
..."Maaf untuk hal-hal yang seharusnya tidak lagi kulakukan, namun masih terus kulakukan. Jatuh cinta kepadamu, misalnya."...
...- Senjaamu -...
****
Indra meminum sedikit demi sedikit kopi nya yang sudah mulai habis, sesekali ia melihat jarum jam yang menempel pada tangan nya.
Saat ini Indra sedang berada di warung kopi langganan nya dulu saat masih berkuliah dikota itu bersama dengan sahabatnya, Abraham.
Kedai kopi yang berada di samping kampusnya dulu, dengan hanya menyediakan 3 jenis kopi saja sejak dulu. Kopi Hitam Manis adalah salah satu kopi favorite nya dengan Abraham, entah bagaimana sang pemilik kedai meracik kopi itu dengan rasa begitu khas dan tidak bisa dilupakan.
Sudah 20 menit lamanya Indra menunggu kedatangan Abraham, belum juga Abraham muncul atau memberi kabar padanya.
Diumurnya yang sudah tidak muda ini, ia merasa sedikit malu berada seorang diri dikedai ini yang isinya adalah mahasiswa semua.
"Bro, pesan Hitam Manis 1 lagi ya" teriak Indra pada barista
Barista itu mengacungkan jempolnya tanda mengerti, dan siap membuatkan kopi pesanan Indra
"Indraaa, apa kabar kamu" sapa Abraham yang baru saja datang dan langsung mengambil posisi duduk di depan Indra
Indra sedikit terkejut melihat Abraham yang tiba-tiba datang dihadapan nya
"Baik Abraham, kamu mengagetkan ku saja"
"Hahahaha, kamu masih saja sama seperti dulu Indra" terus Abraham
"Silahkan Kopinya" ucap Barista, dan menyimpan kopi dimeja
__ADS_1
"Pesan 1 lagi yah, sama pia mangkok juga" ucap Abraham pada Barista
Barista itu menganggu mnegerti yang berlalu membuatkan pesanan Abraham
Indra dan Abraham berbincang hangat, mengingat kembali masa muda nya dulu sewaktu kuliah dan saling bertukar cerita tentang bisnisnya.
"Ohiya Indraa, bagaimana tentang perjodohan anak kita" tanya Abraham
"Segera lanjutkan saja Abraham, anak pertamaku belum juga punya keinginan untuk menikah. Jadi mungkin tak apa jika dilangkahi" jawab Indra
"Baiklah, segera kita atur jadwal pertemuan anak-anak kita ya. Sama seperti putriku, terlalu sibuk mengurusi karir nya hingga lupa untuk mencari pasangan"
Abraham dan Indra mulai menceritakan anak-anak mereka satu sama lain, sesekali menertawai kebiasaan anak-anak mereka yg sama seperti mereka.
Drettttt....dretttt
"Hallo kakak"
"Hallo ayah, ayah lg dimana?"
"Ayah lagi bertemu dengan sahabat lama ayah di kedai pojok, ada apa nak?"
"Ngga ada apa-apa ayah, boleh aku kesana ayah? kebetulan aku ingin sekali kopi"
"Boleh nak, datang saja kesini"
indra mematikan dan menyimpan kembali handphone nya, dan lanjut mengobrol dengan Abraham.
.
__ADS_1
15 menit berlalu, pandangan Indra melihat kesana kesini mencari anak sulung nya yg baru saja mengirim pesan bahwa sudah ada didepan kedai
"Kakak" teriak Indra
"Sini"
Abraham menengok ke arah anak sulung Indra sahabatnya
Begitu terkejutnya ia saat melihat anak sulung sahabatnya itu, seseorang yg amat ia kenal dan ia anggap juga sebagai anak nya
"Gustii" ucap Abraham terkejut, begitupun dengan Gusti
"Pak Abraham" terus Gusti juga terkejut
Abraham langsung tersenyum senang mendapatkan 2 kenyataan saat itu, ternyata Gusti teman anak nya itu adalah anak dari sahabat karib nya
"Kalian sudah saling mengenal ternyata" heran Indra
"Iya ayah, Pak Abraham ini bos aku dikantor. Dan juga Pak Abraham ini ayah dari sahabatku" jawab Gusti tersenyum
"Indraa, alangkah bahagianya saya hari ini melihat kenyataan yang begitu manis" terus Abraham tersenyum senang
"Ada apa Abraham" heran Indra
Abraham masih saja tersenyum bahagia, membuat Indra semakin heran
.
****
__ADS_1