
Ponsel Keisya yang tergeletak di sebelah tubuhnya bergetar untuk yang kesekian kalinya, dengan terpaksa Keisya membuka matanya dan segera mengambil ponsel yang dari tadi tak henti-hentinya bergetar. Nama Andin tertera di layar ponsel itu
“Iya Ndin”
“ya ampun Keisya, lama banget sih lo ngangkat telpon nya”
“sorry, gue baru bangun “ Keisya menguap
“ya ampun Kei, gue kira sekarang lo udah berubah ternyata dugaan gue salah besar “
“ga usah banyak omong deh lo, ada apa?”
“lo masih aja nanya ada apa? Ini tuh udah jam berapa Keisya, emang lo ga mau sekolah “
“sekolah, sekarang hari apa emang?”
“sekarang hari senin dodol, masa iya lo lupa kalo hari ini hari pertama masuk sekolah”
“astagfirullah hal adzim “ teriak Keisya “gue lupa ndin, yaudah udah dulu ya gue mau siap-siap dulu. Daaaah” Keisya memutuskan sambungan secara sepihak
Keisya berlari ke dalam kamar mandi dan mandi dengan waktu yang sekingkat-singkatnya, setelah mandi ia melihat seragam, tas beserta sepatu sekolahnya ternyata sudah di siapkan bi Wati di depan lemari pakaiannya. Melihat seragam dan keperluan lainnya sudah siap, Keisya yakin sebelumnya BI Wati pasti sudah berusaha untuk membangunkannya. Dengan terburu-buru ia segera memakai seragam dan sepatunya, setelah itu Keisya segera berlari keluar kamarnya.
“biiiii” Teriak Keisya lumayan kencang, bi Wati terlihat berlari ke arah Keisya
“kunci motor Keisya dimana?”
“di motornya nenk, motornya juga udah di depan. Udah siap pake nenk”
“oke, makasih bi”
“Sama-sama nenk” BI Wati mengangguk “o iya ini diminum dulu susunya nenk” BI Wati menyerahkan segelas susu hangat pada Keisya, Keisya menerimanya dan langsung meminum susu tersebut
“aku brangkat ya bi,assalamu’alaikum” sebelum berlari ke arah motornya Keisya mencium tangan kanan bi Wati
“Waalaikumsalam hati-hati nenk” Keisya mengangguk
Sebelum mengendarai motornya Keisya melirik jam yang melingkar di tangannya, ternyata sudah jam tujuh lewat tiga puluh menit.
“hadeuh mati gue, hari ini gue pasti nerima ceramah gratis “
Keisya terus melajukan kendaraannya, hatinya lumayan terhibur karena hari ini jalanan tidak terlalu macet dan ia bisa lebih cepat datang ke sekolah.
__ADS_1
Sementara itu, Andin dan teman-teman lainnya terlihat masih berdiri di depan mading sekolah yang ada di sebelah Lab komputer. Mereka masih memeriksa nama masing-masing dan masuk ke kelas mana mereka tahun ini.
“Kita satu kelas yank” teriak Radit
“Serius?” Radit mengangguk lalu menunjuk ke arah sebuah kertas yang di bagian atasnya ada tulisan kelas dua belas IPS enam “kalo Keisya masuk kelas mana?”
“satu kelas juga sama kita” Andin tersenyum lagi “termasuk cowok alaynya dan juga genk rusuhnya“
“hahaha” Andin tak bisa menahan tawanya
“kita mau ke kelas sekarang apa mau nunggu Keisya aja dulu? “
Belum sempat Andin menjawab, Keisya sudah berada di depan mereka berdua
“cepet banget lo” komentar Andin “Jangan-jangan ga mandi lagi lo”
“sembarangan aja lo kalo ngomong “ suara Keisya terdengar sebal
“sehat Kei?” sapa Radit
“sehat dong, kalo lo gimana?”
“alhamdulillah “
“yaudah deh lo juga gue tanya kalo gitu, Andin lo sehat?”
