
****
Alam melangkah masuk ke ruang pak Fajar, terlihat pak Fajar sudah duduk di sofa yang berada diruangan nya. Alam melangkah menuju sofa dan duduk disofa yang paling ujung, dan melihat pak Fajar yg menatap nya sinis
"Alam kamu tau apa alasan saya memanggilmu?" tanya Pak Fajar dengan tegas
Alam menganggukan kepala nya
"Besok setelah selesai ulangan kamu datang ke ruangan saya, kalau tidak saya yang akan mendatangi rumahmu" ucap pak Fajar
"Baik pak" jawab Alam yg masih menundukan kepala
"Setelah ulangan hari ini selesai kamu ke perpus, minta penjaga perpus untuk memberikanmu buku profile sekolah ini. kamu lihat di bab peraturan sekolah, cari kesalahanmu dan konsekuensi nya. Besok laporkan ke saya apa yang kamu baca di bab itu" Ucap kembali pak Fajar
"Baik pak" jawab Alam
"Sekarang kamu kembali ke kelas, 3 menit lagi jam pelajaran ke 2 akan segera dimulai" lanjut pak Fajar
Alam melangkah keluar meninggalkan ruangan pak Fajar
"Haaaaah *njing" ucap Alam pelan dan menendang meja yang terdapat didepan ruangan pak Fajar
****
-Ruang UKS-
Nadine meringis kesakitan saat perawat uks mengobati luka di pipinya. Pipi kiri Nadine terlihat lebih terluka parah dibandingkan pipi kanan nya
"Jangan disentuh dulu yah" ucap lembut perawat, kemudian berlalu pergi
Nadine mangangguk, kemudian membuka tirai yang menutupi nya. Terlihat Fadli sedang menunggunya dengan keringan yang menetes di dahi nya
"Fad" ucap lembut Nadine
Fadli berjalan menghampiri Nadine, melihat dengan teliti luka Nadine yang masih terlihat merah
"Kok ngga diplaster atau diperban atau yang lain nya si" tanya Fadli mengrenyitkan dahi nya
"Iya, kan luka sama obat nya belum kering fad. Nanti kalo udh kering ditutup ko biar ngga kena debu" jawab Nadine
Fadli mengangguk mengerti
"Yaudah sebntar lagi jam pelajaran ke 2 mulai nih, gua ke kelas dulu ya. lo istirahat aja dulu" ucap Fadli
Saat Fadli membalikan badan nya, langkahnya terhenti. Nadine menahan nya, memegang pergelangan tangan Fadli. Fadli menoleh ke arah Nadine
"Makasih yah udah nolongin gua" ucap Nadine tersenyum
Fadli mengangguk, kemudian lanjut berjalan keluar dari uks. Nadine menggelengkan kepala nya melihat Fadli, Fadli tipe orang yang dingin dan bodoamat sebenarnya, ia tahu betul sifat Fadli karna ia satu sekolah dan satu kelas saat masih smp.
Saat Nadine mau merebahkan badan nya tiba-tiba pak Fajar dan Bu ina wali kelasnya masuk ke uks dan menghampirinya.
"Nadine kamu gapapa nak?" tanya bu Ina panik
"Gapapa ko bu" Jawab Nadine tersenyum
"Aduu pipi kamu" terus bu Inda panik sambil melihat luka Nadine
"Gapapa ko bu" jawab kembali Nadine
"Nadine, kamu mau mengerjakan soal ujian pelajaran ke 2?" tanya pak Fajar dengan tangan yang dimasukan ke saku celana
__ADS_1
"Iya pak, saya tidak mau ujian susulan" jawab Nadine
"Yasudah, kamu kerjakan saja di uks yah diawasi oleh bu Ina. ini saya bawakan laptop milik sekolah" lanjut pak Fajar sambil memberikan tas yang berisikan laptop pada Nadine
Nadine mangangguk setuju, dan menyalakan laptop nya. Lalu membuka software (aplikasi) yang biasa dipakai untuk ulangan disekolah nya
"Baiklah, Bu Ina saya keluar dulu" ucap pak Fajar yang dibalas anggkuan dari bu ina
"Oke nak, bisa dimulai yah" ucap bu Ina pada Nadine
Nadine mulai mengerjakan soal kejuruan pelajaran Desain Media Interaktif dengan tenang
****
Vira yang telah selesai mengerjakan soal ulangan bergegas membersekan barang-barang nya diatas meja kemudian menghampiri Nadine di UKS. ia begitu terkejut saat mendengar kabar dari Fadli, pantas saja saat jam istirahat tadi Nadine tak kunjung datang kemhampirinya
"Nad" teriak vira pelan saat sampai di Uks dan terlihat Nadine yang sedang duduk di bangsal
"Vira" panggil kembali Nadine tersenyum melihat sahabatnya datang
"Yaampun nad, ko bisa kaya gini sih" oceh Vira khawatir
Nadine hanya bisa tertawa kecil mendengar perhatian Vira
"Si Alam nyebelin banget si" oceh kembali Vira
Ceklekkk
"Nadineee" teriak Amel yang baru saja datang dengan Fadli yang menenteng tas Nadine di tangan nya
"Amell, siniii" jawab Nadine melambaikan tangan pada Amel yang berada di depan pintu
Amel berlari berhamburan dan langsung memeluk Nadine,
