Kekasih Hatiku

Kekasih Hatiku
Chapter 19


__ADS_3

****


Gusti merebahkan badan nya lelah di kasur kamar dan kembali memijat pelan kening nya saat sampai apartemen, hari ini walaupun banyak pekerjaan yang mengharuskan nya lembur ia meninggalkan pekerjaannya tentu nya atas izin pak Abraham komisaris utama nya.


Sebenarnya Gusti sangat menikmati sekali pekerjaan nya ini sebagai Direktur/Manajer Pemasaran, tapi belakangan ini pikiran nya selalu terganggu dengan permintaan bantuan pak Abraham padanya.


Permintaan pak Abraham tidak begitu berat menurutnya, tapi yang membuat nya berat dan pening saat ini karna ia mengetahui jika Aldi sudah berpacaran terlebih berpacaran dengan Nadine adik nya.


Ia tidak mau, membuat Aldi marah padanya dan juga membuat Nadine adik nya sedih.


Drreeett..Drett


Getaran telfon membuyarkan lamunan Gusti, dan tertera nama Fahri dilayar Handphone nya


"Hallo Ri" ucap Gusti


"Hallo bro, dimana lo" tanya Fahri dalam telfon


"Di rumah, kenapa?" tanya kembali Gusti


"Nyokap gua masak banyak nih, gua kirim ke tempat lo ya" ucap Fahri


"Wah, asik nih. Gua tunggu ya" jawab Gusti dengan senang, pasalnya kebetulan sekali ia merasa sangat lapar


"Oke, oke tunggu ya" lanjut Fahri, kemudian mematikan telfon nya


Gusti mulai memejamkan matanya sejenak


Dretttt...Drettt


Getar kembali handphone Gusti, Gusti mengangkatnya tanpa melihat terlebih dulu siapa yang menelfon nya.


"Hallo" ucap Gusti


"Gus, dimana lo. Balik yu" terdengar suara Aldi didalam telfon


"Gua udah balik duluan Di, pake taxi tadi. Pening banget nih pala gua" jawab Gusti yang masih memejamkan matanya


"Oh oke deh, mau gua belikan obat apa nih" tanya kembali Aldi


"Gausah deh, gua cuma butuh tidur lebih cepet aja kayanya" jawan Gusti


"Oke deh, yaudah gua tutup ya. Gua otw balik dulu" jawab Aldi kemudian mematikan telfon nya.


Gusti memejamkan matanya dengan kemeja dan dasi kerja yang masih ia kenakan sambil menunggu makanan yang Fahri kirimkan untuknya.


****


Tingnong...Tingnong Mr.Gusti you have guests


Bunyi bel apartemen Gusti berbunyi, Nadine yang sedang meminum didapur langsung menuju pintu dan melihat tamu yang datang dari layar monitor dekat pintu dan ternyata yg datang adalah petugas apartemen dengan paperbag yang cukup besar ditangan nya.


Ceklekk..

__ADS_1


"Mohon maaf mengganggu mba, ini ada paket untuk bapak Gusti" ucap sang petugas


"Ohiya pak, terimakasih yah" jawab Nadine


Setelah petugas berlalu pergi Nadine mulai membawa paperbag itu ke meja pantry dapur, tercium sekali dari aromanya isi paperbag ini adalah makanan.


Nadine mulai mengeluarkan satu persatu box yang ada di dalam paperbag dan ia menemukan sebuah notes yang menempel disalah satu box makanan


Gus, ini gua kirim double. Sekalian buat si Aldi dan Nadine juga yap, Selamat menikmati.


- Fahri Ganteng


Nadine melangkah menuju kamar kakak nya, dan membangunkan Gusti dari tidur nya.


"Kak bangun, ada kiriman dari kak Fahri" ucap Nadine sambil menepuk pelan lengan Gusti


Gusti terbangun kemudian langsung menghampiri pantry dapur dan membaca notes yang terdapat di atas box makanan


Gusti mulai membuka box itu satu persatu dan mengambil piring lalu mencicipinya


"Ayo de makan" ajak Gusti


"Aku kenyang kak, lagipula aku sudah ngantuk. Aku ke kamar dulu ya" pamit Nadine


Gusti mengangguk mengiyakan dengan makanan yang penuh didalam mulutnya


Tiiitt... tittt... tittt..


Ceklekk..


"Hahahahaha" tawa Gusti


"Kenapa lo ngetawain gua" tanya Aldi kesal


"Kusut banget lo" ucap Gusti dengan tawa kecil nya


"Numpuk banget kerjaan Gus, rasanya kaya abis cuti 1 bulan aja" terusterang Aldi dan duduk disamping Gusti


Tanpa menjawab nya, Gusti mengangguk


"Makanan dari mana nih, banyak banget" tanya Aldi sambil mencicipi makanan di hadapan nya


"Dari Fahri, buat lo juga" jawab Gusti dan kembali menyuapkan nasi dan rendang buatan mamah Fahri


"Mantap" ucap Aldi girang dan langsung mengambil piring didalam rak kabinet dapur


Aldi langsung melahap makanan yang diberikan Fahri begitupun Gusti yang entah sudah berapakali menyuapi makanan ke dalam mulut nya.


"Nadine ngga makan juga Gus?" tanya Aldi dalam makan nya


"Udah makan katanya, terus ngantuk juga" jawab Aldi


Aldi mengangguk mengiyakan

__ADS_1


"Gimana nih, mau ngga gua kenalin sama teman gua" tanya Gusti tiba-tiba


"Gausah deh Gus, ngga minat gue" jawab Aldi santai


"Yah cantik padahal" terus Gusti merayu


"Ngga deh" jawab Aldi


Gusti diam tanpa menjawab atau merayu Aldi


Setelah selesai makan dan merapikan nya kembali, Aldi berpamitan kembali ke Apartemen nya. Sedangkan Gusti duduk bersantai di atas sofa dan menonton tv


Gusti membuka handphone nya dan mencari kontak Fahri, lalu memvideo call nya untuk mengucapkan terimakasih dan menitipkan salam pada ibu Fahri


Tutttt...tuttt


"Woy haha hallo" ucap Fahri melambaikan tangan nya


"Hallo Ri" ucap Gusti


"Thankyou ya makanan nya, enak banget sumpaah. Gua sama Aldi baru aja selesai makan" terus Gusti


"Hahaha Oke oke, mana si Aldi" tanya Fahri


"Udah balik dia" jawab Gusti


"Lo sakit Gus? lesu banget muka lu" tanya Fahri tiba-tiba


"Ngga, biasalah lagi pusing kerjaan gua" jawab Gusti


Mereka mengobrol santai, menceritakan tentang pekerjaan mereka. Sesekali menceritakan hal-hal lucu, hingga Gusti tiba-tiba keceplosan dengan ucapan nya


"Gua pusing nurutin permintaan ayah Aldi" ucap Gusti yang membuatnya dan langsung membulatkan matanya karna ia keceplosan


"Wah permintaan apa bro?" tanya Fahri


Gusti mengelak berkali-kali meralat ucapan nya barusan pada Fahri, tapi Fahri memaksa Gusti untuk menceritakan padanya.


"Ceita Gus, gua teman lu siapatau gua bisa bantu" rayu Fahri


"Hmmm, Aldi sebenarnya mau dijodohin Ri sama ayah nya" jawab Gusti


"Gua diminta untuk merayu Aldi mau dikenalkan dengan wanita itu dan dengan dalih wanita itu adalah teman gua" terus terang Gusti


Prangggg


Suara pecahan yang terdengar begitu kencang mengejutkan Gusti


.


.


.

__ADS_1


****


__ADS_2