
..."Semesta seluas itu, tapi mau ku cuma kamu."...
...-Aldi Rizki -...
****
Aldi memasukan kembali Handphone nya kedalam saku celana, dan membantu Nadine untuk memilih makanan yang akan mereka beli, dan Sesekali Nadine dan Aldi bercanda.
Setelah selesai memilih macam-macam cemilan dan makanan instan, mereka kemudian membayarnya.
"Sebentar kak" ucap Nadine tiba-tiba dan menghentikan langkah kaki Aldi yang sedang mendorong troli
"Aku pengen foto kakak, boleh?" tanya Nadine
"Boleh dong" jawab Aldi tersenyum, kemudian bergaya sambil memegang troli
"Jangan gaya, nunduk aja hehe" ucap Nadine sambil di iringi tawaan kecilnya
"Oke oke" jawab Aldi pasrah, kemudian menundukan kepala nya
Cekrekk
Nadine tertawa pelan melihat hasil fotonya, Aldi benar-benar menuruti perkataannya untuk menunduk
"Aku mau kirim ke group kak, mereka kepo aku lagi sama siapa hehe" terusterang Nadine
"Wah group apa?" tanya Aldi penasaran
"Group yang isinya aku, Vira , dan Amel saja hehe" jawab Nadine
"Yaah, aku pikir mau dijadikan stories instagram atau wa gitu" ucap Aldi
"Hmm, nanti ya kita foto-foto lagi" jawab Nadine
Aldi mengangguk setuju dan kemudian kembali melangkahkan kakinya menuju kasir di ikuti Nadine
"Aku yang bayar ya" ucap Aldi
"Jangan kak, ini kak Gusti udah kirim uangnya ko ke aku" tolak Nadine
"Gapapa aku aja" paksa Aldi
"Gausah kak" tolak Nadine
"Gapapa pokoknya aku aja" paksa lagi Aldi
"Gamau, pokoknya aku gamau" tolak kembali Nadine
__ADS_1
"Ini mba, bayarnya pake kartu saya" ucap Aldi memberikan kartunya pada kasir
"Eh gausah, jangan mba. Ini pake punya saya" tolak Nadine kemudian mengambil kartu Aldi
Mba kasir hanya bisa menggeleng melihat mereka berdua dan orang-orang disekitar yang memperhatikan nya
"Nad, ko" ucap Aldi, belum selesai Aldi berbicara Nadine sudah memotong ucapan nya
"Kalau kak Aldi maksa, aku gamau lagi angkat telfon atau videocall kakak" tegas Nadine
Aldi yang tidak mau itu terjadi langsung mengambil katu nya dan menyinpan nya kembali ke dalan dompetnya
"Pake punya Nadine aja mba ya, jangan punya saya. Bahaya, Bahaya sekali" ucap Aldi pada mba kasir, yang membuat mba kasih terkekeh begitupun dengan Nadine
Setelah selesai membeli makanan, Nadine dan Aldi langsung menuju ke lantai 16. Tepatnya disanalah Apartemen Aldi dan Gusti yang bersebelahan.
Aldi memang sejak sekolah selalu mandiri dari sekolah ia lebih milih tinggal dikosan, dan saat kuliah ia tinggal di apartemen ini. Hingga kenal dengan Gusti, ia mengajak Gusti untuk pindah Apartemen dengan alasan agar dekat dengan nya dan gampang jika ingin bermain ps bareng.
Tingg.
Setelah pintu lift terbuka, dan menunjukan mereka sudah berada di lantai 16. Aldi menggandeng Nadine menuju apartemen Gusti
Aldi menekan 6 digit password pintu apartemen Gusti, Aldi yang sangat sering datang ke apartemen Gusti membuat Gusti memberikan password nya pada Aldi. Karna Gusti selalu merasa pegal dan capek membukakan pintu untuk Aldi yang terus terusan datang bulak balik ke apartemen nya.
