
****
"Bagaimana kabarmu nak" tanya wanita paruh baya dengan baju gamis hitam ciri khas nya dan hijab hitam yang menutupi rambutnya
Gusti tersenyum senang melihat wanita dihadapan nya ini, wanita dihadapaan nya ini adalah bunda Aldi yaitu Bunda Farrah dengan mata elang nya yang sangat mirip dengan Aldi.
"Baik ibu, bagaimana kabar ibu" tanya Gusti kembali
"Ibu baik nak" jawab bunda Farah dan memeluk Gusti
"Bunda kangen sekali sama anak bunda yg satu ini" terus bunda memeluk Gusti
Gusti hampir saja meneteskan air matanya terharu, pasalnya bunda Aldi sudah ia anggap sebagai bunda nya sendiri begitupun Bunda Aldi yg sudah menganggap Gusti sebagai anak nya karna kedekatan Aldi dan Gusti sedari kuliah.
"Aku juga bun, lama sekali bunda tidak pulang" jawab Gusti melepaskan pelulan nya
Bunda Farrah hanya bisa tersenyum malu mendengar ucapan Gusti.
masih dengan senyuman nya, Gusti menuntun bunda Farrah menghampiri Aldi.
Bunda Farrah terdiam memegang tangan Aldi dan menatap Aldi yang masih tertidur pengaruh obat yg ia minum.
"Nak, bunda pulang. Cepatlah pulih" lirih bunda Farrah dengan mata yg sudah berkaca-kaca
Bunda Farrah yang mendengar kabar Aldi sakit langsung saja meninggalkan pekerjaan nya dan kembali ke kota Apel ini. Walaupun terbilang Aldi sakit ringan, tapi tidak bisa dipungkiri bunda Farrah sangatlah cemas dan khawatir pada Aldi terlebih Aldi adalah tipe orang yang sangat jarang sekali sakit.
"Maafkan aku bu" ujar Gusti menunduk
Bunda Farrah terkejut mendengar ucapan Gusti dan melihat Gusti
__ADS_1
"Ada apa nak" tanya Bunda Farrah
Gusti menuntun Bunda Farrah duduk di sofa dan menceritakan tentang hubungan Aldi dan Nadine adiknya begitupun dengan permintaan pak Abraham padanya.
bunda Farrah mengangguk mengerti, ia juga tidak bisa berbuat apa-apa karna itu adalah sebuah janji pak Abraham pada teman nya.
****
5 hari kemudian
Berkali-kali saat Aldi sudah mulai pulih menanyakan Nadine pada Gusti, Gusti hanya bisa menjawab bahwa Nadine saat ini sedang fokus dengan PKL nya.
Gusti selalu menemani Aldi diapartemen nya sejak Aldi pulang dari rumah sakit, sesekali ia kembali ke apartemen hanya untuk berganti baju atau mengambil barang nya.
Aldi mulai menjalani hari-hari biasanya, dan hari ini Aldi memutuskan untuk kembali bekerja diperusahaan ayahnya itu. Pak Abraham selalu meminta Aldi istirahat saja terlebih dulu, tapi Aldi menolak dengan alasan bosan dan juga sudah merasa sehat kembali.
Padahal Aldi hanya ingin menyibukan dirinya kembali agar tidak melulu mengingat Nadine yang begitu saja meninggalkan nya. Dan hingga detik ini juga Aldi belum mengetahui tentang perjodohan nya dengan anak teman ayah nya.
"Aldiiiii" teriak Gusti yang melihat Aldi mau memasuki ruangan nya
"Ko lu kerja, balik sana istirahat" pinta Gusti cemas pada Aldi
"Yahelah lebay banget si lo, gua udah sehat gini. Yu masuk, kasih tau gua gimana perkembangan proyek kita" jawab Aldi lalu memasuki ruang kerja nya
"Gua keruang pak Abraham dulu" ujar Gusti berlalu pergi
Aldi mengangguk dan duduk dikursi empuk yang membuatnya nyaman saat bekerja dan mulai membuka file dan juga mengecek email nya.
****
__ADS_1
Gusti melangkah cepat keruangan pak Abraham, pasalnya sudah 20 menit yg lalu pak Abraham memanggilnya saat ia sedang di toilet.
Tookkk..tokk.tokkk
"Masuk"
Gusti melangkah masuk keruangan yang besar milik pak Abraham dan menghampiri meja kerja pak Abraham
"Ini perkembangan proyek baru kita pak, dan soal keuangan hari ini akan saya bicarakan dengan Aldi" ujar Gusti sambil menunjukan gambaran proyek didalam iPad nya
"Aldi sudah masuk kerja?" tanya pak Abraham
"Iya pak" jawab Gusti
"Dasar anak itu"
Gusti mulai memperesentasikan struktur dan manajemen dari proyek yg sedang dikerjakan nya pada pak Abraham sebelum memperesntasikan nya dengan client.
"Nak Gusti" panggil pak Abraham membuat Gusti menghentikan presntasi nya
"Iya pak"
"Saya mohon tolong bantu saya" pinta pak Abraham dengan pelan
"Soal apa pak" tanya Gusti pelan dengan bingung
"Tolong bantu saya agar Aldi mau saya jodohkan dengan putri teman saya" ujar pak Abraham
"Apaaaaaa Ayah" teriak Aldi yang sedang berdiri didepan pintu
__ADS_1
Pak Abraham dan Gusti terkejut melihat Aldi yang sudah berada didalam ruangan pak Abraham dan ternyata Aldi juga mendengar pembicaraan Gusti dan Pak Abraham
****