Kekasih Hatiku

Kekasih Hatiku
Chapter 31


__ADS_3

..."kamu akan selalu menjadi tokoh utama dalam setiap ceritaku, tidak peduli cerita mana yang sedang kamu jalani saat ini."...


...- Senjaamu -...


****


"Indraa, perlu kamu ketahui. Aldi anak saya ternyata sudah berpacaran dengan lovellymu" terus Abraham dengan senangnya


Indra begitu terkejut begitupun Gusti yang baru mengetahui jika wanita yg akan dijodohkan dengan Aldi adalah adik nya itu.


"Dari mana kamu tahu Abraham" tanya Indra heran


"Akupun baru mengetahui kenyataan ini saat melihat Gusti datang Indra" jawab Abraham


Abraham mulai menceritakan kejadian beberapa waktu lalu, hingga membuat Aldi mengurungkan diri. Bahkan tidak mau berbicara dengannya.


****


Setelah pulang dari kedai kopi, Gusti dan Indra langsung kembali keapartemen Gusti.


Gusti nampak tak sabar memberi kabar bahagia ini kepada Nadine adiknya,


"Gusti, Ayah rasa kita rahasiakan saja dulu soal ini. Sampai waktu yang pas untuk mempertemukan Nadine dan Aldi" ujar Indra


"Baik ayah"


"Ohiya, bagaimana bisa Aldi dan Nadine sudah berpacaran nak" tanya Indra

__ADS_1


Gusti mulai menceritakan semuanya, saat ia mengajak Aldi untuk menengok Nadine hingga saat ia mulai berpacaran.


Indra nampak tertawa geli mendenger kisah cinta anak gadis nya itu, ia tidak menyangka putri kecilnya memang sudah begitu dewasa.


**


Pandangan nya lurus kedepan dengan mata yang terlihat kosong, sambil menghisap kembali sebatang rokok yang berada di jari-jari nya


Angin berhembus menemani kesunyiannya, rasa rindu pada orang-orang terdekat nya semakin terasa terutama dengan ketiga sahabatnya. Tapi rasanya ia belum siap untuk terlihat baik-baik saja, dan rasa malu nya pada Gusti semakin menjadi jadi.


Ceklek


Terlihat Shilla yang baru saja memasuki kamar Aldi dengan kantong laundry pakaian Aldi ditangan nya, lalu menyimpannya ke dalam lemari


Aldi yang menyadari kedatangan Shilla langsung mematikan rokoknya, lalu menghampiri Shilla


"Ngga ada jadwal hari ini"


Aldi mengangguk mengerti lalu merebahkan badan nya dikasur yang seprei nya sudah entah kemana


"Mau sampai kapan di, sampai kapan ngurungin diri" tanya Shilla dengan serius


"Sampai gua siap buat ketemu semuanya" jawab Aldi


"Dunia ini luas, di dunia ini ngga cuma ada Nadine seorang aja. Gua ngerti apa yg lo rasain, tapi lo harus ingat. Masa depan lo masih panjang" terus Shilla


"Hmmm"

__ADS_1


Shilla menghembuskan nafasnya jengah, lagi-lagi Aldi tidak mau mendengarkannya. Ia mengerti, pasti adiknya itu susah sekali untuk move on dari Nadine terlebih Nadine adalah adik sahabatnya. Ia juga memikirkan rasa tidak enak dan rasa malu yg sedang Aldi rasakan saat ini


Setelah membereskan apartemen Aldi dan menyusun kembali stok makanan di kulkas untuk Aldi, tidak lupa untuk menyimpan uang di kamar Aldi walaupun ia tahu pasti uang itu sedikitpun tidak digunakan dengan Aldi. Hanya saja ia khawatir jika Aldi tidak memiliki simpanan uang dan ada barang yg mendesak yg harus di beli.


Tanpa berpamitan dengan Aldi, shilla berlalu keluar dari apartemen Aldi. Baru beberapa langkah dari apartemen Aldi, Shilla berpapasan dengan Gusti dan ayah nya


"Kak Shilla" sapa Gusti


"Gusti? mari Gusti kakak duluan" pamit Shilla menghindari Gusti


"Tunggu kak, ada yang mau aku bicarakan"


Shilla terus saja melangkahkan kakinya menuju lift, ia belum mendapatkan alasan untuk menjawab pertanyaan pertanyaan Gusti padanya seputar Aldi. Gusti sudah sering sekali menanyakan Aldi padanya melalui sms ataupun telfon bahkan Gusti dan teman-temannya sering sekali mengirimkan email padanya, tapi tidak ada satupun pesan yang ia jawab. Karna Shilla jga bingung bagaimana untuk menjawabnya


"Kak tunggu" panggil Gusti kembali dan berhasil menghentikan langkah Shilla


"Ayah duluan saja ya" teriak Gusti pada ayahnya


"Ada yg mau aku bicarakan kak" terus Gusti


Shilla memejamkan matanya dan membuang kasar nafasnya


"Baiklah, kita ke cafe dibawah saja" ujar Shilla


.


.

__ADS_1


***


__ADS_2