Keisya Dan Nathan

Keisya Dan Nathan
Ta’aruf


__ADS_3

“Lo lagi lo lagi” komentar salah satu kakak panitia bagian kedisiplinan yang Keisya ketahui bernama bang Aldo, seorang mahasiswa semester lima di fakultas yang sama dengan yang Keisya ambil (yakni Fakultas Teknik Sipil).


“Kenapa bang?”seorang wanita berambut panjang dengan pakaian yang tampak modis lengkap dengan jas almamater kampus berjalan mendekati bang Aldo, wanita tersebut adalah kak Nila mahasiswa semester tiga dari Fakultas Ekonomi.


“Nih anak baru, lagi-lagi bikin masalah “ bang Aldo menunjuk ke arah Keisya yang terlihat pasrah


Nila mendekat ke arah keisya lalu berkali-kali mengamati diri Keisya dari atas hingga ke bawah


“Kayak nya muka nya ga aneh deh bang’ komentar Nila.


“Ya iyalah, emang nya lo lupa anak baru yang satu ini kan tiap hari berurusan sama kita “ bang Aldo memberi tahu


“masa sih bang” Nilai menunjukkan wajah tak percaya, bang Aldo mengangguk


“hari pertama dia datang terlambat, hari ke dua dia ga bawa roti, hari ke tiga dia ga peke sepatu warna item dan datang terlambat lagi, terus kemaren dia bolos ke kantin pas lagi ada materi, dan sekarang seragam dia beda sama yang lain “ bang Aldo mengingat semua kesalahan yang Keisya lakukan dari hari pertama ta’aruf.

__ADS_1


Keisya tersenyum sendiri, pikiran nya tiba-tiba beralih pada kejadian yang Keisya alami selama beberapa hari belakangan ini. Hari pertama ta’aruf Keisya datang terlambat, Keisya datang terlambat bukan karena malam harinya Keisya bermain game online atau menghabiskan waktu nya dengan menelpon Nathan melainkan malam itu ia dan teman-teman tetangga kontrakan nya menghabiskan waktu nya dengan mempersiapkan barang-barang yang harus mereka bawa untuk kegiatan esok hari. Gara-gara bangun kesiangan, akhirnya Keisya datang terlambat dan mendapatkan hadiah dari kakak panitia bagian kedisiplinan. Hadiah nya adalah Keisya harus berlari mengelilingi lapangan sebanyak tiga putaran.


Hari kedua Keisya kembali berurusan dengan kakak panitia bagian kedisiplinan, karena Keisya tak membawa roti. Sebetulnya dari semalam Keisya sudah berusaha untuk mencari roti baik di warung atau pun mini market yang ada di sekitar kampus dan juga kontrakan nya, malang karena hari sudah malam jadi sebagian warung dan mini market sudah banyak yang tutup dan esok hari nya dengan lapang dada Keisya menerima ganjaran dari kekurangan nya (tidak membawa roti), kali ini bukan lari keliling lapangan sebanyak tiga putaran melainkan berjalan jongkok sambil mengelilingi lapangan sebanyak tiga putaran.


Hari selanjut nya lagi-lagi Keisya kembali di beri hadiah oleh kakak panitia bagian kedisiplinan dengan alasan Keisya tidak memakai sepatu warna hitam, padahal dari jaman sekolah dulu Keisya paling tidak suka memakai sepatu warna hitam (meskipun hitam adalah satu-satu nya warna favorit Keisya). Karena kelakuan nya, akhirnya Keisya di berikan hukuman lagi. Kali ini ia di bolehkan mengikuti acara dengan catatan Keisya tidak boleh mengenakan sepatu nya selama acara hari itu berlangsung, tanpa berfikir panjang Keisya pun menyetujui persyaratan tersebut.