"Gapapa Amel" jawab Nadine tersenyum
Amel langsung kembali memeluknya
"Nih tas lo, berat banget si. Bawa batu ya lo" ucap Fadli dan menyimpan tas Nadine si samping nya
"Thanks yaa" jawab Nadine tersenyum
Perawat uks satang menghampiri mereka dengan membawa beberapa peralatan dan obat di tangan nya
"Ade, saya obati lagi ya sebelum pulang" ucap perawat
Amel langsung melepaskan pelukan nya pada Nadine, dan perawat mulai menetesi obat diluka Nadine kemudian menutup nya
"Sudah selesai yah, jangan dipegang dulu ya" ucap perawat
"Oke kak, makasih yah" jawab Nadine
Perawat mengangguk dan tersenyum kemudian pergi meninggalkan mereka
"Yasudah yu kita pulang" ajak Vira
"Nad, lu gua yang antar pulang" ucap Fadli dan melangkah keluar uks
Nadine mangangguk setuju kemudian memakai tas nya dan turun dari bangsal dibantu Vira dan Amel
Saat sampai diparkiran terlihat Alam yang sedang duduk dimotor nya, Amel dan Vira semakin erat menggandeng tangan Nadine saat melihat Alam dari jauh datang berjalan menghampiri mereka. Begitupun dengan Fadli yang sedang mengambil motor nya langsung terburu-buru
__ADS_1
"Ayo nad naik cepetan" ucap Fadli yang sudah didepan Nadine, Vira dan Amel
"Kalian ikut aku ke kosan ya" ajak Nadine pada Vira dan Amel sambil menaiki motor Fadli
Vira dan Amel mengangguk mengiyakan ajakan Nadine, Amel langsung mengambil motor nya dan menghampiri Vira, kemudian mengikuti Nadine dan Fadli dari belakang
Saat mereka mulai keluar dari parkiran, terdengar suara Alam yang meberiaki Nadine
"Woy Nadinee, si cewek Matreee" teriak Alam membuat semua yang ada diparkiran melihat padanya
Semua siswa/siswi yang sedang berada diparkiran hanya menggelengkan kepala melihat Alam, mereka nampak kesal pada Alam. Perlakuan Alam pada Nadine tadi sudah menyebar ke semua murid dan guru disekolah
****
Saat sampai di kosan Nadine, Nadine terkejut melihat mobil yang sama persis seperti milik Gusti kakak nya terparkir di depan kosan
"Vira, Amel, Fadli ayo masuk" ucap Nadine tapi matanya melirik ke arah mobil yang terparkir
"Gue pulang aja Nad, mau futsal sama anak-anak" jawab Fadli
"Hmm, oke deh. sekali lagi Makasih yah" jawab Nadine
"Dadah Fadlii" teriak Amel yang hanya dilirik oleh Fadli saat Fadli mulai menjalankan motor nya
Mereka masuk ke dalam kosan, dan membuka sepatu nya kemudian menyimpan nya pada rak
"Kak Gustiii" kaget Nadine saat memasuki kosan dan terlihat Gusti dan Aldi yang sedang duduk di sofa
Gusti yang mendengar suara Nadine langsung bangkit dari duduk nya, kemudian menghampiri Nadine dengan begitu khawatir. Begitupun dengan Aldi yang langsung melihat ke arah Nadine
"Ade gapapa" ucap Gusti memeluk Nadine kemudian melepaskan pelukanya dan melihat pipi Nadine yang dibalut perban
"Gapapa kak, kok kakak disini si bukan di rumah kakek" tanya Nadine
"Sini duduk dulu" ajak Gusti pada Nadine, Vira, dan Amel
Mereka duduk disofa dengan Nadine yang duduk ditengah-tengah Gusti dan Aldi
"Sekarang jelasin ke kakak, apa yang sudah terjadi" tanya Gusti
"Gapapa kak, ngga ada apa-apa" jawab Nadine tersenyum
"Amel, Vira bisa jelasin?" tanya Gusti
"Eumm itu kak" ucap Vira dengan gugup dan melirik pada Nadine dan Amel
"Tadi papah telfon, diundang untuk datang kesekolahmu besok. Tapi karna papah sedang diluar kota dan tahu kakak sedang dirumah kakek, jadi papah minta kakak yang datang mewakilinya" ucap Gusti saat melihat Nadine yang gugup dan kebingungan
Pak fajar memang sengaja mengundang wali dari Nadine, untuk mengklarifikasi hal yang terjadi pada Nadine dan Alam karna sudah terdengar sampai group wali murid dan meminta maaf pada wali Nadine dengan hal yang terjadi pada Nadine.
"Ada apa kak, ko diundang ke sekolah" tanya Nadine serius
"Justru seharusnya kakak yang tanya sama kamu" jawab Gusti
Nadine mulai menceritakan hal yang tadi terjadi disekolah, terlihat Gusti yang sudah mengepalkan tangan nya menahan marah.
"Gapapa kak, toh aku masih bisa jalan kan" lanjut Nadine
"Gapapa bagaimana? itu pipimu sampai diperban kaya gitu" lanjut Aldi yang juga merasa kesal
"Gapapa kak Aldii" Jawab Nadine dengan senyum nya
__ADS_1
Gusti menghembuskan nafas nya kesal, dan menahan segala amarah nya.
****