
Keisya duduk di atas tempat tidur nya, di depan nya sudah siap berbagai judul buku dan juga sebuah laptop yang biasa ia gunakan untuk mengerjakan berbagai macam tugas kampus yang di berikan oleh dosen nya. Ia sudah bertekad bahwa hari ini ia tidak akan kemana-mana, ia akan fokus dalam mengerjakan tugas-tugas kampus yang belum ia selesaikan.
Ujian akhir semester tinggal beberapa minggu lagi, jadi minggu-minggu ini Keisya bisa pastikan bahwa Hari-hari nya pasti akan di habis kan dengan berbagai macam tugas yang di berikan oleh dosen-dosen nya.
“gue istirahat dulu deh” ucap Keisya, ternyata sudah hampir satu jam Keisya berkutat dengan laptop nya “gue ngambil minum dulu deh “ setelah itu Keisya berjalan ke luar kamar dan segera berjalan menuju ke arah dapur, tak lama kemudian Keisya kembali masuk ke dalam kamar nya dengan membawa segelas air jeruk dingin kesukaan nya lengkap dengan sepiring camilan.
Keisya memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil menikmati air jeruk dingin dan camilan yang tadi sempat ia bawa, Keisya mengambil ponsel nya yang kebetulan ia letak kan tak jauh dari laptop nya. Untuk menghilangkan penat, ia membuka salah satu akun sosial media yang ada di ponsel nya. Tapi beberapa menit kemudian, wajah Keisya yang awal nya sempat terlihat ceria tiba-tiba saja mendadak berubah menjadi wajah yang sedih dan begitu kecewa.
Hati Keisya terasa begitu panas dan tubuh nya mendadak berubah jadi lemas, ketika salah satu akun sosial media nya menampilkan sebuah foto laki-laki dan perempuan yang tengah tersenyum dengan posisi yang lumayan intim. Laki-laki tersebut tak lain adalah Nathan yang sedang berpose bersama seorang wanita yang begitu Keisya kenal, wanita itu tak lain adalah Soraya. Satu-satu nya teman wanita Nathan yang sampai detik ini paling tidak Keisya sukai.
“jangan-jangan mereka berdua emang balikan lagi “ Keisya mencoba menebak-nebak sendiri, Keisya mencoba memperbesar foto yang di unggah oleh Soraya beberapa jam yang lalu “kalo ngeliat dari ekspresi wajah nya, kaya nya bukan hanya Soraya tapi wajah Nathan juga keliatan begitu bahagia banget di foto ini “ Keisya menyimpulkan.
Jangan tanya bagaimana perasaan nya Keisya pada saat itu, gara-gara sebuah foto hati nya mendadak jadi begitu hancur, gara-gara sebuah foto mendadak langsung menggoyahkan kepercayaan yang selama ini selalu ia jaga.
__ADS_1
“ya Allah apakah Nathan masih punya rasa yang sama kaya yang aku punya untuk Nathan atau apa Nathan emang udah bener-bener pengen ngakhiri semua ini?” batinnya
Sekuat apa pun Keisya menahan air mata nya, akhir nya air mata itu lolos juga dari mata nya. Berkali-kali Keisya terlihat menghapus air mata nya tersebut, tapi tetap saja air mata itu masih saja terus keluar dengan deras nya. Keisya mencoba menguasai diri nya, saat itu ia langsung menarik nafas panjang dan mengeluarkan nya dengan perlahan.
Tidak ingin menghabiskan waktu nya dengan kesedihan yang tidak di undang, akhir nya Keisya memutuskan untuk keluar dari salah satu akun sosial media nya itu lalu setelah itu ia terlihat melempar ponsel nya ke atas sebuah bantal yang ada di ujung tempat tidur nya.
Setelah itu Keisya berniat untuk kembali pada kegiatan awal nya yaitu mengerjakan berbagai tugas yang masih menunggu untuk di selesai kan, Keisya kembali mengambil salah satu buku yang sebelum nya ia simpan tak jauh dari laptop nya dan setelah itu jari-jari nya terlihat menari-nari dengan lincah nya di atas keyboard laptop nya.
“Kei” sebuah panggilan menghentikan langkah Keisya, Keisya melihat ke arah pemilik suara. Ternyata Dinda, Dinda sedang berlari ke arah nya “ya ampun Keisya cepet banget sih lo jalan nya, kaya emak-emak yang lagi berburu diskonan aja lo" omel Dinda, Keisya hanya tertawa.
“ngomong-ngomong Niken mana Din?” tanya Keisya dengan nada penasaran
“lah mana gue tau, gue juga kan baru datang”Keisya mengangguk, setelah itu Keisya dan Dinda melanjutkan perjalanan mereka menuju kelas mereka. “Lo lagi ada masalah ya Kei?” tebak Dinda sambil memegang tangan kiri Keisya, Keisya menggeleng “ga usah bohong deh lo” lanjut Dinda
__ADS_1
“gue serius Dinda” ucap Keisya sambil tersenyum “lo liat dong, gue baik-baik aja kan”
“walau pun lo senyum-senyum gitu tapi tetep aja muka lo tuh nunjukin banget kalo lo itu lagi ada masalah “ Dinda menunjuk ke arah wajah Keisya “ada apa sih Kei?” kali ini nada suara Dinda terdengar sedikit lebih memaksa “lo ada masalah lagi ya sama bokap lo” tebak Dinda
“ga” Balas Keisya sambil menggelengkan kepala nya dengan cepat “alhamdulillah sampe saat ini hubungan gue sama bokap gue terhitung baik-baik aja kok “ Dinda terlihat berfikir
“apa ada masalah sama Nathan “mendengar tebakan Dinda, spontan Keisya langsung diam. Ia pura-pura fokus pada ponsel nya “beneran ada masalah sama Nathan ya Kei” tebak Dinda.
“Ga Dinda, beneran” Keisya mencoba meyakinkan tapi entah mengapa Dinda tetap tak percaya
“kalo menurut gue, kalo lo emang lagi kangen atau butuh sama Nathan lebih baik lo hubungi aja langsung orang nya. Jangan nyiksa diri lo begini Kei“ Dinda mencoba memberikan sebuah masukan
“ya ampun Dinda siapa yang inget sama Nathan sih, sumpah sotoy banget sih lo jadi orang “ tepis Keisya sambil berlalu meninggalkan Dinda.
__ADS_1