
Keisya melihat ke salah satu kertas yang tertempel di papan pengumuman yang ada di depan ruang tata usaha, nama nya tertera tepat setelah angka lima dengan tulisan ruang C di atas nya. Hari ini hari yang sangat mendebarkan untuk Keisya dan beberapa orang teman nya (termasuk Dinda dan Niken) karena hari ini mereka akan melaksanakan Ujian sidang Skripsi.
Jam delapan tepat, Keisya dan teman-teman nya terlihat memasuki aula Fakultas Teknik. Setelah semua orang berkumpul (panitia, dosen penguji dan mahasiswa) acara pembukaan pun di mulai, setelah itu dosen penguji masuk ke ruangan masing-masing dan semua mahasiswa juga terlihat menunggu panggilan di depan ruangan masing-masing.
Tadi malam ayah nya Keisya juga sempat menghubungi Keisya dan memberitakan bahwa ia tidak bisa menemani Keisya di sidang skripsi hari ini karena hari ini ayah nya ada acara yang benar-benar tidak bisa ia tinggalkan, Keisya mengiyakan dan tidak mempermasalahkan masalah ini. Keisya mencoba untuk memahami kesibukan ayah nya.
Sebetul nya di saat seperti ini selain kehadiran ayah nya, Keisya juga sedikit berharap Nathan bisa hadir di sini. Tapi seperti nya jangan kan untuk datang ke sini, untuk menghubungi Keisya saja Nathan sudah tidak pernah (terakhir kali mereka berkomunikasi adalah saat mereka bertemu di acara pernikahan Andin dan Radit, setelah itu komunikasi hilang begitu saja ).
Jam dua belas kurang dua puluh menit, Keisya keluar dari ruang sidang dengan wajah yang terlihat bahagia. Keisya begitu bahagia, karena sebagian besar pertanyaan yang di berikan oleh dosen penguji nya bisa ia jawab dan revisi untuk skripsi nya juga bisa di bilang tidak terlalu banyak. Dan tepat di jam tiga sore nilai sidang skripsi pun keluar, setelah itu acara pun berakhir.
Baru tiga langkah keluar dari aula, Keisha di kejutkan oleh sosok dua orang laki-laki yang tengah tersenyum manis pada nya. Ke dua laki-laki tersebut tak lain adalah ayah nya dan juga Nathan yang saat itu tengah berdiri sambil memegang se bucket bunga mawar merah di tangan kanan nya dan sebuah boneka panda yang berukuran lumayan besar di tangan kiri nya.
“selamat ya sayang, Mudah-mudahan ilmu nya bermanfaat “ ucap ayah nya Keisya sambil memeluk dan mencium ujung rambut putri semata wayang nya tersebut.
“Makasih ya ayah” ayah nya mengangguk sambil tersenyum senang
“Kamu pengen hadiah apa dari ayah?” Keisha diam, lalu tampak berfikir
“nanti aja deh yah, Keisya pikir-pikir dulu “ ayah nya mengangguk
Setelah itu pandangan Keisya beralih ke arah Nathan yang ternyata sedang tersenyum manis pada Keisya, dengan canggung Keisya membalas senyum Nathan.
“ini buat kamu, selamat ya” Keisya mengangguk sambil tersenyum, lalu dengan senang hati Keisya mengambil bunga dan boneka panda pemberian dari Nathan.
“Makasih Nathan” wajah Keisya terlihat begitu bahagia, Nathan mengangguk
__ADS_1
“sama-sama “
Keisya benar-benar bahagia saat itu, tapi jujur di balik rasa bahagia yang sedang menyelimuti hati nya terselip sedikit rasa bingung dan juga kaget pada kenyataan yang ia alami saat ini. Yang membuat nya bingung adalah kenapa ayah nya dan Nathan bisa datang dalam waktu yang bersamaan dan yang membuat nya bingung (sekaligus bahagia) adalah kenapa sekarang ayah nya terlihat bersikap biasa saja pada Nathan, padahal dari beberapa bulan yang lalu jangan kan untuk berdekatan dengan Nathan saat mendengar nama nya saja ayah nya begitu enggan.
“selain lagi seneng aku yakin pasti sekarang kamu juga lagi heran ya, kenapa sekarang aku sama ayah kamu bisa sampe rukun lagi “ Nathan seolah bisa membaca pikiran Keisya
“iya, gimana cerita nya, kok bisa sampe begini” Keisya benar-benar di buat heran
“kalo cerita nya ga sekarang, ga apa-apa kan? sekarang kita makan aja dulu yu aku udah lapar banget soal nya “ pinta Nathan, dengan terpaksa Keisya pun setuju tapi sebelum ke rumah makan Keisya juga menyempatkan untuk mengambil beberapa foto baik dengan ayah nya, Nathan, dosen dan juga teman-teman nya.
Setelah itu mereka bertiga berjalan ke arah parkiran mobil, sambil berjalan ayah nya Keisya memberi tahu bahwa ia sudah menyuruh mbak Rina pulang duluan ke apartemen nya Keisya (karena hari ini ia yang akan menjemput Keisya) dan saat tiba di parkiran Keisya baru sadar bahwa ternyata Nathan dan ayah nya Keisya datang ke kampus Keisya dengan mobil yang sama.
