Kekasih Hatiku

Kekasih Hatiku
Chapter 33


__ADS_3

****


Nadine terbangun dari tidurnya, ia tersadar bahwa tertidur dengan keadaan sedang menangis. Buru-buru Nadine meraih cermin kecil dari nakas samping kasur, ternyata benar matanya terlihat begitu bengkak.


Nadine langsung berlari mengunci pintu kamar, khawatir jika kakak atau ayahnya masuk kamarnya dan melihat mata Nadine bengkak.


Membuka kembali gorden kamar dan pintunya, melihat cuaca diluar sudah mulai panas. Nadine duduk dikursi balkon, sesekali melirik ke arah balkon tetangganya siapa lagi kalau bukan Aldi.


Setelah memastikan bahwa tidak ada Aldi, Nadine mulai memutar musik dari handphone nya.


🎶


Ketika kau lelah, berhentilah dulu


Beri ruang, beri waktu


 


Mereka bilang, syukurilah saja


Padahal rela tak semudah kata


 


Kita hanyalah manusia yang terluka


Terbiasa tuk pura-pura tertawa


Namun, bolehkah sekali saja ku menangis?


Ku tak ingin lagi membohongi diri


Runtuh, - Febby Putri ft Fiersa Besari

__ADS_1


Nadine kembali membuka akun instagram nya, berkali kali mengulangi kata-kata yang Aldi jadikan stories di akun instagram nya.


Menerka-nerka apakah Aldi belum juga melupakannya?


****


3 Hari kemudian...


Nadine berjalan menelusuri mall, mendatangi toko Accesories Naug"ty untuk membeli ikat rambut nya yang sudah mulai rusak.


"Nadine" panggil seseorang


Nadine melihat kearah sumber suara yang dirasa tidak asing buatnya, ternyata benar Shilla lah yang memanggil nya


"Kak Shilla?"


"Kamu sama siapa kesini" tanya Shilla menghampiri Nadine


"Sendiri kak, naik ojek online. Kakak sama siapa" tanya kembali Nadine


Deg..


Jantung Nadine seketika berdetak begitu kencang mendengar nama Aldi.


Nadine mengangguk tersenyum mengerti.


"Udah selesai? temenin kakak makan yuk. Kamu udah makan belum?" tanya Shilla


"Udah kak, ayo boleh. Aku bayar dulu ini dulu yah"


Selesai membayarnya Shilla mengajak Nadine ke restaurant sol*ri* yang berada di mall tersebut.


Shilla mulai memesankan makanan untuk nya begitupun Nadine.

__ADS_1


Tidak ada maksud lain Shilla mengajak Nadine makan, ia hanya ingin dekat saja dengan Nadine. Karna Nadine adalah calon adik iparnya, walaupun sepertinya Nadine belum tahu tentang perjodohan nya.


**


Aldi melihat dirinya dalam pantulan cermin, memperhatikan rambutnya yang sudah begitu panjang dan banyak bulu-bulu halus diwajahnya.


Setelah membersihkan badannya, Aldi mulai menyisir rambutnya memakai topi dan masker tidak lupa dengan kacamata hitam nya.


Hari ini Aldi memutuskan untuk keluar dari apartemen nya, menuju barbershop untuk memotong rambutnya yang sudah panjang dan juga untuk mereleksan tubuhnya.


Aldi juga sudah memint Shilla kakaknya untuk membeli beberapa pakaian baru untuknya, ia memutuskan untuk kembali bekerja kembali.


Rasanya sudah cukup mengurungi dirinya, ia juga sudah menyiapkan kata-kata maaf yang akan ia sampaikan pada Gusti sahabatnya.


Saat sampai di barbershop, Aldi mulai dipersilahkan duduk untuk dipotong rambutnya. Kali ini ia memutuskan untuk mengganti potongan rambut dengan gaya klasik da mullet


"Mas, potong faux hawk yah" pinta Aldi


Setelah beberapa menit, potongan rambutnya telah selesai tidak lupa juga mencukur jenggot dan kumis yang sudah mulai panjang.


Dengan potongan Faux Hawk potongan rambut yang membiarkan atas kepala nya tetap panjang dan mencukur habis bagian sisinya membuat Aldi terlihat tampil berbeda dari biasanya.


Setelah selesai Aldi langsung saja kembali ke apartemen nya, baru saja keluar dari lift ada seseorang yang memanggilnya membuat langkah Aldi terhenti.


"Aldiiii, tunggu"


Degh...


Jantung Aldi berdegup begitu kencang, matanya membulat memastikan yang ia lihat.


.


.

__ADS_1


****


__ADS_2