
“Yaya” ucap Nathan dalam hati
Beberapa orang teman lainnya terlihat langsung menuju ke dalam kelas dan kini yang tersisa di sana hanya tinggal Nathan, Andin dan juga Reno.
“Ya ampun Nathan, aku kangen banget tau sama kamu “ tanpa malu-malu wanita seusia Nathan, Andin dan Reno itu langsung memeluk Nathan dengan begitu erat, tanpa mempedulikan mata orang-orang yang ada di sekeliling nya. Wanita tersebut terlihat begitu cantik, penampilan nya tampak begitu modis
“ya,,” Nathan mencoba melepaskan diri dari pelukan wanita tersebut “lepasin ya” pinta Nathan
“kenapa emang Than? Aku kan kangen banget sama kamu tau” ucapan wanita tersebut terdengar begitu manja “o iya kelas kamu di sini juga “ wanita tersebut menunjukkan ke arah pintu yang ada di sebelah kanan, Nathan hanya menjawab dengan anggukan kepala “waahh kalo gitu brarti kita satu kelas dong “ Lagi-lagi wanita tersebut memeluk Nathan dengan sangat erat
Andin dan Reno masih melihat ke arah Nathan dan wanita yang di panggil Yaya itu, mereka berdua melihat dengan tatapan penuh tanda tanya.
“ehem” Andin berdehemlumayan kencang, wanita tersebut melihat ke arah Andin
“Ini siapa than?” wanita tersebut tampak penasaran
“ini Andin sama Reno” Nathan memberi tahu, wanita itu tersenyum dengan manis
“hay gue Soraya dan kalian bisa panggil gue Raya, gue pacar nya Nathan “ wanita tersebut memperkenalkan diri, bukan hanya Andin dan Reno Nathan pun tak bisa menyembunyikan rasa terkejut nya setelah mendengar penuturan yang baru saja di ucapkan Raya.
“PACAR “ ucap Andin dan Reno bersamaan, Raya mengangguk dengan begitu yakin
Ketika Nathan hendak membuka suara, tiba-tiba saja seorang laki-laki berusia empat puluh tahunan berjalan ke arah kelas yang ada di samping mereka.
“kalian mahasiswa di ruangan ini?” laki-laki tersebut memastikan
“iya Pak” Nathan, Reno, Raya dan Andin menjawab bersamaan
__ADS_1
“Ayo masuk, kelas nya akan di mulai”
“iya Pak”
Semua orang yang ada di depan ruangan langsung masuk ke dalam ruangan, Raya terlihat tak ingin menjauh dari Nathan terbukti dari sikap nya yang tidak ingin duduk berjauhan dari Nathan. Reno memutuskan untuk di sebelah duduk Nathan, ia berniat untuk memantau tingkah laku Nathan dan Raya. Sementara Andin terlihat nemisahkan diri dari Nathan dan Reno, ia memilih untuk bergabung dengan para mahasiswi.
“inget ya, lo berhutang penjelasan sama gue” ucap Andin sebelum meninggalkan Nathan
Selama jam pelajaran berlangsung berkali-kali Reno mencuri pandang pada Nathan dan Raya, meskipun ia begitu mencintai dan menginginkan Keisya menjadi kekasih nya tapi entah mengapa ia begitu tak suka melihat kedekatan Nathan dan Raya. Ia juga tak pernah rela jika Nathan sampai menghianati wanita yang sudah mengisi hati nya dari beberapa tahun belakangan ini.
Sama seperti sebelum nya, di jam istirahat pun Raya terlihat tak berniat sedikitpun untuk menjauhkan diri nya dari Nathan. Reno dan Andin juga tak mau kecolongan, mereka tetap mengikuti Nathan dengan cara duduk di kursi yang ada di depan Nathan dan Raya.
“Hay beb, maaf ya aku lama. Dosennya baru keluar” Radit yang baru saja datang langsung duduk di sebelah Andin, Andin hanya mengangguk sambil tersenyum “itu siapa? “ tanya Radit sambil melihat ke arah Raya, Andin menggeleng sambil mengangkat kedua bahunya berbarengan.
“hay gue Raya” Raya menjulurkan tangan kanan nya ke arah Radit
“Gue cewek nya Nathan” ucap Raya dengan riang, Radit melotot
“Ya, please jangan terus-terusan bilang ke orang-orang kalo lo itu cewek gue. Hubungan kita udah berakhir dari tiga tahun yang lalu “ Nathan akhir nya membuka suara
“tapi than, aku tuh masih bener-bener sayang banget sama kamu dan aku juga yakin perasaan kamu juga pasti masih sama kaya perasaan aku“
“lo harus sadar semua nya udah berakhir” tanpa menunggu lama, Nathan langsung meninggalkan Raya dan teman-teman nya yang masih kompak memandang ke arah Raya.
***
Nathan duduk di sebuah kursi yang ada di bawah salah satu pohon yang ada di belakang Fakultas Ekonomi. Nathan tak bisa menyembunyikan perasaan kesal nya, berkali-kali Nathan terlihat menarik nafas dan mengeluarkan nya secara kasar.
__ADS_1
Soraya atau yang biasa di sapa Raya adalah salah satu wanita yang pernah menjalin hubungan spesial dengan Nathan, hubungan mereka berawal ketika semester dua di kelas dua SMP tapi sayang nya hubungan Nathan dan Raya kandas ketika sebelum mereka menjalani ujian Nasional ketika SMP.
