Keisya Dan Nathan

Keisya Dan Nathan
Soraya


__ADS_3

“Jadi lo itu cuma ngaku-ngaku sebagai cewek nya Nathan” ucap Andin sambil tertawa meledek


“Nathan itu masih cinta sama gue dan gue yakin kalo perasaan gue itu ga akan pernah bertepuk sebelah tangan” ucap Raya dengan PD nya, kali ini bukan hanya Andin, Radit dan Reno pun ikut tertawa


“kenapa lo bisa yakin kalau Nathan itu masih cinta sama lo?” kali ini Radit yang bertanya


“karena gue adalah cinta pertama nya Nathan, dan kalian juga harus tahu kalo cinta pertama itu sulit untuk di lupakan “


“terserah lo aja mau berargumen seperti apapun” Andin bangun dari duduk nya dan segera mengambil tas nya, ia berniat untuk meninggalkan tempat itu diikuti oleh Radit dan Reno “o iya perlu lo tau kalo Nathan itu udah punya cewek” Andin memberi informasi, wajah Raya tampak terkejut tapi beberapa detik kemudian Raya tersenyum licik


“gue ga akan pernah nyerah, untuk mendapatkan apa yang gue mau”


“oh gitu “ kata Andin “lo denger ya, kalo lo sampe berani ngerusak hubungan sahabat gue. Lo akan berurusan sama gue” lanjut Andin dengan nada mengancam


“sama gue juga “ Reno dan Radit menunjuk diri nya sendiri


“gue ga takut sama kalian “ teriak Raya, ketika Andin, Radit dan Reno pergi meninggalkan Raya. Serentak orang-orang yang berada di kantin langsung melihat ke arah Raya “apa lo liat-liatin gue” sentakan Raya pada beberapa orang yang berada di sekeliling nya


_jadi sekarang lo udah punya cewek than, tapi jangan panggil gue Soraya kalo gue ga bisa dapetin apa yang gue mau. Apapun yang terjadi lo harus jadi milik gue lagi_ batin Raya


Raya mengingat kembali kenangan nya saat bersama dengan Nathan dulu, di mata Raya Nathan adalah satu-satunya mantan yang paling baik dan pengertian. Semua nya terbukti dari sikap Nathan padanya dulu, selama menjalin hubungan dengan Nathan tak pernah sekalipun ia mendapatkan perlakuan atau omongan kasar dari Nathan.


Bahkan Nathan menyetujui syarat dari Raya, ketika Raya meminta hubungan mereka di lakukan secara sembunyi-sembunyi. Raya memberikan alasan bahwa orang tua Raya tak mengizinkan Raya untuk pacaran, padahal alasan yang sebenarnya adalah sebenarnya sebelum menjalin hubungan dengan Nathan Raya sudah menjalin hubungan dengan seorang laki-laki yang berbeda sekolah dengan Raya dan laki-laki tersebut sering datang ke rumah Raya, orang tua Raya pun tak pernah mempermasalahkan hubungan Raya dengan laki-laki tersebut.

__ADS_1


Awalnya tak ada sedikit pun penyesalan di dalam diri Raya, ia tetap merasa bahagia karena walaupun ia di putuskan oleh Nathan ia masih punya Nando yang menurut nya lebih segala-galanya dari Nathan. Setelah putus dengan Nathan,Nathan benar-benar menjauh dari hidup Raya dan Raya pun cuek saja, ia bersikap seolah-olah tak pernah terjadi apapun dengan mereka.


Tapi penyesalan memang slalu datang terlambat (karena kalo datang nya duluan bukan penyesalan namanya tapi pendaftaran) dan pribahasa sepandai-pandai nya tupai melompat pasti akan jatuh juga sangat cocok untuk seorang Soraya. Ketika ia memutuskan untuk menjadikan Nando sebagai pelabuhan terakhir nya karena kini ia sudah benar-benar cinta pada Nando, Raya malah mendapat kenyataan pahit dalam perjalanan cinta nya.


