
“Mau pada kemana lo” sapa Keisya ketika baru saja kembali dari kantin, ia heran karena hampir semua teman sekelasnya keluar dari kelas dan sebagian besar teman-temannya keluar dari kelas dengan membawa perlengkapan tulis
“ke perpustakaan “ jawab Hayya
“mau ngapain?” kali ini Andin yang bertanya
“ngerjain tugas lah”
“emang gurunya ga masuk?” Hayyap mengangguk “kemana?”
“sakit”
“kapan ngasih tau nya? Kok gue ga tau ya”
“mangkanya buka tuh grup kelas,barusan kan udah di umumin sama bu Rani di grup “ kata Rendi menjelaskan “jangan WA dari pacar doang yang sering lo buka”
“hehe” Andin tersenyum
“Yaudah deh, gue ke perpustakaan dulu” Keisha dan Andin mengangguk
“Cuma bawa buku sama pulpen ajan kan ya Ren”Keisya memastikan
“Iya”
“aku juga ke kelas dulu ya yank,kayaknya di kelas aku juga udah ada guru deh “ Pamit Radit, Andin mengangguk “nanti pulangnya bareng aku lagi kan ya?” Radit memastikan
“iya dong, tapi nanti aku mau beli coklat dulu ya” suara Andin manja
“iyaa” kata Radit “gue ke kelas dulu ya Kei”
“oke “
“Ampun dah, kayaknya lo sama Radit bener-bener memanfaatkan waktu buat pacaran “
“lo ga tau sih gimana rasanya “ Keisha heran “mangkanya lo cepet punya pacar dong Kei, biar faham sama apa yang gue omongin “ Keisya hanya menjawab dengan senyuman “eh Ngomong-ngomong lo udah pernah pacaran belum sih?”
“Dihhhh kepo”
“jawab apa Kei, gue kan pengen tau”
“belum pernah “
“yakin?” Andin tampak ragu dengan jawaban sahabatnya “boong lo ya”
“ngapain juga gue boong, ga ada kerjaan banget “
“lo serius belum pernah pacaran?”
__ADS_1
“iyaaaa Andin “
“kenapa?” Keisya menggelengkan kepalanya
“Ya mana gue tau”
“emang belum pernah ada cowok yang nembak lo?”Keisya menggelengkan kepalanya lagi “padahal lo itu kan cantik banget Kei”
“udah lah jangan ngomongin masalah itu mulu, pusing gue jawabnya “ Keisya segera mengambil perlengkapan tulisannya yang ia simpan di kolong mejanya.
“tapi gue kan kepo Kei”
“bodo amat ah” balas Keisya cuek sambil berjalan meninggalkan Andin yang terlihat masih sibuk mencari perlengkapan tulisannya
“Kei tungguin gue apa “ teriak Andin sambil mengejar Keisya
Ketika Keisya dan Andin sampai di perpustakaan, Ternyata hampir semua teman-teman sekelas Keisya dan Andin sudah berada di perpustakaan dan sebagian besar dari mereka terlihat sudah mulai mengerjakan tugas yang tadi di berikan di grup.
“Bukunya di sebelah mana Ren” ketika masuk ke dalam perpustakaan dan Keisya langsung bertanya pada Rendi karena kebetulan Rendi duduk tak jauh dari pintu
“noh, di deretan yang paling ujung “ tangan Rendi mmenunjuk ke salah satu rak buku
“oke” Keisya berjalan ke rak buku yang di beritahu Rendi “waduh kok ga ada ya” kata Keisya setelah cukup lama mencari “gue samperin pak Angga aja deh, siapa tau di pak Angga ada” pak Angga adalah penjaga perpustakaan di sekolah Keisya
“pak buku Sosiologi yang kelas sebelas ga ada lagi ya “ pak Angga menghentikan aktivitasnya, lalu melihat ke arah Keisya
“Di rak bukunya emang ga ada lagi?”
“brarti ga ada lagi “
“yaudah deh makasih ya pak” pak Angga mengangguk
Keisya berjalan menuju teman-temannya, ia berfikir siapa tau teman-temannya sudah ada yang selesai mengerjakan tugas mereka dan ia akan meminjam buku yang tadi mereka pakai.
