Keisya Dan Nathan

Keisya Dan Nathan
Andin Keppo


__ADS_3

Setelah kejadian kemarin siang, esok harinya Keisya masuk sekolah seperti biasa. Pagi itu, Keisya datang sebelum bel masuk berbunyi karena kemarin ia belum menuntaskan tugas negaranya (Piket kelas), ketika ia sedang menyapu lantai yang berada tak jauh dari pintu tiba-tiba saja Rahel datang. Sebelum masuk ke dalam kelas Rahel melihat ke arah Keisya, Rahel melihatnya dengan tatapan penuh kebencian. Keisya mencoba bersifat biasa saja seolah tak terjadi apapun antara Rahel dan Keisya.


“Loh Kei, kok lo masih piket juga sih” tegur Andin yang baru saja tiba “bukannya lo bilang mau piket kemaren ya” Keisya tersenyum


“Ga jadi, kemaren tiba-tiba aja gue ada urusan” Andin mengangguk mengerti


“Tumben banget lo, jam segini udah ada di kelas “


“ih sayang, jangan komen apa. Bagus dong brarti hari ini Keisya ada kemajuan “ Radit tersenyum mendengar komentar dari Andin “udah ah ayo masuk “ Andin menarik tangan Radit, tak lama setelah menyimpan tas Andin dan Radit keluar lagi dari kelas


“mau kemana lagi lo?” Keisya penasaran, Andin hanya tersenyum “ya ampun baru juga datang lo berdua udah pacaran lagi aja”


“mangkanya cepet punya pacar lo, biar faham” kata Radit


“terserah lo berdua aja lah “ Keisya menyimpan sapu ke belakang pintu, setelah itu ia duduk di tempat duduknya sambil menunggu bel masuk berbunyi ia memainkan salah satu game yang ada di ponselnya.


***


Satu bulan kemudian


“Kei lo lapar ga?” Keisya mengangguk “sebelum pulang makan dulu yuk “ ajak Andin


“boleh, mau makan apaan kira-kira?” Andin terlihat berfikir


“bakso yang ada di seberang taman kota yu”


“boleh, terus suami lo gimana?” Keisya menunjukkan ke arah Radit yang terlihat sedang fokus menyalin catatan yang ada di papan tulis


“Ajak aja”


“kalo gitu gue jadi obat nyamuk lagi dong “ Keisya pura-pura sebal


“Yaudah kalo gitu Radit ga usah di ajak tapi nanti lo anterin gue pulang ya”


“gue sih hayu aja tapi kalo lo pulang sama gue, nanti suami lo ngambek ga?”


“ga lah, lo tenang aja sih “


“yaudah “


Ketika pulang sekolah, sambil berjalan ke parkiran Andin menyampaikan keinginannya ke Radit


“boleh ya yank” pinta Andin


“iyaaaa, lagian hari ini aku juga mau main futsal “


“kapan?”


“jam tigaan, tadinya aku mau nganterin kamu pulang dulu tapi kalo kamu mau keluar sama Keisya ya ga apa-apa brarti”

__ADS_1


“main futsalnya sama siapa aja emang?”


“biasa”


“mereka pada bawa pasangan ga?” Andin tampak penasaran


“kalo pada bawa pasangan, aku pasti udah ajakin kamu “Andin mengangguk mengerti


“Woi udah siang nih, lo berdua mau kompromi sampe kapan? Izin buat makan aja lama banget urusannya” Keisya komentar


“Bentar dulu apa Kei, sabar “


“sabar-sabar cacing di perut gue udah pada demo nih”


“yaudah, berangkat sana yank. Hati-hati ya “


“kamu juga “


Andin dan Keisya naik ke atas motor yang perlahan mulai menjauh dari sekolah, beberapa menit kemudian motor Keisya berhenti di sebuah warung bakso. Setelah memarkirkan motornya, Keisya dan Andin masuk ke dalam warung bakso, setelah memesan makanan mereka duduk di tempat duduk yang kosong dan tak lama kemudian pesanan mereka pun datang


“eh gue boleh kepo dikit ga?” Keisya mengangguk “tapi jawab jujur ya” Keisya heran “iya ga?”


“iyalah, ada apaan sih emang”


“sebenernya lo punya pacar ga sih?”


“yakin?” wajah Andin tampak tak percaya, Keisya mengangguk “kalo cowok yang lo suka?“


“ga ada “ ucap Keisya sambil menggeleng


“lo ga boong kan?”