Yaya (panggilan sayang Nathan untuk Raya) adalah cinta pertama Nathan, pertemuan pertama Nathan dan Raya adalah ketika ada kegiatan bakti sosial di SMP dan saat itu Nathan dan Raya menjadi panitia di acara bakti sosial tersebut. Di acara bakti sosial tersebut, Raya terlihat begitu bersemangat dan cantik. Ketika melihat dan berada di dekat Raya Nathan merasa ada sesuatu yang berbeda pada dirinya, bahkan setelah acara bakti sosial berakhir pun Nathan slalu berusaha untuk slalu ada di dekat Raya.
Dan setelah sekian lama akhir nya Nathan menyadari bahwa ia mencintai seorang Soraya, gadis berusia tiga belas tahun yang berasal dari kelas yang berbeda dengan Nathan. Di mata Nathan Yaya tampak begitu cantik dan berbeda dengan teman-teman wanita Nathan yang lain. Ketika duduk di kelas dua SMP, tepat nya dua bulan sebelum kenaikan kelas akhirnya Nathan dan Raya terikat dalam sebuah hubungan yang bernama pacaran. Meskipun mereka berdua menjalin hubungan secara sembunyi-sembunyi (dengan alasan orang tua Raya tak mengizinkan Raya untuk pacaran) tapi Nathan begitu bahagia dengan pencapaian nya saat itu dan Nathan juga tidak pernah mempermasalahkan hubungan nya yang dijalin secara sembunyi-sembunyi.
Awal nya hubungan Nathan dan Raya terjalin secara mulus, diam-diam mereka berdua sering bertemu (tempatnya kebanyakan terjadi di perpustakaan sekolah) tapi memasuki bulan ke empat mulai beredar kabar bahwa Raya menjalin hubungan dengan salah satu laki-laki yang merupakan teman Nathan di eskul Basket.
Nathan tak langsung mempercayai kabar angin tersebut, apa lagi sebelum nya Nathan juga sudah memastikan hal tersebut pada Raya dan dengan wajah yang begitu yakin Raya menjawab bahwa itu adalah berita hoax.
Suatu hari di hari Kamis, hari itu adalah jadwal Nathan dan teman-teman nya mengikuti eskul basket. Sayang nya hari itu Nathan harus izin untuk tidak mengikuti eskul basket,karena hari itu (sebelum pulang sekolah) mamanya sudah menelpon nya dan meminta nya untuk mengantarkan salah satu berkas yang tertinggal di rumah. Nathan pun setuju, setelah itu Nathan langsung meminta izin pada pelatih nya dan setelah mendapat izin Nathan langsung pulang ke rumah nya, tak lupa ia juga langsung mengabari Raya bahwa hari itu ia tidak mengikuti eskul.
Sesampainya di rumah, ternyata berkas yang Nathan butuhkan sudah di siapkan oleh pembantu nya dan tanpa menunggu lama Nathan langsung menuju kantor kedua orang tua. Setelah mengantarkan berkas, Nathan berniat untuk kembali ke sekolah (karena kantor kedua orang tua Nathan melewati sekolah) walaupun telat Nathan berniat untuk mengikuti eskul basket hari itu.
Nathan memarkirkan motor nya di parkiran motor sekolah nya, sebelum menuju lapangan basket Nathan berjalan ke arah kamar mandi siswa ia berniat untuk mengganti pakaian nya di sana. Nathan memasuki kamar mandi khusus untuk siswa, baru satu langkah ia melangkahkan kakinya tiba-tiba saja terdengar suara-suara aneh dari balik salah satu pintu toilet.
Karena rasa penasaran yang begitu tinggi, Nathan pun mendekat ke arah suara-suara aneh itu berasal. Setelah dekat ia menyentuh pintu tersebut dan ternyata pintu tersebut tidak di kunci, setelah pintu terbuka Nathan di buat terkejut dengan sosok laki-laki dan perempuan seusia nya yang sedang berciuman dan Nathan makin di buat terkejut setelah melihat bahwa sosok perempuan nya adalah Raya dengan Nando (teman Nathan di eskul basket dan merupakan laki-laki yang selama ini di kabarkan sebagai kekasih Raya).
Tanpa banyak bicara Nathan langsung meninggalkan tempat tersebut, ia membatalkan niatnya untuk mengikuti eskul hari itu dan segera berlari menuju ke parkiran dan mengendarai motor nya dengan perasaan yang begitu kecewa. Berkali-kali ponsel Nathan berbunyi, Nathan melihat ke layar ponsel nya dan tertera nama Raya disana. Nathan enggan untuk menanggapi panggilan atau pesan yang masuk tersebut dan akhirnya Nathan memutuskan untuk mematikan ponselnya
“sorry ya, buat kejadian kemaren”ucap Nando sambil menepuk bahu Nathan, Nathan tersenyum
“jadi kabar yang beredar kalo Raya itu cewek lo, beneran ya?” Nathan memastikan, Nando menjawab dengan anggukan kepala “udah lama pacaran nya?” Nathan terlihat begitu penasaran
“masih anget, dua bulan aja belum” ucap Nando sambil senyum-senyum sendiri
“Oh gitu, gue ke kelas dulu ya. O iya lo hati-hati ya “ Nando mengangguk tanda setuju
__ADS_1
Setelah menjauh dari Nando, Nathan segera mengambil ponsel nya dan langsung menghubungi Raya. Setelah panggilan terhubung tanpa basa-basi Nathan segera memberi tahu bahwa ia memutuskan hubungan nya dengan Raya dan ia pun langsung mengakhiri panggilan tanpa memberikan kesempatan pada Raya untuk mengungkapkan pendapat nya.