Keisya Dan Nathan

Keisya Dan Nathan
Toko buku


__ADS_3

Hari ini hari libur dan dari pagi wajah Keisya terlihat begitu bahagia, ia sudah punya banyak rencana untuk hari ini. Setelah solat subuh, ia melanjutkan ritual tidurnya setelah itu ia akan mandi dan makan lalu ia akan berangkat ke tempat yang paling ia sukai yaitu toko buku, hari ini adalah jadwal komik favoritnya rilis setelah dari toko buku ia akan segera pulang dan mengurung diri sendirian di dalam kamarnya (untuk menikmati komik yang sudah lama ia tunggu-tunggu)


“Ayah kemana bi?”


“tadi bapak bilang mau ke rumah sakit nenk, katanya mau nengok temennya yang kemarin abis di operasi “ kata bi Wati “nenk Keisya mau sarapan sekarang?”


“aku ambil sendiri aja bi” BI Wati mengangguk


“Oke nenk”


Setelah sarapan Keisya segera mengeluarkan motornya, lalu ia berpamitan pada BI Wati dan segera berangkat ke Mall yang berada tak jauh dari rumahnya. Sesampainya di Mall, Keisya segera menuju ke toko buku yang berada di lantai tiga.


Keisya menyusuri rak buku bagian komik, matanya fokus membaca tiap-tiap judul yang tertera pada komik yang ada di depannya. Bibir Keisya langsung tersenyum ketika ia melihat apa yang sedang ia cari ternyata sudah berada di dekatnya, ketika tangan Keisya hendak mengambil salah satu komik incarannya tiba-tiba saja sebuah tangan menindih tangannya. Keisya membalikkan badannya dan segera melihat ke arah pemilik tangan yang sedang menindih tangannya.


“Nathan “ Keisya tampak terkejut, Nathan melihat ke arah Keisya


“Hei” sapanya lalu tersenyum manis dengan posisi tangan masih menindih tangannya Keisya


“maaf tangannya “


“eh,, maaf-maaf, maaf ya “ Keisya mengangguk “suka komik ini juga?” Nathan tampak tak percaya


“Iya, soalnya ceritanya seru dan bikin penasaran banget “


“gue punya dari episode awal lo” ucap Nathan dengan bangga


“serius “ Keisya tampak tak percaya


“Iyaa”


“ya ampun padahal episode awal udah termasuk langka”


“masa?”


“iya, gue udah nyoba nyari ke berbagai toko buku buat nyari episode awal dan ga dapet. Katanya episode awal udah termasuk barang langka “

__ADS_1


“udah nyoba nyari di online?”


“udah tapi belum nemu”


“kalo lo mau baca episode awal, lo boleh kok pinjem punya gue” Nathan menawarkan diri


“Serius “ Nathan mengangguk


“iya, kalo mau baca lo tinggal bilang aja sama gue “


“komiknya Udah ketemu Than?” seorang perempuan menghampiri Keisha dan Nathan “eh Keisya” Ternyata Rahel


“Hai Hel” sapa Keisya ramah


“Hai” balas Rahel “lo sama siapa?”


“sendiri, kalo lo?”


“berdua dong sama Nathan “ Rahel menarik salah satu tangan Nathan “udah beres kan Than?”


“Yaudah yu, bentar lagi filmnya mulai” di telinga Keisya suara Rahel terdengar begitu manja


“oke, gue sama Rahel duluan ya Kei” pamit Nathan sambil tersenyum


“iya”


“dadah Kei” kata Rahel dengan wajah dan suara bahagia, setelah itu Rahel dan Nathan berlalu meninggalkan Keisya


“Huuuh ga ada hubungan apaan, orang mesra begitu. Dasar cowok“ batin Keisya


Keisha mengambil komik yang ia mau, setelah itu ia tak langsung ke kasir. Ia memutuskan untuk mencari-cari buku siapa tau ada buku yang menarik untuk ia baca. Ketika sedang melihat-lihat tiba-tiba ponselnya berdering dan tertera nama ayahnya pada layar ponselnya


“Assalamu’alaikum yah”


“Waalaikumsalam kei, kamu dimana?”

__ADS_1


“Keisha masih di toko buku yah, ada apa?”


“ayah boleh minta tolong ga?”


“boleh dong, ada apa emang?”


“mumpung masih di toko buku sekalian tolong beliin ayah tipe x sama pulpen yang warna item ya”


“boleh, mau berapa yah?”


“ tipe x nya satu aja, kalo pulpen beli tiga”


“ada lagi yah?”


“roti yang isi keju deh”


“berapa?”


“dua aja”


“oke, ga ada lagi kan?”


“iya, kalo kamu mau main dulu ga apa-apa. Barangnya ga ayah dipake buru-buru kok”


“Iya yah, yaudah deh yah aku cari dulu pesenan ayahnya “


“oke, Hati-hati ya Kei. Assalamu’alaikum”


“Waalaikumsalam ayah”


Keisya menaruh kembali ponselnya ke dalam tasnya, setelah itu ia berkeliling mencari pesanan ayahnya. Setelah dirasa cukup, Keisya segera menuju ke kasir dan segera membayar belanjaannya. Sebelum pulang ke rumahnya, Keisya mampir ke toko Roti untuk membeli roti pesanan ayahnya.


“Semuanya jadi empat puluh dua ribu mbak” Keisya menyerahkan selembar uang


“Ini kembaliannya mbak, makasih ya “

__ADS_1


“sama-sama “


__ADS_2