
Setelah beres makan
“Nanti aku pinjem motor kamu ya honey”
“Kamu mau ke mana emang?” tanya Nathan dengan wajah penasaran
“Aku mau ke mini market yang ada di depan itu, aku mau beli perlengkapan mandi”
“yaudah nanti aku anter”
“ga apa-apa aku brangkat sendiri aja, lagian kamu kan cape. Apalagi nanti kamu harus balik lagi ke Jakarta “
“jangan banyak protes honey, aku ga suka “ Akhirnya Keisya pun mengalah “yaudah kita mau berangkat jam berapa ke mini market nya?”
Keisya melirik jam yang ada di ponselnya, ternyata sudah hampir jam setengah lima sore “kalo sekarang aja gimana?” ajak Keisya
“Oke, kita brangkat sekarang “
Di mini market, Nathan tampak berjalan di sebelah Keisya sambil mendorong troli sedangkan Keisya terlihat masih mencari-cari barang yang ia butuhkan
“kayaknya udah semua deh” ucap Keisya setelah mengecek barang-barang yang hendak ia bayar
“Kamu serius Cuma beli itu aja?” tanya Nathan setelah melihat barang apa saja yang dibeli oleh Keisya, Keisya mengangguk “ayo ikut aku”
Nathan menarik pelan tangan Keisya dan membawanya ke stand makanan, setelah itu ia memasukkan coklat, berbagai macam buah, dua buah roti sobek ukuran besar, dua bungkus sosis, beberapa botol minuman dan berbagai macam snack.
__ADS_1
“Ini buat siapa? Kok Banyak banget” Keisya heran
“Ya buat kamu lah, buat siapa lagi “
“Nathan yang bener aja, ini tuh terlalu banyak “ komentar Keisya
“tapi aku ga mau kalo kamu sampe kelaparan disini “
“ya ampun kamu ga usah sekhawatir itu apa, aku tuh udah gede. Lagian uang dari ayah aku juga masih ada, aku ga belanja banyak karena aku Cuma tinggal sendiri “
“tapi “ Nathan memotong omongan Keisya
“Nathan “ Keisya sedikit mengencangkan volume suaranya
“Ya udah lah terserah kamu aja” wajah Nathan tampak kecewa
***
Nathan membantu Keisya memasukan buah dan bebera botol minuman ke dalam lemari es, setelah itu ia menyimpan roti dan beberapa bungkus camilan ke atas meja mini yang ada di sebelah lemari es, sementara itu Keisha tampak merapihkan peralatan mandi di kamar mandi.
“Kamu mau pulang ke Jakarta jam berapa?’
“mungkin jam sembilanan”
“kamu serius “ Nathan mengangguk “Nathan itu tu terlalu malem, kalo kamu dari sini brangkat jam sembilan bisa jam dua malem kamu baru sampe Jakarta “ protes Keisya
__ADS_1
“tapi aku masih kangen sama kamu “ Nathan mengungkapkan isi hati nya “emang kamu udah ga kangen sama aku?”
“aku juga masih kangen sama kamu, tapi kamu juga harus mikirin diri kamu juga. Besok hari pertama kita masuk kuliah dan aku ga mau kamu sampe bolos atau kesiangan Cuma gara-gara hari ini kamu nganterin aku “
“aku janji, aku akan tetep brangkat ke kampus apapun yang terjadi “
“pokoknya setelah solat magrib kamu langsung brangkat ke Jakarta “ tanpa berdiskusi Keisha langsung mengambil keputusan secara sepihak
“Kamu ngusir aku honey “
“sayang aku ga ngusir kamu, aku ga mau egois. Kamu harus ngerti biar gimana pun badan kamu juga harus istirahat karena besok pagi kamu juga udah mulai ke kampus. Please kamu ngerti kan” Keisya mencoba memberikan pemahaman pada Nathan
“iya, aku brangkat abis solat magrib “ ucap Nathan dengan lesu, ia mencoba memahami maksud baik kekasihnya tersebut.
Setelah solat magrib, Nathan terlihat sedang bersiap-siap untuk pulang ke Jakarta.
“inget ya kalo ada apa-apa selain ngabarin ayah kamu juga harus langsung ngasih kabar ke aku” pesan Nathan sambil memakai jaketnya
“Iya, dan kamu juga harus begitu” Nathan mengangguk dengan cepat
“aku pasti bakal kangen banget sama kamu “ tanpa permisi Nathan langsung memeluk tubuh Keisya lalu menciumi ujung kepala Keisya
“aku juga “ Keisya membalas pelukan Nathan “kalo ga ada aku di sana, kamu jangan nakal ya “
Keisya menghapus air mata yang sudah mulai membasahi pipi nya, Nathan melepaskan pelukannya setelah itu tangan Nathan menyentuh kedua pipi Keisya lalu menyelipkan rambut Keisya pada kedua telinga Keisya.
__ADS_1
Pandangan mereka bertemu, perlahan Nathan mulai mendekatkan wajahnya ke arah wajah Keisya. Dengan penuh cinta ia mengecup bibir Keisya, Keisya terkejut dengan perlakuan Nathan padanya. Setelah itu Keisya dan Nathan sama-sama diam lumayan lama
“aku pulang sekarang ya” suara Nathan terdengar begitu gugup, Keisya mengangguk dengan pelan “kamu ga usah khawatir, aku ga akan nakal disana. Dan aku pun berharap kamu juga ngelakuin hal yang sama disini “ pinta Nathan, sambil tersenyum Keisya mengangguk lagi.