Esok hari nya Keisya kembali berurusan dengan kak Aldo dan kawan-kawan nya di bagian kedisiplinan, hari itu Keisya ketahuan sedang menikmati nasi goreng di kantin kampus sementara teman-teman seangkatan nya masih ada di dalam aula mendengarkan dan menyimak materi yang diberikan oleh narasumber. Sebetul nya awal nya Keisya hanya izin untuk ke toilet, tapi setelah beres dari toilet tiba-tiba saja cacing-cacing yang ada di dalam perut nya mengadakan demo besar-besaran. Saat itu Keisya baru ingat bahwa dari tadi pagi perut nya belum di isi apapun, tanpa berfikir panjang Keisya segera berjalan menuju ke kantin yang kebetulan letaknya bersebelahan dengan aula.


Baru beberapa suap Keisya menikmati nasi goreng sosis nya, tiba-tiba saja sosok kak Aldo sudah berdiri di hadapan Keisya lengkap dengan mata melotot dan wajah yang menunjukkan bahwa kak Aldo sudah begitu marah. Keisya mencoba untuk tersenyum, ia sudah bisa menduga apa yang akan terjadi pada diri nya setelah ini dan dugaan nya pun tak meleset. Setelah acara hari itu berakhir mau tak mau Keisya harus menjalankan hukuman nya, hukuman kali ini adalah Keisya harus membersihkan sampah yang ada di aula. Sebelum melaksanakan tugas nya Keisya sempat melihat ke arah teman-teman seangkatan Keisya yang sebagian besar tampak begitu berbahagia karena acara hari itu sudah berakhir.


“Ngapain lo senyum-senyum aja dari tadi” bentak bang Aldo dengan jutek, suara bang Aldo kontan langsung menghentikan lamunan Keisya.


“siapa yang senyum-senyum bang?” balas Keisya


“ya lo lah, siapa lagi “suara bang Aldo masih terdengar begitu jutek di telinga Keisya

__ADS_1


“saya ga senyum-senyum bang “ Keisya menggeleng kan kepala nya dengan cepat


“jadi menurut lo, mata gue udah salah liat” tuduh bang Aldo dengan cepat


“ga bang, saya ga bilang kalo mata abang udah salah liat “ kata Keisya


“udah bang, tu bocah baru langsung kasih hadiah aja. Kalo di diemin terus yang ada malah bakalan ngelunjak “ salah satu panitia bagian kedisiplinan yang berada tak jauh dari bang Aldo memberikan sebuah masukan yang langsung membuat bang Aldo tersenyum licik.


“bener juga ide lo” bang Aldo setuju “yaudah kalo gitu lo semua fikirin kira-kira hadiah apa yang cocok buat ni anak baru” semua panitia yang ada di situ tak bisa menutupi wajah bahagia mereka, saat itu juga mereka langsung memikirkan hadiah apa yang cocok untuk Keisya saat ini.


“Sialan kalo kegiatan ini bukan salah satu syarat buat ikut sidang skripsi ,udah dari kemaren-kemaren gue tinggalin ni kegiatan. Mentang-mentang gue mahasiswa baru disini, mereka malah berlaku sesuka hati mereka. Gue tau acara ini mungkin di jadiin ajang balas dendam buat mereka, tapi kenapa juga gara-gara kesalahan kecil doang harus di gede-gede in”batin Keisya


Setelah itu terdengar beberapa masukan-masukan gila yang berkaitan dengan hadiah yang harus Keisya Terima dan akhirnya bang Aldo memutuskan untuk menghadiahi Keisya dengan cara Keisya harus menyatakan cinta pada salah satu panitia yang menurut Keisya tidak ada bagus-bagus nya dan yang lebih gila nya lagi Keisya juga harus menyatakan cinta nya di depan seluruh mahasiswa baru dan juga seluruh panitia. Semua orang yang ada di situ tertawa serentak terlebih ketika laki-laki itu dengan pede nya menolak Keisya dengan alasan Keisya tidak masuk ke dalam kategori nya yang merasa jadi laki-laki paling tampan di jagad raya.


“sabar, ini hari terakhir. Kalo lo nyerah lo harus ngulang tahun depan “ Keisya menghibur dirinya

__ADS_1


__ADS_2