“basi” ucap Andin kesal “udah ah ayo ke kelas “
“kelas, emang kita sekelas lagi gitu “
“iya dong, bahkan tahun ini gue sekelas sama bebeb gue “ ucap Andin bahagia
“Emang iya dit?” Radit mengangguk
“Hadeuhh” Keisya tak bisa membayangkan apa yang terjadi jika Andin dan Radit di takdirkan ada di kelas yang sama “kita masuk kelas berapa?”
“dua belas IPS enam, yaudah kita ke kelas sekarang yu” ajak Radit, Keisya dan Andin setuju “o iya yank kamu mau duduk sama siapa nanti?”tanya Radit di tengah perjalanan menuju ke kelas baru mereka
“kalo bisa sama kamu, aku mau duduk sama kamu “ balas Andin manja “tapi kalo harus duduk sama cewek, aku duduk sama Keisya aja. Iya kan Kei?”
“terserah lo aja lah “ kata Keisya
__ADS_1
Sesampai nya di kelas dua belas IPS enam
“Serius kelasnya yang ini?” Keisya penasaran
“iyalah, lo masih bisa baca kan? Noh” Andin menunjuk ke arah sebuah kertas yang tertempel di pintu kelas tersebut, kertas tersebut bertuliskan kelas dua belas IPS enam
“ya ampun, kenapa kelasnya harus bersebelahan sama ruang guru sih “ gerutu Keisya
“Yaudah lah mau gimana lagi, ayo masuk“
Radit masuk duluan, disusul oleh Andin dan Keisya, ternyata meja dan kursi yang ada di kelas tersebut sudah hampir penuh semua. Urutan tempat duduk sama seperti ketika mereka duduk di kelas sebelas dulu barisan pertama dan ke dua diisi oleh anak laki-laki dan barisan ke tiga dan ke empat diisi oleh anak perempuan. Keisya mengamati wajah-wajah teman sekelasnya, ternyata hampir sebagian besar Keisya mengenali teman-temannya
“woy masih ada tempat duduk yang kosong ga?” teriak Keisya
“Noh tiga kursi dari urutan belakang masih kosong “ ucap seorang perempuan dari barisan depan
“Oke terimakasih”
“Bang tempat duduk paling depan juga kosong noh “ kata Diki sambil menunjuk ke arah kursi yang ada di dekat pintu masuk
“Itu tempat duduk buat cowok oneng “
“lah emangnya lo cewek?” kali ini Yanuar yang berkicau, beberapa anak tertawa
“Terserah lo aja lah, yang penting lo bahagia” ucap Keisya sambil menaruh tasnya di atas meja yang ada di bagian pojok paling belakang, di susul dengan Andin “jadi pada akhirnya lo duduk sama gue juga?” Andin tersenyum
“lo liat dong, ga ada anak cewek yang duduk sama anak cowok”
“iya juga sih” pandangan Keisya beralih pada sesosok anak laki-laki yang baru saja tiba di kelas tersebut
“hadeuh kenapa gue harus sekelas sama Nathan lagi sih”
Tak lama setelah itu seorang guru laki-laki masuk ke dalam kelas itu
“Assalamu’alaikum”
“Waalaikumsalam”
“Selamat pagi semuanya”
“pagi pak” balas seluruh siswa-siswi serentak
__ADS_1
“sebelumnya perkenalkan nama bapak Hari, bapak adalah wali kelas kelas dua belas IPS enam. Di sekolah ini bapak mengajar mata pelajaran Sosiologi ada yang mau di tanyakan? Kalo ada silahkan“
Setelah itu terlihat beberapa orang mulai bertanya pada pak Hari, ada yang bertanya tentang keluarga, ulang tahun, hobi dan lain-lain. setelah sesi tanya jawab berakhir. Mereka mulai melakukan pemilihan ketua kelas, wakil ketua, sekertaris, bendahara dan juga seksi-seksi. Tahun ini Arya menjabat sebagai ketua kelas, Radit menjabat sebagai wakil ketua kelas, Santi menjabat sebagai sekretaris dan Nandi menjabat sebagai Bendahara