Kejadian nya terjadi beberapa minggu setelah angkatan Raya melaksanakan kegiatan ujian nasional, sore itu tiba-tiba saja Nando mengajak bertemu di salah satu taman yang berada tak jauh dari rumah Raya.


“apa putus yank” Nando mengangguk dengan mantap “tapi kenapa? Emang aku punya salah apa sama kamu?” Raya tampak begitu penasaran


“Kamu ga ada salah apa-apa sama aku”


“kalo aku emang ga punya salah apa-apa sama kamu, terus kenapa kamu pengen kamu sama aku putus? “Raya masih penasaran dengan keinginan yang baru saja di sampaikan oleh Nando


“Karena aku udah ga cinta sama kamu”


“iya aku udah ga cinta sama kamu”


“tapi kenapa? Padahal aku slalu lakuin apa aja yang kamu minta. Aku tuh bener-bener sayang sama kamu dan please jangan putusin aku “


“aku ga bisa, aku udah ga cinta sama kamu dan perlu kamu tau aku juga udah punya cewek lain yang tentu nya lebih segala-galanya dari kamu” Nando melepaskan tangan Raya “jadi jangan pernah ganggu aku lagi “ Nando meninggalkan Raya yang terlihat sedang menangis


Sambil menghapus air mata nya, Raya melihat ke arah Nando yang berjalan ke arah seorang perempuan yang sudah menunggu nya di atas sebuah kursi yang berada tak jauh dari tempat pertemuan Nando dan Raya.


Setelah kejadian itu Raya tampak begitu terpuruk, kini ia sadar bagaimana rasa nya ada di posisi laki-laki yang slalu ia duakan. Kejadian itu juga membuat Raya sadar bahwa tidak ada laki-laki sebaik dan se pengertian Nathan, tiba-tiba saja Raya merasa rindu pada semua yang ada pada diri Nathan.

__ADS_1


Raya berinisiatif untuk kembali mendekati Nathan tapi semuanya sia-sia, semakin Raya mencoba untuk mendekati Nathan Nathan malah semakin menjauh dari Raya. Raya sudah mencoba meminta bantuan pada teman-teman dekat Nathan tapi kenyataan nya masih sama seperti sebelum nya Nathan tak ingin memberikan nya kesempatan.


“kenapa sih kok kayaknya lo ngebet banget pengen jadian sama sahabat terbaik gue? “ Bian (salah satu sahabat baik Nathan) tampaknya begitu keppo


“karena gue suka sama sahabat terbaik lo” jawab Raya


“Tapi dia bilang kalo dia ga suka sama lo” Bian kembali mengulang informasi yang baru kemarin malam ia dapatkan (saat Nathan main ke rumah nya) Raya tampak sedih “setau gue bukan nya belakang ini lo sempet deket sama Nathan ya”


“iya” ucap Raya sambil mengangguk


“Terus kenapa, kok tiba-tiba kalian malah ngejauh”


“emang lo gak di kasih tau sama Nathan “


“kalau gue tau ngapain juga gue mesti nanya-nanya sama lo” Bian memberi tahu


“Iya juga ya” kata Raya


“kalo Nathan ga mau sama lo, lebih baik lo sama gue aja” Raya terlihat tertawa “walaupun gue akuin kalo gue ga seganteng Nathan, tapi cinta sama kesetiaan gue bisa di jamin “


“apaan sih lo” sambil tertawa Raya mendorong pelan bahu kiri Bian


“gue serius Raya” Bian meyakinkan

__ADS_1


Setelah itu Raya semakin merasa sedih, apalagi ketika mengetahui kenyataan bahwa kini ia dan Nathan melanjutkan ke sekolah yang berbeda. Sebetulnya ia juga sempat mengikuti tes masuk ke sekolah yang sama dengan Nathan tapi sayang nya ia tak lolos dalam tes masuk sekolah tersebut


__ADS_2