
..."Teruntuk ombak, jika akhirnya kau harus pergi, Maka biarlah aku melepaskanmu sekali lagi. Dan untuk terakhir kali, Terimakasih"...
......- Sejauh Mata Memandang -......
****
Nadine beberapakali melihat penampilan nya pada cermin, senyum senang terlihat pada wajah cantiknya.
Hari ini tepatnya, ia dan kakak nya akan menjemput sang Ayah di Bandara. Sekian lama Nadine tidak bertemu dengan ayah nya, ia sangat merindukan cinta pertamanya itu.
Dengan menggunakan kemeja tartan kesukaan nya dan tas mickey kartun kesukaan nya, Nadine berlalu keluar kamar menuju kamar kakak nya.
"Kakakkkkkk" teriak Nadine dan memasuki kamar Gusti
Terlihat Gusti yang sedang memakai jam tangan nya didepan cermin
"Ayo kak, aku udah siap" rengek Nadine
"Wah iya, adik kakak udah cantik" Jawab Gusti melihat Nadine dari pantulan cermin
"Ayo kak" rengek kembali Nadine
"Ayo ayo" sahut Gusti
__ADS_1
Gusti dan Nadine berjalan beriringan menuju Basement, lalu Gusti mengendarai mobil nya menuju bandara.
Setelah sampai di Bandar Udara Abdulrachman Saleh, Gusti dan Nadine langsung menuju restaurant jepang yang berada dibandara. Karna ayahnya sudah menunggu di raestaurant itu
"Ayaaaahhh" teriak Nadine dan menghampiri ayahnya yang sedang makan
Nadine langsung berhamburan ke dalam pelukan ayahnya
"How are u, lovelly" tanya ayang membalas pelukan Nadine
"i'm fine dad" jawab Nadine tersenyum
"How are u bro" tanya ayah pada Gusti
"Aduu gimana ini, udah gede udah lulus sekolah adikmu masih saja manja" ledek ayah
"Iiihhh ayah, aku kan manja nya sama ayah sama kak Gusti aja" rengek Nadine lalu melepaskan pelukan pada ayahnya
"Hahahaha, ngambek dia" ucap Gusti
"Sudah sudah, ayo makan. Ayah sudah pesan makanan banyak untuk kalian" lanjut ayah
Gusti, Nadine dan juga ayah nya mulai melahap makanan yg sudah dipesan.
__ADS_1
Selesai makan, mereka langsung kembali menuju apartemen Gusti.
****
Aldi merebahkan badan nya pada bathup yang sudah terisi dengan air hangat, menghisap kembali sebatang rokok yang sudah lama ini ia jauhi
Pikiran Aldi melamun entah kemana, semenjak ia mengetahui akan dijodohkan oleh ayahnya. Aldi tidak pernah pergi ke kantor ayahnya untuk bekerja
Dan setelah kepergian nya mengunjungi Nadine dengan Gusti kala itu, Aldi tidak pernah lagi menghubungi Gusti bahkan untuk hal sepele pun seperti biasanya.
Tidak ada yang tahu dimana keberadaan Aldi selain Shilla kakak nya, sudah beberapa kali Gusti, Daniel, dan Fahri coba menghubungi nya tapi hasil nya nihil. Aldi menyimpan rapi handphone nya, dan membeli kembali handphone baru tentunya dengan sim card baru juga.
Sosial media Aldi selalu aktif untuk melihat kabar Nadine dan memastikan Nadine baik-baik saja, tapi ia tidak pernah memposting dan membalas satupun pesan dari siapapun.
Hanya Shilla kakaknya yang tahu keadaan Aldi saat ini, Shilla juga yang rutin mengantarkan Aldi stok makanan dan juga uang.
Aldi memang masih tinggal di Apatemen nya, tepatnya Apartemen disamping Gusti. Tapi ia tidak pernah keluar dari kamarnya itu, Gusti Daniel dan Fahri sangat sering mendatangi Apartemen Aldi. Tapi Aldi tidak pernah membukakan pintu untuk siapapun, kecuali Shilla yang sudah mengetahui password apartemen nya.
Apartemen Aldi begitu berantakan, sampah yg menumpuk yg akan Shilla buang setiap 1 minggu sekali saat mengunjunginya.
Tanaman-tanaman hias yang biasanya terlihat begitu segar, kini sudah tidak ada.
Aldi hanya butuh waktu untuk melupakan Nadine, dan menerima sepenuhnya keinginan ayah nya. Aldi yakin ia bisa, walaupun rasa untuk Nadine sudah sangat menggunung.
__ADS_1
Aldi mengurung dirinya, hanya merasa ia belum siap bertemu sahabat-sahabat nya terlebih Gusti. Ia selalu malu pada ketiga sahabtnya itu