
****
Gusti terkejut saat Aldi memanggil nama adiknya.
"Nadine?" sahut pak Abraham
"Siapa dia?" tanya pak Abraham
Gusti terdiam bingung, apa yang harus ia jawab.
"Hmmm, dia adik saya pak" jawab Gusti menunduk
Pak Abraham mengangguk mengerti, kemudian diam memperhatikan Aldi yang wajah nya begitu pucat.
"Apakah Aldi memiliki hubungan dengan adik kamu?" tanya kembali pak Abraham
"Hmm, iya pak" jawab Gusti dengan pelan
Gusti memejamkan matanya, menarik nafas berusaha menghilangkan kegugupan nya dan berusaha menerima jika pak Abraham marah.
Hening, tidak ada satu katapun yang terdengar oleh Gusti. Gusti kembali membuka matanya dan melihat ke arah pak Abraham, pak Abraham nampak diam memperhatikan Aldi dengan diam dan mengelus lembut rambut Aldi.
"Nak Gusti" panggil pak Abraham
"Saya tidak akan menjodohkan Aldi jika saya tidak mempunyai janji, mohon maaf nak. Sampaikan salam maaf saya pada Nadine adikmu, jika Aldi harus saya jodohkan. Karna memang janji adalah hutang" ujar pak Abraham dengan nada sendu nya
Gusti terdiam haru, terlihat sekali dari raut wajah pak Abraham jika ia sedang sedih.
"Baik pak, saya juga memohon maaf atas kejadian ini" terus Gusti
pak Abraham mengangguk
"Baiklah, saya pamit menjemput bunda Aldi terlebih dulu di bandara ya. Nak Gusti jangan lupa untuk beristirahat, dan jangan pikirkan pekerjaan. Sekali lagi saya berterimakasih sekali dengan nak Gusti. Dan jangan lupa, sampaikan permintaan maaf saya pada nak Nadine" lanjut pak Abraham sambil melihat jarum jam yang menempel dipergelangan tangan nya
__ADS_1
"Baik pak" jawab Gusti
Pak Abraham berlalu pergi meninggalkan kamar inap Aldi dengan kedua bodyguard nya.
Gusti kembali merebahkan badan nya, dan membuka handphone nya. Lalu mencari nama Nadine dan melfon nya
Tuttt....tuttt..tuttt
"Hallo kak"
"Hallo ade, lagi ngapain" tanya Gusti
"Lagi tiduran aja nih, baru pulang PKL"
Gusti dan Nadine mulai berbincang hangat, Nadine bercerita hari ke 2 nya menjalankan PKL (Praktek kerja lapangan) yang pasti dilakukan oleh siswa/i smk saat duduk dikursi kelas 11.
Nadine yang setelah sampai ke Ibu Kota, tidak mengetahui nya jika Aldi mencari nya saat dibandara hingga saat ini sakit.
Gusti dengan berat hati sengaja tidak memberi tahu Nadine, dengan alasan tidak ingin mengganggu konsentrasi Nadine saat PKL dan juga khawatir Nadine tidak bisa moveon.
"Aku belum lagi ketemu Alam kak, kita sama-sama sedang PKL. tapi Vira bilang, Alam sudah mempunyai pacar baru" jawab Nadine menceritakan pada kakak nya
"Baguslah" jawab Gusti
"Ada apa kak? seperti ada yg ingin kakak bicarakan" tanya Nadine
"Ayah Aldi menitipkan salam maaf untukmu" terus Gusti
Hening, tidak ada jawaban apapun dari Nadine
"Dek?"
"Hallo"
__ADS_1
"Ade?" panggil Gusti
"Hmm iya kak" jawab Nadine terkejut
"Kak, apakah ayah kak Aldi tahu hubungan aku dan kak Aldi?" tanya Nadine dengan pelan
"Iya dek" jawab Gusti
"Kak, aku harus bagaimana. Gimana kalau sampai ayah kak Aldi marah lalu pecat kakak" ujar Nadine khawatir
"Gapapa dek, sekarang kamu do'akan Aldi yah. Agar dia cepat sembuh" jawab Gusti lirih
"Kak Aldi sakit kak?" tanya Nadine kembali
"Iya de"
Tokk tokk tokk
Ketukan pintu kamar inap Aldi menghentikan pembicaraan Gusti, Gusti langsung mematikan handphone nya dan membuka pintu kamar
Gusti membuka pintu dan terlihat wanita yang begitu cantik yang memiliki mata arabian keturunan nya, dengan beberapa kantong makanan yg yg ia pegang di tangan nya.
"Ibuu" sahut Gusti terkejut
****
.
.
.
.
__ADS_1
Salam maaf dari author yg sudah sangat lama ini tidak update 🤗