
****
Nadine memandang wajah nya dari pantulan cermin, dengan dibalut gaun hitam yang begitu sederhana dengan riasan tipis diwajah nya yang menutupi mata nya yang sedikit bengkak.
Sedari kemarin rasanya Nadine tak karuan, setelah ia tahu benar akan dikenalkan dengan anak teman ayah nya itu. Walaupun ia sudah bertekad akan menerima nya tapi soal hati semua tidak bisa dibohongi, dalam hati nya masih tersimpan rapih nama Aldi seorang
Berkali kali ia menampar pipinya agar segera bangkit dan sadar untuk melupakan Aldi, tapi hatinya selalu berkata lain
Tokkk..tokkk..tokk
Terdengar ada yang mentuk pintu kamar nya, Nadine menarik nafas nya dan mengelap air mata yang masih tersisa disudut matanya
"Iyaa sebebtarr" teriak Nadine
Ceklekk
Pintu terbuka lebar, terlihat Gusti dengan pakaian casual nya
"Sudah siap dek?" tanya Gusti
Nadine mengangguk mengiyakan
"Sudah kak, aku ambil tas dulu" jawab Nadine dan berlalu pergi mengambil tas nya
Gusti tersenyum melihat adiknya, ia tak sabar melihat senyum yang kembali terukir dibibir adiknya saat malam ini. Pasalnya sudah beberapa hari ini ia melihat Nadine begitu murung bahkan jarang sekali berbicara
"Ayo kak" ajak Nadine yang sudah rapi dengan tas dan sepatunya
__ADS_1
Gusti dan Nadine berjalan beriringan menuju basement apartemen.
Nadine dan Gusti memasuki mobil hitam yang terlihat begitu menawan, Gusti mulai menjalankan mobil nya menuju
"Ohiyaa ayah kak, ayah dimana?" tanya Nadine saat dalam perjalanan
"Kita bertemu ayah direstaurant yah" jawab Gusti
Nadine mangangguk mengerti dan kembali melihat lalu lalang kendaraan dihadapannya
25 menit berlalu diperjalanan, Gusti memarkirkan mobil nya di restaurant mewah yang berada dipusat kota. Terlihat mobil putih milik ayahnya sudah terparkir rapih dihadapannya, menandakan sang ayah sudah datang
Nadine membuka pintu mobil, melihat gemerlap lampu yang begitu indah menghiasi parkiran restaurant ini
"Ayoo dek" ajak Gusti
Tanpa menjawabnya, Nadine berjalan menghampiri Gusti yang sudah berjalan terlebih dahulu
Saat sampai atas Nadine dan Gusti disambut dengan 4 pelayan
"Selamat malam, apakah sudah booking?" tanya seorang wanita salah satu pelayan itu
"Sudah, atas nama Gusti" jawab Gusti
Pelayan itu mengangguk dan membuka tab yang ada ditangan nya
"Baik pak, ruang vvip atas nama bapak Gusti berada dipojok sana. Mari saya antar"
__ADS_1
Gusti dan Nadine mengikuti pelayan itu, hingga pelayan itu berhenti di depan pintu yang cukup besar berwarna coklat
"Ini ruangan nya pak, silahkan masuk. Jika ada yang mau dipesan boleh pencet tombol hijau yang berada di dinding yah" jelas pelayan dan berlalu pergi
Gusti mulai mendorong knop pintu itu, dan terbukalah pintu
Nadine tercengang melihat isi ruangan itu, bukan design nya yang terlihat bagus dan mewah tapi isi orang yang didalam nya
Nadine nampak diam dipintu, memastikan yang ia lihat
"Ayo dek duduk" ajak Gusti
Nadine duduk dikursi tepatnya samping Gusti, jantungnya berdegup begitu kencang melihat seseorang dihadapan nya.
Seseorang yang sudah beberapa hari ini menghilang begitu saja tanpa kabar, siapalagi kalau bukan Aldi.
Mata Nadine dan Aldi saling bertemu, menghiraukan oranglain yang ada didalam ruangan itu
Aldi tersenyum manis pada Nadine, berbeda dengan Nadine. Tidak ada senyum yang terukir sedikitpun diwajah nya, entah apa ekspresi Nadine saat ini. Dan entah bagaimana perasaan nya saat ini melihat Aldi, marah kesal sedih senang begitu jadi satu
.
.
****
Mohon maaf semuaa, author lama sekali ngga update, author saat ini lagi hamil muda dan jarang sekali kuat buat main handphone berlama-lama. 🙏
__ADS_1
Semoga kedepannya bisa terus lanjut update setiap hari yah 🙏
much love, author 🌹