
Keisya melihat ke sekeliling nya, banyak bangunan-bangunan tinggi disana jujur ia merasa bingung karena ia tidak tau gedung mana yang menjadi gedung Fakultas Ekonomi di kampus itu. Yang Keisya tahu hanya lantai berapa dan nama ruangan kelas Nathan.
“Eh kak boleh tanya gak” ucap Keisya ketika dua orang wanita melintas di hadapan nya, ke dua wanita itu serentak mengangguk “maaf kalo fakultas ekonomi gedung nya yang mana ya?”
“oh yang itu kak” salah satu dari wanita itu menunjuk ke gedung pertama yang ada di sebelah kiri Keisya, Keisya mengangguk tanda mengerti.
“makasih banyak ya kak” kedua wanita itu mengangguk lalu berlalu meninggalkan Keisya
Keisya berjalan ke arah gedung yang di tunjuk oleh salah satu wanita yang tadi sempat ia tanya, untung nya gedung itu tidak terlalu jauh dari gerbang kampus Nathan jadi ia bisa berjalan kaki ke sana. Sesampainya di gedung itu Keisya sempat menanyakan letak lift ke salah seorang yang ia yakini sebagai mahasiswa di sana.
“tinggal belok ke arah kanan aja kak” Orang tersebut memberi tahu
“Makasih banyak ya kak” Keisya tersenyum
“sama-sama kak” orang tersebut membalas senyum Keisya
Kini Keisya sudah berada di depan pintu lift, Keisya menekan salah satu tombol. Tak lama kemudian pintu lift itu terbuka, tiba-tiba pandangan nya tertuju pada sepasang pria dan wanita yang ada di antara orang yang akan keluar dari lift tersebut. Tangan wanita tersebut tampak melingkar di salah satu tangan laki-laki itu, mereka berdua tampak sedang tersenyum.
“Nathan “ ucap Keisya pelan, Ya laki-laki itu tidak lain adalah Nathan, laki-laki yang begitu Keisya rindukan dan menjadi tujuan kenapa ia sampai rela datang ke tempat ini.
_bego banget sih gue, dari pagi gue udah kayak orang gila. Gue capek-capek nyusun kejutan biar Nathan seneng, ternyata di sini dia malah asik-asik an sama cewek lain. gue emang bego_
“honey “ Nathan tampak begitu terkejut
__ADS_1
Sementara itu Nathan yang tadi sempat terlihat tersenyum tiba-tiba wajah nya berubah kaget, tanpa basa-basi Nathan langsung melepaskan tangan Raya yang dari tadi melingkar dengan manja nya di tangan Nathan
“Oh jadi gini kelakuan kamu kalo di belakang aku” sebisa mungkin Keisya tidak ingin memperlihatkan rasa sedih dan kecewa nya, ia sadar ada beberapa pasang mata yang langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Keisya “siapa dia?” Keisya menunjuk ke arah Raya
“Eh yang harus nya nanya begitu tuh gue bukan lo, ngapain lo tiba-tiba marah-marah ga jelas sama Nathan nya gue” Raya buka suara
“honey please tahan emosi kamu, kita bisa bicarain masalah ini baik-baik “ rayu Nathan ketika melihat wajah Keisya yang sudah mulai di penuhi oleh amarah
“Kei lo tenang dulu, jangan gegabah. Ini tempat umum “ ternyata Andin pun ada di sana, Keisya menarik nafas lalu mengeluarkan nya secara perlahan
“ni orang siapa sih Ren?” tanya Raya pada Reno
“diem lo” gertak Reno dengan cepat dan kontan langsung membuat Raya diam
“kita bicara di sana ya” Nathan menunjuk ke arah salah satu kursi dan meja yang biasa di jadikan tempat mengerjakan tugas atau tempat nongkrong oleh para mahasiswa
Keisya duduk di salah satu kursi yang tadi di tunjuk oleh Nathan, Andin, Reno dan Raya duduk di seberang Keisya sedangkan Nathan duduk di sebelah Keisya. Sebenarnya sebelum nya Raya ngotot sekali ingin duduk di dekat Nathan tapi dengan sigap Reno menarik tubuh Raya.
