Kejutan Dari Emak (Perjodohan)

Kejutan Dari Emak (Perjodohan)
Transferan


__ADS_3

Diani memilih tidur kembali membiarkan suaminya itu memanjatkan doa. Tapi saat Diani tak sengaja melihat ponsel Ujang yang tergelatak didekat bantal. Ada rasa penasaran dalam hatinya, berharap ada fotonya dilayar ponsel.


Ternyata ponsel itu memakai pasword. Saat Diani ingin meletakan ponsel itu lagi, dia melihat pesan masuk yang memang belum dibaca Ujang. Hanya sebagian teks yang bisa dia lihat.


(Makasih ya Mas transferannya.)


Deg!


Transferan. Ujang memberikan uang pada siapa? Manggil Ujang juga dengan sebutan Mas, normornya gak ada namanya juga, aneh… batin Diani.


Diani terburu-buru membalikan ponsel Ujang, dia pun membalikkan ponsel Ujang hingga posisinya kembali dalam keadaan layar dibawah. Dia langsung memejamkan matanya agar Ujang mengira jika dia masih tidur.


Ujang menghampiri Diani, tak lupa dia mengecup kening sang istri, "tidur yang nyenyak Neng," ucapnya pelan.


Tapi kali ini perasaan Diani berbeda, bukannya senang tapi malah merasa ada rasa kesal dihatinya diperlakukan manis seperti itu, kali ini Diani sedang berpikir negatif tentang nomor ponsel tadi yang mengirim pesan pada Ujang.


Sebenarnya Ujang pura-pura tulus sama aku atau gimana sih? Dia memang baik, tapi aku takut kalau rasa cintanya kini berlabuh untuk orang lain. buktinya sampai sekarang dia masih belum melakukan apapun, belum memberikan nafkah batin padaku. Padahal aku sudah mengutarakannya dengan jelas, batin Diani.


***


Pagi ini ingin rasanya Diani bolos kerja, dia ingin mengikuti kemana saja suaminya pergi. Tapi dia tidak bisa membolos kerja, membuatnya kini hanya meninggalkan rasa penasaran tentang transferan uang yang dilakukan Ujang.


"Neng, ayo kita berangkat..!" Ajak Ujang pada Diani yang masih melamun.


"Eh, iya Kang," jawab Diani. Seperti biasa mereka pergi bertiga bersama Arin.

__ADS_1


"Teh, besok kita nonton yuk, A Ujang bilang akan pergi ke kampung dulu. Apa teh Diani mau ikut juga?" Tanya Arin.


"Hmm… sebenarnya ingin bertemu emak dan bapak, tapi Teteh sudah mengambil keputusan untuk tetap bekerja," jawab Diani yang sepertinya sedih.


Ujang yang mendengar pun berusaha mencari jalan terbaik, "bagaiman kalau nanti pas Akang pulang akang ajakin emak sama bapak? Kan bisa sekalian tinggal beberapa hari disini kalau neng masih kangen," ucap Ujang.


"Beneran boleh Kang?" Tanya Diani dengan senyuman bahagianya.


"Iya boleh atuh Neng, mereka juga orang tua Akang," jawab Ujang.


Diani tersenyum senang, Arin juga ikut senang melihat hubungan kakaknya ini harmonis. Sejenak Diani melupakan kekesalannya tadi malam pada Ujang. Selama ini suaminya itu memang selalu peduli padanya, Diani mulai menepis pikiran negatifnya.


Hari ini Diani bekerja dengan perasaan senang membuat Fani dan teman yang lainnya merasa heran. "Apa semalam terjadi sesuatu?" Bisik Fani ditelinga Diani.


"Ish, apaan sih. Gak usah kepo!" Jawab Diani lalu tersenyum lagi.


"Hmm… aku berharap hubunganku memang sudah ke tahap itu. Sudahlah gak usah dibahas yang penting hari ini aku lagi senang," jawab Diani.


***


Saat istirahat tiba karena Diani sedang senang, dia menyanggupi untuk mentraktir Fani dan teman-temannya yang lain. Mereka berempat pergi ke sebuah rumah makan yang taknjauh dari kantor.


"Beneran ya kamu yang bayarin?" Tanya Tasya pada Diani.


"Iya bener, kalian gak usah khawatir..!" Jawab Diani.

__ADS_1


"Aku pegang janji kamu ya," ucap Tasya. Wanita itu tidak mau kalau harus membayar makanan yang sengaja dia pesan dalam jumlah banyak.


Saat mereka masih menunggu pesanan datang, Indri melihat laki-laki yang mirip dengan Ujang. Dia pun bergegas memberitahu Diani.


"Eh Diani, itu suami kamu bukan? Kok sama cewek sih."


Diani pun melirik ke arah telunjuk Indri, wanita itu mulai mengamati wanita yang sedang bersama Ujang. Wanita yang lebih muda dan lumayan cantik, dada Diani terasa sesak, tapi dia begitu mempercayai suaminya.


"Hmm… sepertinya iya, mungkin sama temen kerjanya. Biarin aja lah, kita makan aja..!" Jawab Diani mencoba menenangkan hatinya.


"Kamu beneran gak cemburu? Periksa dulu, siapa tahu mereka ada apa-apanya..!" Ucap Fani.


"Tapi aku percaya, selama ini Ujang selalu baik sama aku. Dia gak mungkinlah berbuat begitu," jawab Diani dengan lantang, padahal hatinya juga sedang gelisah.


"Ih, banyak loh laki-laki yang so romantis demi menyembunyikan kebohongannya. Coba kamu samperin aja dulu, tanya siapa wanita itu!" Ucap Indri.


Deg!


Diani diam, dia tampak berpikir sejenak. Dia tidak mau mempermalukan Ujang ataupun dirinya sendiri jika salah sangka.


"Apa aku harus langsung melabrak mereka?" Tanya Diani pada teman-temannya.


"Iya lah, biar dia malu," jawab Tasya.


"Jangan, mendingan kamu duduk santai bergabung disana dan tanyakan baik-baik!" Usul Fani.

__ADS_1


Diani mengambil nafas panjang lalu menghembuskannya, dia berdiri dan mulai melangkah pelan menghampiri meja Ujang. Tentu dengan rasa tak karuan didalam hatinya. Sementara teman-temannya yang lain seperti tegang dan menebak-nebak apa yang terjadi selanjutnya.


Bersambung….


__ADS_2