Kekasih Hatiku

Kekasih Hatiku
Chapter 18


__ADS_3

****


Nadine melangkah masuk ke kamar nya, ia begitu kesal mendengar kakak nya akan mengenalkan wanita lain pada Aldi.


Sedangkan Gusti dan Aldi yang masih dimeja makan begitu heran ada apa dengan Nadine. Gusti ingin menghampiri Nadine, menanyakan hal apa yang terjadi padanya. Tapi waktu sudah begitu siang, ia takut akan terlambat


Aldi dan Gusti pergi besama-sama menuju kantor dengan menempuh waktu 10 menit. Kali ini Gusti yang menumpang di mobil Aldi


Saat dalam perjalanan, Aldi memakirkan mobilnya terlebih dulu untuk mengisi bensin. Aldi keluar mobil dan menghampiri petugas penjaga bensin, sedangkan Gusti tetap duduk diam didalam mobil


Gusti yang sedikit haus mencari-cari air minum dan tanpa sengaja Gusti melihat kotak yang terletak dikursi belakang, yang membuat Gusti penasaran diatas kotak itu terdapat foto wanita yang tidak asing baginya.


Gusti menjulurkan tangan nya dan meraih kotak itu, benar saja foto yang terdapat diatas kotak itu adalah foto adik nya Nadine. Dengan penasaran ia membuka kotak itu, dan ternyata terdapat banyak sekali lembaran-lembaran foto Aldi dan Nadine yang terlihat mesra, begitupun foto saat kemarin mereka ke pantai.


Gusti menghembuskan nafasnya, ia melihat foto Aldi dengan Nadine dengan tulisan tangan Aldi dibawahnya


With my lovely, Nadine Alvira 🖤


Gusti melihat Aldi yang sedang membayar, langsung terburu-buru merapikan kembali kotak itu dan menyimpan nya ditempat semula.


Aldi masuk ke dalam mobil, dan langsung menjalankan mobil.


Gusti mengepalkan tangan nya, ia tidak habis pikir ternyata Aldi sudah menjalin hubungan dengan adik nya diam-diam.


"Gus, are u oke?" tanya Aldi saat melihat Gusti mengepalkan tangannya


Tanpa menjawab Gusti memalingkan pandangan nya ke samping, pikiran nya menjadi berantakan saat ini.


Gusti bisa saja mengizinkan sahabatnya itu menjalin hubungan dengan adik nya, tapi ia mengetahui satu hal. Yang mungkin Aldipun tidak tahu tentang hal itu


****


Nadine merebahkan badan nya dikasur setelah membersikan badan nya dan juga apartemen milik kakak nya. ia membuka handphone nya, yang ternyata ada pesan masuk dari Aldi


Aldi Rizki :


Are u oke baby?"


Nadine Alvira :


I'm fine

__ADS_1


Aldi Rizki :


Kamu marah karna Gusti mau kenalin cewe sm aku?


Nadine Alvira :


No!!


Dretttt... Drettt


Nadine menghembuskan nafasnya, melihat Aldi menelfon nya. Kemudian mengangkatnya


"Hallo" ucap Aldi dalam telfon


"Ya" jawab Nadine dengan ketus


"Jutek banget si" terus Aldi dengan suara serak nya


Nadine diam tidak menjawab ucapan Aldi


"Sayang, aku ngga akan terima ajakan Gusti ko. Kan aku udah ada kamu" terus Aldi dengan lembut


Nadine tersenyum malu, tapi rasanya gengsi buatnya karna langsung luluh dengan ucapan Aldi barusan dan kembali mendiamkan Aldi


"Sayangku, cintaku, mentariku. Aku lanjut kerja dulu yah, baik-baik dirumah. Nanti jam 5 suamimu ini pulang ko, tahan dulu rindu nya hehehehe" canda Aldi yang sukses membuat Nadine tertawa


"Nah gitu dong, udah jangan ngambek lagi. Aku kerja dulu daaaah love u" terus Aldi kemudian mematikan telfon nya


Nadine tertawa geli mendengar ucapan Aldi


****


Gusti nerebahkan lelah tubuhnya di sofa ruang kerja nya saat jam istirhat, ia memijat pelan kening nya. Pekerjaan nya begitu menumpuk dan hari ini Gusti tidak fokus, ia terus-terusan memikirkan hubungan Aldi dan Nadine.


"Tidak mungkin aku memisahkan 2 hati yang sudah saling mencintai" gumam Gusti dalam hati


Tokk tokk tokk


Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Gusti


"Masuk" teriak Gusti

__ADS_1


Ceklekk


Terihat Indah sekertaris Gusti yang datang dan menghampiri Gusti


"Maaf pak mengganggu, pak abraham memanggil bapak untuk keruangan nya" ucap pelan Indah dan berlalu keluar ruangan


Gusti mengangguk kemudian berdiri merapihkan dasi nya yang sedikit berantakan, kemudian berlalu pergi ke lantai 6 ruangan pak Abraham Komisaris Utama dari Rizki Davelopment tempat ia bekerja lebih tepatnya Ayah Aldi.


Tokk.. tokk


Gusti mengetuk pintu besar yang dihadapan nya


"Masuk"


Gusti melangkah masuk dan terlihat laki-laki paruh baya yang wajah nya sangat mirip dengan Aldi sahabatnya, dan terdapat tulisan 'Rizki Abraham' diatas meja nya


"Duduk nak" ucap ramah pak Abraham


"Gimana perkembangan nya" tanya pak Abraham


"Jadi gini pak, persiapan prencanaan proyek yang dibahas di meeting kemarin sudah 80% rampung. Dan alhamdulillah tidak ada kendala, untuk laporan detail nya saya akan kirimkan ke email bapak" ucap Aldi


"Hahaha Gusti Gusti, saya memanggilmu bukan membahas tentang pekerjaan" ucap pak Abraham tertawa kecil sambil menepuk pelan pundak Gusti


Gusti tersenyum malu pada pak Abraham, pasalnya ia tidak terlebih dulu menanyakan apa maksud dari pertanyaan pak Abraham.


"Maksud saya, bagaimana perkembangan Aldi. Apa dia sudah menerima ajakanmu?" tanya pak Abraham


Gusti menghembuskan nafas saat mendengar pertanyaan pak Abraham, ia bingung untuk menjawabnya. Pasalnya, pak Abraham lah yang menyuru Gusti untuk menjodohkan dan mengenalkan wanita pilihan pak Abraham, tetapi Gusti pun tidak tahu siapa wanita itu. Yang ia tahu, wanita itu adalah anak dari teman pak Abraham.


Pak Abraham lah yang merencanakan hal ini, dan terus-terusan meminta Gusti untuk merayu Aldi untuk dikenalkan oleh anak teman pak Abraham dengan dalih wanita itu adalah teman Gusti.


"Bagaimana nak?" tanya kembali pak Abraham


"Saya masih mengusahakan nya pak" jawab Gusti


"Baiklah, saya tunggu perkembangan nya yah" terus pak Abraham


"Kalau boleh tahu, siapa nama wanita itu pak?" tanya Gusti


"Saya lupa nama panjang nya, tapi dulu saat saya berkunjung ke rumah sahabat saya anak gadis itu dipanggil dengan sebutan Lolly yang berartikan lovely" jawab pak Abraham

__ADS_1


****


__ADS_2