“gue serius Andin, ngapain juga gue boong “ Keisya menuangkan sambal pada baksonya


“sebetulnya lo suka ga sih sama Nathan?” Keisya tak bisa menyembunyikan keterkejutannya


“aneh banget,ada angin apaan nih kok tiba-tiba lo nanyain masalah itu?”


“jawab aja sih “


“kalo gue ga mau jawab?“


“tadi lo kan udah janji sama gue, kalo lo bakalan jawab pertanyaan gue. Ayo dong Keisya please “


“emang kenapa sih? Kayaknya harus banget gue jawab pertanyaan ini”


“gue kan pengen tau “ Keisya diam “Kei” karena tak ada tanggapan dari sahabatnya akhirnya Andin membuka suaranya lagi, Keisya melirik ke arah Andin “lo masih anggap gue sebagai sahabat lo kan?” Keisya mengangguk “kalo lo masih anggap gue sebagai sahabat lo, please jawab pertanyaan gue tadi “ Keisya mengeluarkan nafasnya dengan kasar, Andin masih menunggu


“gue “

__ADS_1


“sebentar dulu, kayaknya ada yang nelpon “ Andin mengambil ponselnya dan tertera nama Diki disana, wajah Andin tampak heran “Diki, ngapain dia nelpon gue tumben banget “


“halo yank” sebuah suara yang begitu Andin kenal terdengar langsung menyapanya ketika ia mengangkat telpon itu


“Lo kamu yank”


“iya, aku pinjem ponselnya Diki Kamu dimana?”


“masih di tukang bakso, kok kamu telpon pake ponsel Diki sih. Ponsel kamu kemana emang?”


“kayaknya ponsel aku da di kamu deh, maaf dong tolong di cek”


“masa sih” Andin segera memeriksa tasnya “o iya yank ada di aku, kayaknya tadi aku lupa balikin deh, maaf ya” Andin tertawa kecil “yaudah kalo gitu brarti abis futsal nanti kamu langsung ke rumah aku ya buat ambil ponselnya “


“aku ga jadi futsal yank, sekarang aku lagi di rumah sakit “


“di rumah sakit yank, emang siapa yang sakit?” suara Andin terdengar penasaran


“Nathan”


“Nathan kenapa? Kok bisa sampe masuk rumah sakit “ Keisya langsung melihat ke arah Andin


“ tadi pas di perjalanan ke tempat futsal motor Nathan tiba-tiba di tabrak motor lain yang ada di belakangnya sampe motornya Nathan jatoh, kayaknya motor itu remnya blong deh. Untung aku sama yang lain berangkat bareng sama Nathan, Jadi pas abis kejadian kita langsung bawa Nathan ke rumah sakit terdekat “ Radit menjelaskan


“Nathan kenapa?”kali ini Keisya yang bertanya, wajahnya tampak begitu cemas


“tunggu bentar “ bisik Andin “terus Nathan dibawa ke rumah sakit mana?”


“RS Bunda, kenapa emang?”


“aku sama Keisya kesitu ya, please” Andin memohon


“Yaudah deh tapi kamu hati-hati ya, kalo ada apa-apa hubungi nomor Diki atau Yanuar aja“


“oke, telponnya aku tutup ya” setelah mendapat persetujuan Radit Andin menutup telponnya


“Nathan kenapa?” Keisya penasaran dan wajahnya masih terlihat begitu cemas, Andin menceritakan semuanya “kita kesana ya” pinta Keisya, Andin mengangguk


“tapi gue yang bawa motornya dan ga ada bantahan“ Andin sedikit memerintah


“yaudah deh, terserah “


“makanya udah beres belum?” Keisya mengangguk “yaudah siniin kunci motor lo, nih lo yang bayar gue yang siapin motornya “ Andin memberikan selembar uang pada Keisya


“Iya” setelah menerima uang dari Andin, Keisya menyerahkan kunci motor yang kebetulan ia simpan di saku bajunya. Andin berjalan ke luar, sedangkan Keisya berjalan ke kasir


“ mbak saya mau bayar” orang itu mengangguk “bakso dua sama es teh dua,jadi berapa mbak?”


“semuanya jadi empat puluh ribu mbak” Keisya menyerahkan dua lembar uang “makasih ya mbak” Keisya mengangguk, lalu berjalan ke arah Andin yang sudah menunggunya.

__ADS_1


__ADS_2