Keisya Dan Nathan

Keisya Dan Nathan
Keinginan Keisya II


__ADS_3

“saya butuh bantuan kamu” ucap ayah nya keisya dengan nada dingin


“maaf kalo boleh tau bantuan apa ya om?” tanya nathan, obrolan mereka berdua terhenti ketika seorang pelayan datang membawakan pesanan mereka.


“keisya” ayahnya keisya menyeruput lemon tea nya, nathan masih menunggu kelanjutan dari omongan ayahnya keisya “selain cantik dan terlalu mandiri, kamu tau kan anak saya itu begitu keras kepala” nathan mengangguk setuju“kemarin sore anak saya meminta sesuatu yang bikin saya bener-bener terkejut “ ucap ayahnya keisya


“maaf om kalo boleh tau, keisya minta apa ya?” tanya nathan


“selama kuliah di bandung, dia pengen ngekos"


“apa ngekos om?” nathan tak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya “serius om” nathan masih tak percaya, ayahnya keisya mengangguk


“saya udah coba rayu anak saya, bahkan saya juga bilang kalo saya berencana membelikan keisya rumah atau apartemen di sekitar kampus nya tapi keisya tetap keukeuh dengan keinginan nya “ ayahnya keisya menjelaskan, nathan diam “kamu mau kan bantu saya membujuk keisya supaya keisya ngebatalin keinginan nya tinggal di kontrakan? “ nathan langsung mengangguk, meskipun itu murni keinginan keisya tapi jujur nathan pun tidak setuju jika keisya harus tinggal di kosan.


Nathan sadar keisya adalah wanita yang berbeda dengan wanita lain, ia tak suka menunjukkan bahwa ia berasal dari keluarga berada. Semuanya terbukti dari gaya hidupnya sehari-hari, misalnya ia rela memakai motor sederhana untuk mengantarnya kemanapun (termasuk sekolah), lalu ia juga tidak suka berbelanja seperti kebanyakan wanita di luar sana, dan selama tiga tahun ia bersekolah di sma anak bangsa hanya orang-orang yang dekat dengan keisya (andin, radit, nathan dan kawan-kawan) yang tau bahwa keisya termasuk anak orang kaya.


“maaf om, kalo seandainya saya juga gagal ngebujuk keisya gimana?” tanya nathan “soalnya om juga faham gimana keukeuh nya keisya” nathan tiba-tiba teringat kejadian beberapa hari yang lalu saat keisya secara sepihak memutuskan untuk berpisah dengan nathan hanya karena nathan tak ingin menjalani hubungan jarak jauh dengan keisya, ayahnya keisya tampak berfikir


“yaudah mau gimana lagi, untuk sementara mungkin saya akan mengikuti apa mau nya keisya” balas ayahnya keisya


“iya om, saya akan berusaha untuk ngebujuk keisya”


“o iya, tolong jangan bilang ke keisya, kalo kamu ngelakuin ini karena di minta oleh saya”


“baik om”


“yasudah kalo gitu, saya pamit dulu “


“iya om, hati-hati “ nathan mengangguk, setelah itu nathan mengantar calon ayah mertua nya hingga ke depan pintu mobilnya, sebelum mobil ayahnya keisya pergi nathan sempat mencium tangan kanan calon ayah mertua nya tersebut.


***


“kamu mau makan apa?”tanya nathan ketika ia dan keisya baru saja turun dari motornya, malam itu keisya dan nathan berada di salah satu taman jajan yang ada di seberang perumahan rumah keisya

__ADS_1


“liat nanti aja deh “ nathan mengangguk, setelah itu ia menggenggam lembut tangan kanan keisya lalu berjalan memasuki taman tersebut. Sebelum mencari tempat duduk yang kosong, keisya dan nathan memesan makanan yang mereka inginkan.


“gimana persiapan kuliahnya?” nathan membuka obrolan


“persyaratan udah lengkap, tinggal di anter aja”


“rencana nganter persyaratan nya kapan?”


“pengennya sih secepatnya, kalo udah beres kan enak, nathan mengangguk


“mau aku anter ga?” nathan menawarkan diri


“nanti aku kabarin lagi ya” nathan tampak heran “ayah bilang kalo ada waktu ayah mau anter aku ke kampus, emang kamu mau kalo brangkat nya sama ayah juga “


“aku sih mau aja, tapi yang jadi masalahnya ayah kamu ngizinin ga kalo aku ikut “


“iya mangkanya tadi aku bilang nanti aku kabarin lagi “ nathan mengangguk mengerti


“kalo boleh tau, pas kuliah nanti kamu bolak balik atau mau tinggal di sana?”


