucap Nathan yang langsung di balas dengan anggukan kepala dari Keisya
Keisya kembali melanjutkan tidur nya, Setelah memastikan Keisya sudah tidur Nathan kembali duduk di kursi yang tadi ia sediakan.
“cepet sembuh honey “ dengan lembut Nathan mengecup ujung kepala Keisya, setelah itu ia kembali mengganti kain kompresan yang ada di dahi Keisya.
__ADS_1