Kekasih Hatiku

Kekasih Hatiku
Chapter 38


__ADS_3

****


Hari ini Aldi pulang 2 jam lebih cepat dari jam kantor, sebelum pulang ke apartemen nya ia membeli terlebih dulu cemilan dan minuman di supermarket.


Setelah selesai disupermarket, dengan buru-buru Aldi kembali ke apartemen untuk membersihkan tubuhnya. Tidak sabar untuk bertemu Nadine nanti malam


Tiiiitttt...tiiitttt....tiitttt


Ceklekk...


Aldi memasukan 8 digit angka password apartemen nya, Aldi tersenyum puas melihat apartemen nya yang kembali bersih. Ia memesan layanan cleaning service pada apartemen saat tadi masih dikantor nya


Setelah menyusun cemilan dan minuman yang ia beli, Aldi langsung membersihkan diri nya. Berendam bada bathup yang sudah terisi air hangat


Setelah 20 menit membersihkan tubuh nya, Aldi membuka handphone nya untuk menghubungi Nadine


"Aku tunggu yah"


Pesan Aldi pada Nadine


"Aku siap-siap terlebih dulu ya"


Balasan pesan Nadine


"Oke sweety"


"Aku bukan popok bayi"


Aldi terkekeh geli membaca balasan Nadine


"Baiklah sayang, aku tunggu yah. Kunci pintuku 889*10"

__ADS_1


Tidak ada balasan dari Aldi, Aldi langsung saja menuju ruang tengah menunggu kedatangan Nadine


**


Titttt..tiiittt...tiiitt


Ceklek..


Nadine memencet password apartemen milik Aldi, setelah terbuka. Ia melihat Aldi yang tertidur disofa dengan posisi duduk


Nadine duduk dikursi sebrang Aldi, memperhatikan Aldi yang terlihat begitu nyenyak dengan tidur posisi seperti itu. Ia tahu pasti Aldi tertidur karna menunggu kedatangannya


5 menit Nadine memperhatikan Aldi, ia bangkit dari tidurnya dan menghampiri Aldi. Nadine mulai membenarkan posisi Aldi, baru saja ia mau merebahkan kepala Aldi pada bantal tapi Aldi terbangun


Mata Aldi terbuka, tangan nya lalu merangkul Nadine dan


Brukk


Nadine terjatuh tepat dipangkuan Aldi, Aldi mengeratkan tangan nya pada punggung Nadine. Mengunci pelukannya pada Nadine, dan lanjut memejamkan matanya dengan kepala yg bersandar pada pundak Nadine


"Ngga mau, nyaman" tegas Aldi


Nadine menghembuskan nafasnya kasar, jantung nya bedegup begitu kencang seketika saat Aldi kembali mengeratkan pelukannya dan wajah nya tepat dilekukan leher Nadine.


"Kak Aldiii gaboleh kaya gini, nanti istri kakak marah" ucap Nadine


Aldi yang mendengar ucapan Nadine langsung mengangkat kepala nya, menatap manik mata Nadine


"Ngga ada istri istrian" jawab Aldi dan kembali memejamkan mata dengan posisi kepalanya pada lekuk leher Nadine


"Kamu bilang Gusti mau kesini?" tanya Aldi dengan mata yg masih terpejam

__ADS_1


"Udah kok"


"Gusti izinkan?" tanya Aldi


"Iya, aku aneh banget tau kak. Tiba-tiba kak Gusti langsung senyum saat aku izin mau kesini" ucap Nadine dengan serius


Aldi tidak menjawab cerita Nadine, ia hanya tersenyum mengartikan ia juga begitu senang


"Kakak mau ngomong apa?" tanya Nadine


"Ohiyaa sampai lupa" Aldi menatap Nadine tersenyum


"Ayahku izinin aku buat kembali jalin hubungan denganmu" lanjut Aldi tersenyum


"Lalu?" tanya Nadine terkejut


"Iyaa, aku mau melanjutkan kisah kita. Yang memang harus baik untuk dilanjutkan"


"Bagaimana dengan perjodohan itu?" tanya Nadine


Aldi menghembuskan nafas nya


"Mungkin perlahan ayah akan lupakan perjodohan itu setelah mengenalmu" terus Aldi


Nadine mulai dirasa bingung, ia juga tidak munafik. Ia juga menginginkan hubungan ini kembali terjalin, tapi ia juga tidak mau akan kembali merasakan sakit


Aldi meraih tangan Nadine dan berulangkali mencium tangan nya.


"Kak, aku gabisa" ucap Nadine menunduk


.

__ADS_1


.


****


__ADS_2