
****
"Udah kak cium-cium aku terus ih" grutu Nadine
"Gapapa dong, kan kamu milik aku"
"Iihh, nikahin dulu kali. Udah ah cepet ini bukain pintunya"
Aldi hanya terkekeh mendengar grutuan Nadine, tidak biasanya Nadine menggrutu seperti itu
Ceklekk
Saat pintu terbuka, Nadine langsung lagi keluar apartemen Aldi menuju apartemen Gusti diikuti dengan Aldi dibelakang nya
Nadine memasukan password pintu apartemen Gusti, dengan pelan dan hati-hati Nadine memasuki apartemen Gusti
Apartemen Gusti nampak kosong, tidak ada siapapun didalam nya
"Ko sepi" ucap Nadine heran
Aldi menggelengkan kepala nya dan merebahkan badan di sofa
"Jelas sepi, kan udah jam 8. Gusti juga pasti udah ke kantor" ucap Aldi
"Ohiya" ucap Nadine malu
"Yaudah sekarang kakak pulang, aku mau mandi" terus Nadine
"Gamau mandi bareng aja" goda Aldi yang masih merebahkan badan nya di sofa
"Iiihh apa-apaan sih kak Aldi, kok jadi mesum" teriak Nadine
"Hahahaha, ngga lah bercanda"
"Aku mau merem dulu, sebentar aja disini" terus Aldi dan memejamkan matanya
__ADS_1
"Yaudah, diem aja disini. Jangan masuk ke kamarku"
Tidak ada jawaban dari Aldi, nampak terdengar gembusan nafas yang teratur Aldi menandakan Aldi sudah tertidur
Nadine berlalu memasuki kamar nya dan membersihkan badan nya.
*****
Vita tampak bolak balik menunggu kedatangan Aldi, karna hari ini ada jadwal meeting dengan cilent bersama dengan Gusti.
Berkali-kali ia mencoba mengubungi nomor Aldi, tapi hasilnya nihil. Nomor Aldi tidak aktif
Dengan heels nya yang 9cm Vita berlari menuju ruangan Gusti, karna ia tahu Aldi adalah sahabat karib nya Gusti.
"Ndah, pak Gusti ada?" tanya Vita pada Indah sekertaris Gusti
"Ada, didalam. Ada perlu apa yah" tanya indah
Tanpa menjawab, Vita langsung saja memasuki ruangan Gusti dan tanpa mengetuk terlebih dulu.
Gusti yang sedang fokus melihat dan menghitung rincian design proyek nya terkejut dengan kedatangan Vita, dan nya fokusnya jadi hilang.
Terlebih Vita tidak mengetuk pintu terlebuh dulu.
"Siapa yang suru kamu masuk begitusaja" tegur Gusti dengan nada yang lantang
"Mohon maaf pak menganggu, ada yang mau saya tanyakan" ucap Vita gugup
"Ada apa, kamu menganggu konsentrasi saya"
"Begini pak, 30 menit lagi pak Aldi ada meeting dengan bapak juga. Tapi sampai saat ini pak Aldi belum juga datang" ucap Vita
"Aldi sedang ada urusan, biar saya saja yang handle sendiri" ucap Gusti tegas
"Bawa berkas meeting nya keisini" terus Gusti
__ADS_1
Vita langsung keluar begitu saja dengan tergesa-gesa, saat sampai di meja kerja nya Vita merapikan dan mengecek kembali berkas itu. Sudah dipastikan siap, ia langsung kembali ke ruangan Gusti dengan berkas ditangan nya
Tokk..tokkk...tookkk
"Masuk"
"Ini pak semua nya, boleh dicek dulu" ucap Vita
Gusti mengangguk, lalu membuka lembar satu-persatu kertas yang Vita berikan
Vita sedikit tercengang melihat Gusti, dengan rambut nya yang begitu rapi alis tebal dan bibir nya yang sedikit kemerahan
"Boleh juga pak Gusti" ucap Vita dalam hati
"Pak Aldi ngga dapet, pak Gusti juga boleh"
Vita sedikit menarik kemeja ketat nya ke bawah, membuka satu kancing bagian atas bajunya. Dan berdiri sedikit mendekati Gusti
Tangan Vita bersandar pada kursi kerja Gusti, hingga membuat tubuh nya sedikit dekat dengan Gusti
Gusti yang masih fokus membaca dan mengecek kertas-kertas dihadapan nya hingga tidak sadar Vita sudah berdiri di dekat nya
"Vita, coba kamu baca ini dan cerna kembali denganmu. Ini tidak masuk akal" ucap Gusti sambil jarinya menunjuk pada paragraf akhir
Vita mendekat pada Gusti, membaca teks pada kertas yang Gusti tunjuk.
Saat sedang membaca, ide buruk Vita muncul. Hingga tiba-tiba Vita pura-pura terjatuh di pangkuan Gusti.
Brukkk
.
.
****
__ADS_1