
****
Tokkk...tokkk...tokk
Aldi mengetuk pintu ruangan ayah nya
"Masuk"
Setelah dipersilahkan Aldi mendorong knop pintunya, terlihat Abraham yang sedang duduk sambil membuka-buka lembaran dokumen ditangan nya.
Aldi hanya diam, duduk disofa sebrang meja kerja Abraham
"Bagaimana hubunganmu dengan Nadine?" tanya Abraham yang masih memperhatikan dokumen ditangan nya
Aldi hanya diam tidak menjawab pertanyaan ayah nya, menurut nya tanpa menjawab pertanyaan sang ayah. Ayah nya pasti tahu bagaimana hubungan nya dengan Nadine saat ini
"Ayah mengizinkan kamu untuk berhubungan dengan Nadine"
Aldi terkejut mengrenyitkan dahi nya, menahan senyum senang nya karna merasa malu di depan ayah nya
Tak sabar untuk menghubungi Nadine, Aldi langsung melangkah keluar ruangan ayah nya. Saat sampai di pintu, Abraham kembali berbicara menghentikan langkah Aldi
"Dengan syarat kamu harus menerima perjodohan ini, sampai nanti kamu bertemu nya saat acara lamaran" terus Abraham
Tanpa menghiraukan ucapan Abraham, Aldi berjalan keluar ruangan menuju ruangan nya. Tak sabar untuk menghubungi Nadine
Saat perjalanan Aldi nampak tersenyum lebar, bahkan staf-staf dan karyawan lainpun nampak heran melihat Aldi yang tidak seperti biasanya di hari pertama nya kembali ke kantor ini
Vita nampak tersenyum melihat Aldi berjalan, ia fikir Aldi tersenyum untuk nya. Tapi ternyata Aldi melewati nya bahkan sama sekali tidak melihat padanya
Aldi langsung masuk ke dalam ruangan nya, duduk disofa dan mengeluarkan handphone nya lalu mencari kontak Nadine
*Tutttt...tuttt
"Hallo*" ucap Nadine dalam telfon
"Hallo mentari"
"Kak Aldiii" pekik Nadine terkejut
"Iya ini aku"
__ADS_1
"Ada apa yah kak" tanya Nadine bingung
"Malam nanti kita bertemu yah, ada yang mau aku bicarakan"
"Aku gabisa keluar malam kak"
"Yasudah ketemu diapartemen aku saja yah"
"Baiklah"
"Sampai bertemu mentariku"
Nadine mematikan sambungan telfon nya, terdengar suara Nadine yang begitu jutek pada Aldi. Tapi Aldi tidak menghiraukan nya
Tokkk..tookk..tokkk
"Masuk"
Vita datang menghampiri Aldi yang sedang duduk disofa, Aldi melihat ke arah pintu memastikan siapa yang datang kemudian langsung kembali memalingkan wajah nya pada handphone saat tau Vita lah yang datang.
Vita dengan pelan Vita berjalan menghampiri Aldi, dan duduk disebelah nya.
"Ada Apa" tanya Aldi yang masih memalingkan wajah nya ke handphone memeriksa beberapa email masuk
"Silahkan"
Vita menggeserkan duduk nya semakin dekat dengan Aldi, bahkan jaraknya dengan Aldi hanyalah 1 cm.
Aldi yang merasa risih, menjauhkan duduk nya dari Vita menahan amarah nya. Tapi Vita kembali mendekati Aldi, Aldi yang sudah duduk diujung kursi tidak bisa berbuat apa-apa karna sofa diruangan nya hanya ada 1 saja.
Vita mulai menjelaskan beberapa hal yang terjadi saat Aldi tidak datang ke kantor, begitupun dengan Aldi yang berusaha profesional mencoba memperhatikan berkas yang ada ditangan nya.
Semakin lama, tubuh Vita terasa semakin menempel pada Aldi. Sudah tidak kuat lagi, Aldi menghentikan ucapan Vita.
Aldi bangkit dari duduk nya.
"Sudah Vita, silahkan keluar" Ucap Aldi geram menahan amarah nya
Dengan bingung, Vita berjalan keluar dari ruangan Aldi dengan raut wajah yang terlihat kecewa
Aldi langsung memencet beberapa digit nomor dan menelfon nya
__ADS_1
"Bu Dinda, tolong ke ruangan saya" ucap Aldi pada Bu Dinda HRD di kantor ini
Aldi kembali menghempaskan tubuh nya disofa memijat pelan kening nya, menetralisir segala amarah nya karna perilaku Vita yang kurang sopan
Tokkk..tokk...tokkk
"Masuk"
Bu Dinda masuk dan berdiri dihadapan Aldi, Aldi bangit dari duduk nya dan duduk di kursi kerja nya dengan Dinda yang duduk di kursi depan meja Aldi
"Tolong ganti sekertaris saya bu Dinda" pinta Aldi
"Saya ingin laki-laki saja" lanjut Aldi
"Mohon maaf pak Aldi, untuk saat ini hingga 2 tahun kedepan Vita belum bisa untuk digantikan dari posisinya. Karna sudah tanda tangan kontrak" jawab Dinda
Aldi menghembuskan kasar nafasnya, memijat pelat kening dan pelipis nya.
"Kalau boleh saya tahu, kenapa pak Aldi ingin menggantikan nya?" tanya Dinda ragu
"Tidak sopan dia" jawab Aldi kesal
Dinda nampak terkejut mendengar jawaban Aldi, pasalnya hari ini adalah hari pertama Aldi bertemu Vita. Aldi sudah menilai Vita tidak sopan dihari pertamanya, menandakan Aldi benar-benar tidak menginginkan keberadaan Vita.
"Yasudah, tolong sampailan pada Vita ganti sofa di ruangan saya. Simpan 2 atau 3 sofa diruangan saya" pinta Aldi
"Baik pak, nanti saya sampaikan" jawab Dinda
"Yasudah, bu Dinda bisa keluar"
Dinda keluar, dan mengajak Vita untuk ke ruangan nya.
Saat sampai diruangan nya, Dinda menegur Vita yang bersikap tidak sopan pada Aldi. Dan mengingatkan kembali untuk tidak memakai baju yang begitu ketat dan kecil terlebih pakaian yang saat ini Vita gunakan begitu ketat hingga terlihat sekali bokong nya
Bu Dinda sudah langsung menangkap alasan Aldi meminta Vita digantikan setelah melihat pakaian yang Vita kenakan.
.
.
.
__ADS_1
****