Saat pintu terbuka, Nadine sedikit terkejut dengan isi apartemen kakak nya ini yang lumayan besar untuk hanya di isi dengan sendiri saja, yang memiliki 2 kamar didalam nya.
"Eh udah datang" ucap Gusti yang hanya menggunakan handuk dipinggang nya
"Kamar kamu yang disana ya, koper kamu juga udah dikamar" ucap Gusti menjnjuk kamar yang letaknya tidak jahh dari ruang tv
"Oke" jawab Nadine sambil menyandarkan tububnya pada sofa
"Kakak mandi dulu yah" ucap Gusti
Nadine mengangguk kemudian memejamkan matanya.
Aldi yang baru saja dari dapur, melihat Nadine yang sedang duduk disofa dengan memejamkan matanya. Kemudian menghampirinya
Aldi mengelus lembut rambut Nadine
Nadine yang merasa terganggu, membuka matanya. Terlihat Aldi yang sedang menatap nya dan mengelus rambutnya
"Capek yah" tanya Aldi, dengan tangannya yang masih mengelus lembut rambut Nadine
Nadine mengangguk mengiyakan
"Sana istirahat, besok masih ada waktu aku libur. Besok kita main yah" ucap Aldi tersenyum
__ADS_1
"Janji" pinta Nadine sambil menyodorkan jari kelingkingnya
"Janji" jawab Aldi tersenyum dan mengaitkan jari kelingking nya pada jari Nadine
Nadine melangkah menuju kamar nya, dan kemudian beristirahat. Begitupun Aldi setelah mengambil tas nya dari kamar Gusti kemudian keluar dari apartemen Gusti dan menuju apartemen nya
****
Matahari sudah mulai menerangi, cahanyanya menyelinap dari gorden-gorden kamar. Begitupun di dalam kamar Nadine.
Nadine terbangun dari tidur nya, setelah menunaikan sholat subuh Nadine kembali tidur. Sedangkan Gusti sejak dini tadi sudah pamit akan survey ke berbagai tempat untuk mengembangkan properti.
Nadine merapikan tempat tidur nya, kemudian menuju dapur dan mulai membuat omelette untuk sarapan nya.
Titt titt titt
Terdengar suara seseorang yang sedang menekan password pintu, Nadine mulai terkejut. Tidak mungkin itu Gusti, karna Gusti udah pergi.
Dengan tenang Nadine mengintip ke arah pintu melihat siapa yang datang, ternyata Aldi dengan masih memakai celana pendek nya.
"Iiihh kak Aldi" teriak Nadine pada Aldi
"Iyaa kenapa" jawab Aldi santai tanpa bersalah
"Ngagetin aku aja, ku kira siapa" grutu Nadine
"Ini aku, lupa ya kalo aku tau passoword nya juga" ucap Aldi
"hehehe" tawa Nadine malu
"Aku belum makan, sekalian ya buatin" pinta Aldi dengan kekehan, kemudian duduk dimeja makan sambil memperhatikan Nadine memasak
Setelah selesai memasak, Nadine menyiapkan nasi dan piring nya. Kemudian duduk dikursi samping Aldi
Nadine mulai menuangkan nasi ke piringnya, dan omelette buatan nya tadi.
Aldi terdiam memperhatikan Nadine
"Ayo kak makan" ajak Nadine yang heran melihat Aldi malah memperhatilannya
"Aku mau nya satu piring berdua sama kamu hehe" pinta Aldi, kemudian menggeserkan kursinya agar lebih dekat dengan Nadine
Nadine hanya bisa menggelengkan kepala nya, kemudian menambahkan kembali nasi dan omelette ke piring nya untuk Aldi
Saat Nadine mulai menyuapkan kemulutnya, ia kembali heran melihat Aldi yang malah terdiam memperhatikannya.
"Mau disuapin?" tanya Nadine
__ADS_1
Aldi mengangguk tersenyum, kemudian Nadine menyuapkan nasi dan omelette pada Aldi
****