
****
Aldi memeluk erat tubuh Nadine, berkali kali ia mencium kening Nadine
Nadine yang merasa bersalah hanya bisa menangis dalam pelukan Aldi
Setelah 10 menit lama nya Nadine masih saja menangis, Aldi membawa Nadine ke sofa yang masih tersisa.
Barang-barang di apartemen Aldi sedikit demi sedikit telah dibawa oleh om nya entah kemana, dan barang yang tersisa di ruang tamu apartemen nya saat ini hanyalah single sofa dan meja saja
Aldi duduk di single sofa nya, dan menarik Nadine untuk duduk di atas pangkuan nya
Nadine kembali menangis dipangkuan Aldi, selain ia yang merasa bersalah Nadine juga nampak terharu karna kali ini ia dan Aldi benar-benar akan bersama
Aldi mengelus lembut punggung Nadine lalu memegang lembut wajah nya
"Udah yah, jangan nangis" ucap Aldi lembut
Aldi mengusap lembut air mata di pipi dan sudut mata Nadine
"Nah, kalo ngga nangis gini kan tambah cantik" goda Aldi
Nadine merasa malu, langsung saja kembali memeluk Aldi agar Aldi tidak terus melihat wajah nya
"Hahaha" tawa Aldi
"Kamu malu yaa" terus Aldi
Nadine menggelengkan kepala nya
"Jangan bohong, wajah mu merah tadi" goda Aldi
Nadine tidak menggubris ucapan Aldi, Nadine menyenderkan kepala nya pada leher Aldi
"Aku udah ngga sabar buat terus lanjutin perjodohan ini dan menikah" ucap Aldi
Hening
Tidak ada jawaban apapun dari Nadine
__ADS_1
"Nad?" panggil Aldi
"Sayanggg" panggil Aldi pelan
Aldi menarik tubuh Nadine, dan terlihat Nadine yang terlelap dalam pangkuan nya
"Hahaha, ternyata tidur"
Sebelum kembali membenarkan posisi Nadine tidur, Aldi mencium lembut kening dan kedua pipi Nadine. Ia masih sangat rindu dengan wanita dipangkuan nya ini, lalu kembali memeluk nya
****
Gusti merebahkan tubuh nya lelah, pertemuan malam ini tidak seperti yang ia bayangkan
Bayangan nya Nadine akan tersenyum bahagia melihat ternyata yang akan dijodohkan dengan nya adalah Aldi
Tapi nyatanya, tidak ada senyum sedikitpun yang terukir diwajah Nadine
Gusti melirik jam dinding, waktu sudah menunjukan pukul 12:16 sudah sangat larut malam, tapi Nadine tak kunjung pulang
Gusti mulai panik, dengan cepat mencari kontak handphone Nadine dan coba menghubungi nya
Terdengar suara operator, Dengan cepat juga Gusti mencari kontak nomor Aldi
"Nomor yang anda tuju salah"
Drettttt.....dretttt
Handphone Gusti bergetar, terlihat nama Shilla yang tertulis dilayar handphone nya
"Hallo Gus" terdengar suara Shilla dari dalam telfon
"Hallo kak"
"Aldi ada di apart lo?" tanya Shilla
"Ngga ada kak, Nadine juga ngga ada. Nomornya tidak bisa dihubungi"
"Waw kemana mereka? apa mungkin ke hotel sebelum waktunya? haha" ucap Shilla diakhiri dengan tawa nya
__ADS_1
"Ngaco aja lo kak, lo tau ngga mereka dimana?" tanya Gusti kembali panik
"Ya kalo gua tau ngapain gua telfon lo dodol"
"Trus dimana dong, gua cari kemana? udah malem gini" tanya Gusti bingung
"Feeling gua si mereka menyelesaikan hal yang belum selesai, lo ga liat tadi ekspresi Nadine. Kayaknya si mereka lagi berantem" ucap Shilla
"Iya juga sih, cuma udah larut gini kak. Gua jadi khawatir" terus Gusti
"Aldi juga gabisa dihubungi, coba lo cek apartemen nya" terus Shilla
"Oke sebentar gua cek ya"
Gusti mematikan telfon nya, dan berlalu keluar apartemen
Setelah sampai didepan pintu apartemen Aldi, Gusti kembali menelfon Shilla
*Tutttt...tuttt
"Hallo*"
"Password nya apa nih? udah ganti lagi ya" tanya Gusti
"Password nya 12***"
Ceklekkk*
Pintu apartemen Aldi terbuka, Gusti mulai memasuki apartemen Aldi. Baru saja memasuki apartemen Aldi, langkah Gusti terhenti
Begitu terkejut Gusti melihat pemandangan dihadapan nya
.
.
.
****
__ADS_1