“brarti nanti kamu cari apartemen disana?” nathan mulai memancing, belum sempat keisya menjawab seorang pelayan datang membawa pesanan mereka “makasih mbak” ucap nathan dan keisya bersamaan dan di balas anggukan sambil tersenyum oleh pelayan tersebut


“nggak” ucap keisya sambil menaruh sambal di atas soto ayam nya


“Apa mau beli rumah?” Keisya menggeleng “kalo ga beli rumah atau apartemen, terus kamu mau tinggal dimana? Emang kamu punya sodara disana?” Keisya menggeleng lagi


“sambil nyerahin berkas-berkas nanti aku mau sekalian cari kosan di sekitar kampus "


“kamu serius?“ Keisya mengangguk dengan wajah yang meyakinkan “honey kenapa kamu ga cari apartemen aja? Setau aku keamanan apartemen jauh lebih baik dari pada kontrakan “


Seperti yang sudah Nathan duga,akan terjadi perdebatan yang panjang ketika ia dan Keisya membahas masalah tempat tinggal Keisya saat kuliah nanti. Keisya dan Nathan sama-sama mengeluarkan argumennya demi mempertahankan tujuan mereka dan pada akhirnya Nathan menyerah saat emosi Keisya mulai tampak.


“Kamu udah bilang sama ayah kamu, kalau kamu mau tinggal di kosan?” Keisya mengangguk lagi “terus jawaban ayah kamu gimana?”

__ADS_1


“ngizinin dong “ Keisya tampak bahagia


“brarti nyari kosannya sekalian sama pembantunya juga dong “


“ya nggak lah, aku tuh pengen ngekos kaya mahasiswa-mahasiswa lain. aku juga pengen belajar hidup mandiri dan aku rasa salah satu jalannya adalah dengan begini “ Keisya menjelaskan, Nathan mengangguk mengerti.


“Kalo misalnya nanti kamu kesiangan gimana? Setau aku bukannya kamu tuh paling susah untuk bangun pagi ya honey “


“emang kamu ga sadar ya, kalo aku udah ada perubahan. Walaupun baru sedikit “ Nathan tersenyum, sebenarnya walaupun Keisya tak bicara Nathan pun merasakan perubahan itu. Beberapa bulan belakangan ini Keisya sudah jarang kesiangan.


“iya deh yang sekarang udah jarang bangun kesiangan. Yang pasti selain hati-hati, kamu juga harus bisa jaga diri dan jangan lupa slalu hubungi aku apapun yang terjadi “ pesan Nathan


“iyaaa bawel banget sih kamu “ Nathan tersenyum melihat Keisya yang sedang manyun


“kamu harus bisa bedain, ini tuh bukan bawel tapi salah satu tanda kalo aku perhatian sama kamu “ Nathan menarik hidung Keisya dengan gemas


“ iya iya udah apa jangan narik-narik terus, bisa-bisa nanti hidung aku jadi panjang kaya hidung Pinokio “ gerutu Keisya sambil mengelus hidungnya, Nathan hanya tersenyum ketika mendengar omongan kekasihnya tersebut “o iya aku hampir aja lupa, kemarin ayah bilang kalo ayah ga bisa anter aku ke kampus. Aku suru minta anter kamu”


“siappp tuan putri” Keisya tampak senyum-senyum sendiri


“makasih “ Keisya terlihat begitu bahagia


Setelah makan, mereka memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar taman. Selama berjalan Nathan tak sedetikpun melepaskan tangan Keisya, tak lama setelah itu mereka berdua duduk di salah satu kursi yang ada di bawah pohon besar. Keisya menyandarkan kepalanya di pundak Nathan.


“Nanti aku pasti akan kangen banget sama kamu” Ucap Nathan sambil menciumi tangan Keisya


“aku juga sama”


***


Setelah mengantarkan Keisha pulang Nathan segera pulang ke rumah nya, sebelum pulang ke rumahnya Nathan menyempatkan diri untuk menghubungi ayahnya Keisya dan memberitahukan hasil dari usaha nya yang mendapatkan hasil yang sama seperti yang ayahnya Keisya dapatkan.


Beberapa hari kemudian, Seperti yang sudah Keisha duga ayah nya pasti tidak akan sempat untuk mengantar nya mengurus urusan nya hari ini. Kemarin siang ayah nya memberi tahu bahwa besok pagi ia harus brangkat ke luar kota karena ada sedikit masalah. Keisha mengangguk mengerti, setelah itu ia segera menghubungi Nathan dan memberi tahu bahwa ia ingin Nathan mengantar nya menyelesaikan pekerjaan nya dan tanpa berfikir panjang Nathan langsung menyetujui keinginan kekasih tercinta nya itu dengan senang hati.

__ADS_1


Setelah yakin tidak ada berkas yang tertinggal, Keisya dan Nathan segera berangkat menuju kampus Keisya. Setelah urusan di kampus beres mereka segera mencari kontrakan yang sesuai dengan keinginan Keisya, lagi-lagi Nathan dibuat menggeleng karena kontrakan yang diminati Keisya termasuk kontrakan untuk kalangan menengah kebawah. Karena tak ingin mengulang kesalahan yang sama dengan terpaksa akhirnya Nathan menyetujui keinginan kekasihnya itu.


__ADS_2