Nathan memarkirkan mobil nya di salah satu rumah makan yang cukup terkenal di kota Bandung, setelah itu mereka berjalan ke arah tempat duduk yang ternyata sudah di pesan oleh Nathan. Setelah itu seorang pelayan datang, Keisya dan yang lain nya memilih makanan yang akan mereka santap. Sambil menunggu pesanan datang mereka tampak mengobrol dengan santai nya, di sana hanya Keisya yang terlihat canggung. Beberapa menit kemudian, pesanan pun datang dan tanpa menunggu lama mereka langsung menikmati makanan yang mereka pesan.
“Keisya, ada yang mau aku omongin sama kamu” ucap Nathan tak lama setelah mereka bertiga selasai makan, Nathan tampak serius tapi sebelum menjawab omongan Nathan Keisya terlebih dahulu melihat ke arah ayah nya. Ayah nya Keisya mengangguk, tanda memberikan izin.
“Kei, kamu mau ga jadi istri aku?” tanya Nathan dengan to the point, Keisya begitu terkejut sekaligus senang dengan pertanyaan yang baru saja di keluarkan oleh Nathan.
Keisya tak langsung menjawab, karena sejujur nya ia benar-benar di buat bingung saat itu. Satu sisi ia begitu bahagia dengan permintaan yang di ucapkan oleh Nathan tapi di sisi lain ia juga tidak terlalu yakin bahwa ayah nya akan kembali memberikan restu pada Keisya dan Nathan. Dengan ragu dan wajah yang terlihat takut Keisya kembali melihat ke arah ayah nya.
“aku terserah ayah aja” akhir nya Keisya memberanikan diri membuka suara
“Lah kok terserah ayah sih, yang di tanya kan kamu bukan ayah “ jawab ayah nya sambil tersenyum, Keisya semakin bingung “ayah akan ikut apapun keputusan yang kamu ambil”.
“brarti kalo Keisya nerima Nathan, ayah juga bakal setuju “ Keisya mencoba untuk memastikan
__ADS_1
“iyaaaaaa, ya ampun Keisya sekarang kamu kan udah sarjana masa maksud dari omongan ayah yang tadi aja kamu ga ngerti “ ayah nya Keisya tampak kesal. Keisya tersenyum
“makasih ayah” saat itu juga Keisya langsung memeluk ayah nya dengan manja.
“Iya sama-sama” ayah nya membalas pelukan Keisya.
“jadi gimana Kei, kamu mau ga jadi istri aku?” Nathan mengulang pertanyaan nya.
“kenapa mesti nanya lagi sih, kita kan sering ngebahas ini dan kamu juga tau jawaban nya apa”
“iya, tapi kan seenggaknya “wajah Keisya langsung berubah jadi sebal.
“Iya aku mau jadi istri kamu” Keisya memotong omongan Nathan “puas kamu “ tak hanya Nathan, ayah nya Keisya pun langsung geleng-geleng melihat tingkah putri nya tersebut.
“Terus ini cincin nya mau di pake ga?” Nathan memastikan
“iyalah, aku kan udah nerima kamu. Masa iya itu cincin ga mau aku pake” saat itu juga Nathan langsung memakaikan cincin tersebut pada jari manis Keisya “setelah ini, aku juga kan mau pamer sama temen-temen aku” Keisya tampak begitu bahagia, Nathan menggeleng pelan.
“om insya Allah secepat nya saya akan bawa orang tua saya untuk melamar Keisya secara resmi”
“oke saya tunggu “ kata ayah nya Keisya sambil tersenyum “ayah juga mau minta maaf sama kamu dan Nathan, karena sempat memisahkan kalian berdua. Ayah tau Nathan adalah salah satu kebahagiaan buat kamu “ ayah nya Keisya begitu sedih saat melihat putri nya berubah
Setelah putus dengan Nathan ayah nya Keisya melihat Keisya jadi lebih banyak diam dan ia benar-benar begitu kehilangan sosok Keisya yang dulu. Saat itu ia jadi merasa ragu dengan tindakan nya, tanpa sepengetahuan Keisya diam-diam ia mengawasi Nathan (termasuk tentang Soraya) selama mengawasi Nathan ia sadar bahwa Nathan ternyata adalah anak yang baik dan yang paling penting Nathan terlihat begitu menyayangi Keisya begitu pun sebaliknya.
Setelah itu ayah nya Keisya juga menceritakan bahwa beberapa hari yang lalu, Nathan juga sempat datang menemui nya. Kedatangan Nathan tak lain adalah agar ayah nya Keisya kembali memberikan restu pada hubungan Nathan dengan Keisya. Tanpa banyak pertimbangan, saat itu juga ayah nya Keisya langsung menyetujui apa yang di pinta oleh Nathan.
__ADS_1
“sumpah ya kalian tu jahat banget tau” Keisya kembali merasa kesal saat tau Nathan dan ayah nya Keisya sepakat untuk tidak memberi tahu Keisya tentang mereka yang kembali baikan.
“hehe maaf, lagian ini kan surprise buat kamu “ ucap Nathan