“Gue udah beres nih Kei”
“oke, makasih Hayya” Hayya mengangguk
***
“Keisya lagi-lagi kamu terlambat “ Ucap bu Okti
“maaf bu” Keisya merasa bersalah
“Yaudah kamu juga cepet ikut baris”
Keisya nurut dan segera masuk ke dalam barisan, ketika bu Okti masih sibuk dengan ceramah paginya tiba-tiba saja ada seorang laki-laki dengan seragam putih abu-abu yang berlari ke arah mereka dan entah di sengaja atau tidak laki-laki tersebut menabrak tubuh Keisya dan menghilangkan keseimbangan tubuh Keisya sehingga membuat tubuh Keisya menabrak orang yang kebetulan berdiri di sebelahnya.
__ADS_1
Ternyata tubuh Keisya tidak hanya terdorong, ia dan orang yang ada di sebelahnya juga sampai terjatuh di atas tanah dengan posisi tubuh Keisya berada di atas tubuh orang yang ada di sebelahnya.
“Woy hati-hati dong” orang yang ada di sebelah Keisya komen, Keisya melihat ke arah orang yang ada di sebelahnya dan ia tak bisa menyembunyikan wajahnya yang begitu terkejut.
“Nathan” batin Keisya
“cepet bangun apa lo, badan gajah lo berat banget tau” kata Nathan ketus, Keisya bangun dengan di bantu dua orang yang ada di situ
“lo bilang apa barusan?” ucap Keisya setelah ia dan Nathan sama-sama sudah berdiri
“Badan lo berat, kaya gajah”
“dasar lo cowok alay” Keisya mendorong bahu kanan Nathan
“oh jadi gini cara lo minta maaf, dasar lo cewek aneh yang ga bisa berterima kasih”
“apa, gue harus minta maaf dan bilang Terima kasih “ suara Keisya terdengar meledek dengan senyuman tipis “enak aja lo ngomong, gue juga ga salah dan satu lagi mimpi aja lo supaya bisa dapetin kata maaf dan terimakasih dari gue “ ketika Nathan hendak membalas omongan Keisya
“UDAH “ teriak bu Okti kencang “Keisya-Nathan kalian ini kayak Tom and Jerry aja, ga dimana ga dimana kerjaan kalian tuh Cuma brantem terus. Coba dong berubah jangan gini-gini terus, pusing ibu liatnya “
“dia yang mulai duluan bu” Keisya dan Nathan saling menunjukkan satu sama lain
“Udah cukup, jangan di perpanjangan lagi. Pokoknya ibu ga mau tau, mulai sekarang jangan ada permusuhan lagi diantara kalian”
“tapi bu” Keisya dan Nathan kompak
“pokoknya ibu ga nerima alesan apapun dan ibu ga mau tau mulai sekarang ibu ga mau liat atau denger kalian bertengkar lagi “
“iya bu” kata Keisya dan Nathan dengan suara terpaksa
“Ya sudah sekarang kalian semua tulis nama kalian di buku ini, setelah itu kalian bisa kembali ke kelas kalian masing-masing “
Bu Okti menyerahkan sebuah buku berukuran lumayan besar pada siswa yang ada di depannya, setelah itu dengan tertib siswa-siswa yang hari itu datang terlambat menulis nama beserta kelasnya di buku tersebut. Setelah mencium tangan kanan bu Okti semua siswa masuk ke dalam kelasnya masing-masing
“Gue dulu” kata Keisya setengah berteriak
“Enak aja lo, yang datang duluan tuh gue jadi gue duluan yang masuk”
“gue”
“gue”
“gue”
“eh udah apa ga usah pada ribut terus, pusing gue dengernya“ Andin sudah berdiri di hadapan Keisya dan Nathan “kalo diantara kalian ga mau ngalah, yaudah tinggal buka aja selot atasnya nanti juga kedua pintunya kebuka” lalu dengan santainya Andin mempraktekan apa yang baru saja ia katakan, Keisya dan Nathan tersenyum
“selain cantik dan manis, ternyata lo juga termasuk cewek yang pinter ya Din. Lo tuh beda jauh banget sama orang yang ada di sebelah gue, jadi heran gue kok mau ya lo yang perfect ini punya temen yang modelnya kaya dia” Keisya sudah mengepalkan tangannya
__ADS_1
“udah Kei ga usah lo dengerin, ini masih pagi jangan bikin tenaga lo abis percuma “ bisik Andin sambil menarik salah satu tangan Keisya
Keisya membuang nafasnya dengan kasar,dengan masih di gandeng Andin Keisya lalu berjalan ke arah tempat duduknya.