
Nathan memarkirkan mobilnya di parkiran mobil yang ada di parkiran sekolahnya, sebelum masuk ke dalam kelas Nathan menyempatkan diri memasuki parkiran motor. Tujuan nya adalah untuk mencari keberadaan motor Keisya
“lah motornya kaga ada “ kata Nathan setelah mengecek satu persatu motor yang ada di parkiran tersebut “apa jangan-jangan satpam di rumah Keisya boong ya sama gue “ Nathan mulai berfikir jelek “kalo tu satpam boong sama gue, brarti hari ini Keisya ga sekolah dong “ ketika Nathan sedang asyik dengan dugaan-dugaannya tiba-tiba terdengar suara bel “gue masuk ke kelas aja dulu deh, kalo Keisya nanti ga ada di kelas baru nanti gue ke rumah Keisya “
Nathan melanjutkan perjalanan ke kelasnya dengan perasaan yang khawatir dan malas, jujur ia begitu khawatir karena dari kemarin sore ia belum mendapat kabar apapun dari Keisya. sesampainya di dalam kelas Nathan di kejutkan dengan sosok wanita yang dari kemarin begitu dikhawatirkan dan dirindukannya, wanita itu terlihat sedang tertawa dengan beberapa orang teman laki-laki dan perempuannya.
Baru beberapa langkah Nathan memasuki kelasnya tanpa di sengaja mata Nathan dan Keisya saling bertemu, Nathan memberikan senyuman semanis mungkin tapi bukan nya mendapatkan balasan yang ada Keisya malah langsung membuang muka dan terlihat makin asyik dengan teman-temannya.
Tak lama kemudian seorang guru masuk ke dalam kelas tersebut, guru tersebut adalah pak Hari yang menjabat sebagai wali kelas dua belas IPS enam. Kedatangan pak Hari ke kelas itu adalah untuk memberi tahu jadwal beserta tugas untuk ujian praktek dan membagikan kartu peserta untuk ujian praktek yang akan di laksanakan beberapa hari kedepan.
“Kalo ada tugas yang ga ngerti silahkan di tanyakan langsung ke guru mata pelajaran nya ya”
“iya pak” jawab seluruh penghuni kelas serempak
“ada yang mau di tanyakan? “ tanya pak Hari
“Ga ada pak” pa Hari mengangguk
“yaudah kalo ga ada, kalo gitu bapak permisi dulu, jangan lupa tugas-tugasnya di kerjakan ya”.
“iyaaa pak”
“assalamu’alaikum”
“Waalaikumsalam pak”
Setelah pak Hari keluar, Nathan langsung berjalan ke arah kursi Keisya. Sebelumnya ia memberi kode pada Andin untuk pindah, Andin mengerti setelah itu dengan senang hati ia segera berjalan ke arah Radit yang kebetulan sedang duduk sendiri
“honey “ sapa Nathan pelan sambil duduk di kursi yang tadi di tempati oleh Andin, Keisya diam saja “honey please maafin aku, jangan diemin aku terus. Aku kan“
__ADS_1
Belum sempat Nathan melanjutkan omongan nya, Keisya terlihat sibuk mencari sesuatu di dalam tas sekolahnya. Tak lama kemudian Keisya menemukan apa yang ia cari, dengan cepat Keisya segera menempelkan headset di kedua telinganya dan menyalakan musik hingga terdengar ke telinga Nathan. Selain itu Keisya juga mengeluarkan komik yang tadi malam sempat ia masukkan, ia melanjutkan kembali aktifitas membacanya tanpa sedikitpun menoleh ke arah Nathan yang terlihat makin prustasi dengan kelakuan kekasihnya tersebut.
“sabar-sabar “ batin Nathan sambil mengelus dadanya pelan
Sementara itu, Yanuar, Diki dan juga Aufar tampak heran dengan kelakuan sahabat dan kekasihnya tersebut
“kayaknya lagi ada perang dingin deh” celetuk Yanuar, Diki dan Aufar tertawa
“Lo liat deh, mukanya Nathan kusut banget” ketiga sahabat Nathan tertawa lagi
“Kira-kira ada apaan ya”
“au” Diki mengangkat kedua bahunya “setau gue kemaren Nathan sama Keisya masih adem ayem “
“iya, kayaknya tadi pagi juga Nathan datang sendiri”
“emang iya? “
“Kita liat aja gimana perkembangan selanjutnya, kalo masih gini-gini aja baru kita turun tangan “ Aufar dan Yanuar setuju dengan omongan Diki
***
“pulang yu” ajak Keisya ketika Andin kembali ke tempat duduknya
“kalo mau pulang ajak pacar lo sono, jangan ngajak gue” Balas Andin “hari ini gue sama Radit mau nyari bahan-bahan buat ujian praktek minggu depan “ Andin menjelaskan
“yaudah deh, kalo gitu gue balik duluan ya “ Andin mengangguk, setelah itu Keisya mengeluarkan kunci motor yang ada di dalam tas sekolahnya
“lo bawa motor sendiri? “ Keisya mengangguk “tumben banget “ Andin tampak heran “jangan bilang kalo lo sama Nathan lagi brantem “
__ADS_1
“so tau lo” Keisya berlalu meninggalkan Andin
“WOYY KEISYA” teriak Andin tapi Keisya tak menghiraukan teriakan sahabatnya itu, Andin melihat ke arah Nathan yang terlihat sedang tergesa-gesa merapikan peralatan sekolahnya setelah itu ia berlari keluar kelas
Nathan berlari mengejar Keisya, setelah dekat ia segera menarik tangan kiri Keisya sehingga Keisya menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Nathan
“lepasin “ ucap Keisya dengan nada ketus, tapi Nathan pura-pura tak mendengar ucapan Keisya “Nathan lepasin tangan gue “
“aku gak akan pernah lepasin tangan kamu, sebelum kamu dengerin semua penjelasan dari aku “ tangan kanan Nathan masih memegang salah satu tangan Keisya, sementara tangan kirinya segera mengambil kunci motor yang dipegang oleh Keisya
“Nathan balikin kunci motor nya “ pinta Keisya
Lagi-lagi Nathan pura-pura tak mendengarkan omongan Keisya, Nathan segera memasukkan kunci motor tersebut ke dalam saku celananya
“Ihhhh nyebelin banget sih” Keisya tak bisa menyembunyikan perasaan sebalnya
“ayo ikut aku” pinta Nathan
“Kemana?”
“udah ikut aja, ga usah banyak tanya”
“ga mau “ suara Keisya masih terdengar begitu sebal
“oh jadi kamu mau di paksa “ tanpa basa basi Nathan langsung mengangkat tubuh Keisya
“Nathan turunin, malu. Nanti di liatin orang lain “ tapi Nathan diam saja “yaudah gue ikut”
“siapa? “ Nathan begitu tak suka mendengar ucapan yang keluar dari bibir Keisya barusan
__ADS_1
“iya iya aku ikut sama kamu “ Keisya langsung mengerti “tapi turunin aku sekarang”
“gitu dong, itu baru namanya cewek yang baik “ucap Nathan sambil tersenyum manis, setelah itu masih dengan memegang tangan Keisya Nathan membawa Keisya ke arah parkiran mobil.