
****
Aldi tertawa keras saat melihat ekspresi Nadine, matanya membulat mulutnya sedikit terbuka dan mengrenyitkan sedikit dahi nya
"Hahahahahaha, gemesin banget si de" Tawa Aldi dan reflek mencubit kedua pipi Nadine
"Aaaaaa sakitt" teriak Nadine
Nadine yang merasa kesakitan langsung teriak dan memukul pelan Aldi
"Hahahaha" tawa Aldi kembali
Tiiinn tinnn
Terdengar suara klakson mobil Gusti yang baru datang dan terparkir dihalaman depan villa, terlihat Gusti keluar dari mobil membawa 2 kantong yang berisikan Nasi Goreng dan Cemilan
"Lagi ngapain si? asik banget kayanya" tanya Gusti sambil duduk di samping Aldi
Aldi mengambil kantong yang Gusti bawa dan membuka nya
"Ngga ada apa-apa kak, ini tadi abis nyanyi-nyanyi aja" jawab Nadine
"Ade lo suaranya bagus banget Gus, kaya lo juga. Mirip banget deh kalian" Puji Aldi
"Wiih, iya dong. siapa dulu kakak nya" terus Gusti
"Mana kak oleh-oleh buat Kakek Nenek" tanya Nadine
"Belum dapet de, besok aja sekalian pulang kita belinya" jawab Gusti
Mereka menikmati malam terakhir dipuncak sambil bernyanyi bersama, hingga Nadine sudah merasa tidak canggung lagi pada Aldi sahabat kakak nya itu.
Mereka duduk bersebelahan, dengan posisi Aldi berada di tengah dan Gusti disamping kanan Aldi. Nadine yang sudah mulai mengantuk, menundukan kepala nya sambil mendengarkan suara lembut kakak nya yang sedang bernyanyi. Tanpa sadar ia tertidur dengan posisi menunduk
Aldi yang sedang memetik gitar mengiringi Gusti yang sedang bernyanyi terkejut saat kepala Nadine tersandar pada lengan nya, ia melirik ke arah Nadine melihat Nadine sudah tertidur pulas lalu membenarkan posisi kepala Nadine agar bersandar dibahu nya
"Duh sakit perut nih gue, ke wc dulu ya" Ucap Gusti langsung berlari ke kamar mandi
Aldi teridiam sambil menikmati pemandangan didepan nya
Menyadari waktu sudah pukul 11 malam, Aldi berinisiatif untuk memindahkan Nadine ke kamar nya untuk istirahat. ia harus istirahat, karna besok akan kembali ke ibu kota
Aldi menggendong Nadine menuju kamar Nadine, merebahkan Nadine dikasur dan menyelimuti nya. Sebelum beranjak dari kamar Nadine, Aldi terdiam melihat Nadine jantung nya berdetak kencang saat melihat jelas wajah Nadine.
Ia menghembuskan nafasnya, ia takut rasa ini adalah rasa yang salah. Ia sangat khawatir jika Gusti akan marah dan menjauhkan nya, tapi tidak bisa dipungkiri baru beberapa hari bertemu dan bersama dengan Nadine. Aldi sudah menyayanginya
Aldi melangkah keluar dari kamar Nadine, ia menuju kamar nya dan merebahkan badan nya mengontrol dirinya dan jantung nya yang berdetak begitu kencang
****
Saat pukul 5 pagi, Nadine terbangun dari tidur nya ia terdiam lalu terkejut.
"Ko aku dikamar si, kan semalam masih diteras" ucap Nadine bingung
"Apa aku lupa ya, kalau aku jalan ke kamar" pikir Nadine
Nadine tidak menghiraukan nya lagi, ia kemudian menuruni kasur dan berlalu ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu kemudian sholat
Setelah selesai sholat, ia keluar kamar untuk membangunkan Kakak nya
Tokk tokk tokk
"Kak Gustiiii, sholatt dulu" teriak Nadine tapi tak ada jawaban dari Gusti
Nadine membuka pintu kamar Gusti dan Aldi yang tidak dikunci
__ADS_1
Ceklekkk
Kamar Gusti dan Aldi gelap, karna lampu kamar yang di matikan. Nadine tidak tahu dimana letak tombol untuk menyalakan nya, ia berjalan maju ke arah kasur
Aldi yang baru saja terbangun karna mendengar ketukan pintu dan suara pintu yang terbuka terkejut mihat bayangan seseorang yang sedang berjalan ke arah nya dikasur, ia terdiam.