“honey” Nathan mulai membuka omongan “dia bukan siapa-siapa aku” Nathan menunjuk ke arah Raya, Raya tampak terkejut karena lagi-lagi ia mendapat perlakuan yang sama dari Nathan. Keisya masih enggan membuka mulut nya, ada rasa tak percaya tersirat di wajahnya “honey please, kamu percaya kan sama aku” Keisya masih saja diam.
“Kei yang Nathan bilang barusan itu beneran kok, Raya ini bukan siapa-siapa nya Nathan. Dia cuma temen Nathan“ Keisya melihat ke arah Andin
“Temen” Raya terkejut dengan ucapan Andin “sotoy banget lo jadi orang, gue ini “
__ADS_1
“eh gue harus bilang berapa kali sih sama lo, kalo sekarang gue ini bukan siapa-siapa nya lo” Nathan memotong omongan Raya, Keisya melihat ke arah Nathan
“ maksud omongan kamu tadi apa?” Raya masih belum faham maksud ucapan Nathan tadi
“oke aku jelasin semuanya “ ucap Nathan sambil mengangguk “dia Raya, dia mantan aku”
Keisya tampak terkejut “mantan “ kata Keisya
“iya, tapi aku sama dia udahan jauh sebelum aku kenal sama kamu. Dan demi apapun aku udah ga ada hubungan apapun sama dia. Sekarang pacar aku Cuma kamu, ga ada lagi “ ucap Nathan
“kalo kamu sama dia gak ada hubungan apa-apa lagi, terus kenapa tadi kamu kayak nya seneng banget pas dia meluk-meluk kamu “ Keisya masih belum sepenuh nya percaya
“jelas aja Nathan seneng, secara gue ini kan cinta pertama nya Nathan dan perlu lo tau kalo Nathan juga belum bisa lupain gue” Cerocos Raya lengkap dengan wajah PD nya
“eh kampret, kalo Nathan emang masih cinta sama lo. Dia pasti ga akan ngejauh dari lo dan lo juga harus sadar tadi waktu lo pegang-pegang tangan Nathan dan Nathan diem aja karena lagi di dalem lift yang penuh. Lagian gue juga liat dengan mata kepala gue sendiri kalo Nathan udah berkali-kali ngelepas tangan lo tapi emang dasar nya aja lo yang suka manfaatin keadaan dan ga punya malu. Udah jelas-jelas di tolak Nathan tapi masih aja ke PD an”
“Nathan bukan nolak gue, tapi dia masih bingung gimana caranya buat mutusin ni cewek dan segera balik lagi sama gue” kata Raya sombong
“dasar cewek sinting “ kata Reno
Keisya hanya jadi penonton dalam perdebatan itu, diam-diam ia mulai mencermati keadaan. Otak nya mulai bekerja dengan normal. Benar apa yang di katakan Nathan dan kedua sahabatnya kalo Nathan emang ada hubungan dengan wanita itu Nathan tidak mungkin membawa-bawa wanita itu untuk memberikan kejelasan pada Keisya
“oh jadi lo mantan nya Nathan” Keisya berjalan ke arah Raya “lo denger ya, barang kalo udah di buang itu jarang bahkan ga akan pernah di ambil lagi” sindir Keisya
__ADS_1
“Sedikit pun gue ga peduli sama apa yang barusan lo omongin. Lo liat aja nanti, cepat atau lambat Nathan pasti akan balik jadi milik gue lagi. Apapun cara nya akan gue lakuin “ ucap Raya dengan angkuh nya sambil pergi meninggalkan Keisya dan teman-teman yang lain nya
“dasar cewek gila “ ejek Andin