"Ah si Gusti ngagetin aja" ucap nya dalam hati, kemudian memejamkan matanya kembali
Brukkk
Aldi terkejut dan reflek memeluk seseorang yang terjatuh diatas tubuhnya
"Awww kakiku sakit"
"Nadine?" tanya Aldi
"Kak Aldi?" jawab Nadine terkejut, pasalnya saat ini tubuhnya sedikit berada diatas Aldi
Nadine saat berjalan ke arah kasur tersandung gitar yang berada didekat kasur, dan terjatuh dengan posisi badan nya berada dikasur dan kaki nya di bawah kasur, ia tidak menyadari yang sedang tertidur dikasur ternyata Aldi bukan Gusti
Nadine terkejut kemudian mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Aldi dan duduk disisi kasur
Aldi yang sama terkejut langsung bangkit dan duduk di atas kasur, kemudian menyalakan lampu tidur yang berada diatas meja samping kasur. Setelah lampu tidur menyala sedikit ada cahaya yang menerangi ke arah Nadine, Aldi melihat Nadine meringis kesakitan memegangi kaki nya
"Kenapa de? coba aku lihat" tanya Aldi kemudian turun dari kasur dan duduk dibawah kasur melihat kaki Nadine
"Aduu ko berdarah" panik Aldi langsung bankit dan menyalakan lampu kamar
"Tunggu ya, aku ambil p3k dulu" lanjut Aldi keluar kamar
Nadine meringis kesakitan, saat tersandung. ibu kaki nya terkena ujung senar gitar dan berdarah tepat disisi kuku nya
Aldi datang kembali ke kamar, duduk dibawah kasur sedangkan Nadine masih duduk diatas kasur. Aldi memindahkan kaki Nadine ke pangkuannya untuk di obati
"Kamu lagi ngapain si bisa sampe berdarah gini" oceh Aldi panik
"Eh iya, kak Gusti mana" tanya Nadine melihat seluruh isi kamar tapi tidak ada Gusti disana
"Biasa Joging, habis sholat langsung joging" jawab Aldi yang sedang membersihkan luka Nadine
"Kak Aldi ngga ikut" tanya kembali Nadine
"Mager haha, aku ngantuk banget" jawab Aldi sambil tertawa kecil
"Ko ngga bangunin aku si" oceh Nadine cemberut
"Kamu udah dibangunin loh sama Gusti, tapi ngga bangun-bangun" jawab santai Aldi
"Ah masa sih" sahut kembali Nadine
Aldi menggelengkan kepala nya, kemudia menetesi obat merah pada luka Nadine
"Udah nih, duduk aja dulu ya sampai obat merah nya menyerap dan kering" Ucap Aldi kemudian bangkit dari duduk nya dan duduk disamping Nadine
Hening..
Tidak ada pembicaraan diantara Nadine dan Aldi
"Gimana hubungan kamu sama Alam de?" tanya Aldi tiba-tiba
"Gatau, setelah ada balasan dari Alam kemarin sampai saat ini aku belum balas lagi" jawab Nadine
"Jawaban Alam apa saat kamu minta putus?" tanya kembali Aldi
"Yaa gitu, ngga terima. Tapi aku cuekin aja, telfon nya ngga aku angkat chat nya ngga aku balas" jawab Nadine kemudian memalingkan pandangan nya ke depan
__ADS_1
Aldi nampak merasa bersalah menanyakan hal itu pada Nadine, terlihat raut wajah Nadine yang terlihat sedih
"Maaf ya" Ucap Aldi kemudian mengelus lembut rambut Nadine
"Untuk?" jawab Nadine heran
"Maaf aku tadi menanyakan soal Alam, dan buat kamu bete deh" jawab kembali Aldi
"Ih apaan si kak Aldi siapa yang bete coba" ucap Nadine tertawa dan membukul pelan lengan Aldi
Nadine yang saat ini menganggap Aldi sebagai kakak nya sendiri, ia merasakan ada sosok Gusti pada Aldi. merasakan perhatian nya dan sayangnya Gusti ada di diri Aldi, dan membuatnya merasa tidak canggung lagi dengan Aldi
Aldi tertawa kecil dan senang mendengar Nadine tertawa, kemudian beranjak dari kasur untuk membuka gorden
"Waw sunrise" ucap Nadine saat melihat pemandangan dibalik jendela
"Keluar yuk, kita foto-foto diteras" ajak Aldi
"Asikkk, ayo kak" jawab Nadine dengan senang, entah mood nya cepat sekali membaik dengan perlakuan lembut Aldi padanya
"Pake jaket dulu ya atau hoodie" suru Aldi pada Nadine
"Oke, aku ke kamar dulu ya" jawab Nadine melangkah pelan karna ibu jari kaki nya yg masih terasa sakit dan menuju kamarnya
"Aku nunggu diteras ya" teriak Aldi menuju teras sambil membawa kamera dan tripod nya
Aldi memasang kamera nya pada tripod dan memposisikan kameranya agar hasil fotonya terlihat bagus
"Ayo kak" ajak Nadine
"Coba kamu berdiri disana, biar aku fotoin" Ucap Aldi sambil menunjuk tempat untuk berfoto
Nadine melangkah menuju tempat yang sudah Aldi tunjuk
"Aku fotoin ala-ala siluet gitu ya" ucap Aldi
Nadine mengangguk dan membalikan badan nya dan merentangkan tangan nya
"1...2...3" ucap Aldi
Cekrekk
Nadine berlari melihat hasil foto nya
"Waah baguss" ucap Nadine tersenyum
"Ayo bareng sama kakak" ajak Nadine pada Aldi
"Boleh, aku atur timer nya dulu ya" jawab Aldi
Nadine duduk disisi pembatas teras
"Kak disini ya fotonya, duduk aja hehe" teriak Nadine pada Aldi
Aldi memposisikan kamera nya, mengarahkan pada Nadine, kemudian setelah memencet timer Aldi berlari menuju Nadine dan duduk disamping nya
Cekrekkk
Setelah mendengar suara bidikan foto, Aldi berlari mengambil kamera nya dan kembali duduk disamping Nadine
"Bagus loh de" Ucap Aldi sambil menyodorkan kameranya pada Nadine
"Wih iya bagus banget, jadi kaya pasangan yah hasil foto nya" ucap Nadine
"haha iya nih, gimana kalau jadi pasangan beneran?" ucap Aldi dan melihat Nadine
__ADS_1
****