Kekasih Hatiku

Kekasih Hatiku
Chapter 12


__ADS_3

..."Tau, apa yang lebih buruk dari patah hati? Mencintai namun bertahan untuk tidak mengungkapkan"...


...- ALDI RIZKI*-...


****


Nadine terdiam, ia merasa bingung tak mengerti maksud Aldi. Apa Aldi serius mengucapkannya, atau sekedar candaan nya saja.


"Nad, hey" ucap Aldi memanggil Nadine yang melamun


"Eh iya kak" jawab Nadine terkejut


"Are u oke?" tanya Aldi yang melihat Nadine tiba-tiba diam


"Gapapa kak" jawab Nadine tersenyum


"Udah sore nih kak, pulang yu" ajak Nadine langsung berdiri seperti orang yang tiba-tiba tidak nyaman


Aldi terdiam melihat Nadine yang tiba-tiba terlihat aneh. Aldi kembali mengurungkan niatnya untuk mengungkapkan isi hatinya


"Ayo" jawab Aldi kemudian berdiri mengikuti Nadine


Hening, Tidak ada pembicaraan apapun diantara Nadine dan Aldi saat diperjalanan hingga sampai di kosan. Saat sampai di kosanpun Nadine langsung menuju kamar nya, begitupun Aldi


****


Ke esokan hari


Berbeda dari biasanya, kali ini Nadine menggunakan masker ke sekolah untuk menutupi luka dipipi nya yang masih diperban.


Seperti biasa Nadine membawakan sarapan yang ia buat untuk kedua satpam gerbang sekolah, menu pagi ini yang ia bawakan hanyalah omelette dan nasi putih. Setelah memberikan pada satpam digerbang, Nadine langsung masuk ke ruang kelas nya


Berbeda dengan Gusti dan Aldi, pagi ini tepatnya pukul 06.20 mereka masih terlelap. Nadine sudah beberapa kali mengetuk pintu kamar yang Gusti dan Aldi tempati dan memanggilnya, tapi tak kunjung juga ada yang membukakan pintu ataupun menjawab. Hingga akhirnya Nadine pergi ke sekolah.


Gusti diundang untuk datang ke sekolah pukul 11, tepatnya saat jam ulangan semester akhir telah selesai.


Bel jam pelajaran pertama telah berbunyi, semua siswa/siswi masuk ke ruang kelas masing-masing. Dan mulai mengerjakan soal ulangan.


Tepat pada pukul 09.00 Bel istirahat kembali berbunyi, menandakan waktu mengerjakan soal ulangan jam pertama telah selesai.


saat jam istirahat Nadine duduk terdiam dikelas nya, ia memikirkan ucapan Aldi kemarin dan mengira-ngira apa Aldi serius mengucapkan itu padanya.


"Nad" panggil Amel dan Vira yang sudah berada didepan pintu membuyarkan lamunan Nadine

__ADS_1


"Kekantin yu, laper nih" ajak Vira


Nadine mengangguk setuju


Saat sampai dikantin, semua mata tertuju pada Nadine. Semua merasa kasihan pada Nadine yang selalu dimaki-maki Alam bahkan ditempat umum sekalipun, berita tentangnya dan Alam kemarin sudah terdengar ke seluruh isi sekolah mereka bahkan nama Nadine dan Alam menjadi bahan perbincangan wali-wali murid di wahtsapp group.


Nadine tidak memperdulikan nya, setelah memesan dan membayarnya Nadine dan teman nya duduk di kursi pojok tempat biasa mereka makan.


"Nad, Alam ngga masuk tau" ucap Amel


"Apa jangan-jangan dia di skors" lanjut Amel


"Masa sih" ucap Vira


Nadine hanya diam mendengarkan teman-teman nya mengira-ngira soal Alam yang tidak masuk, Nadine pun tidak tahu kenapa Alam tidak masuk hari ini. Pasalnya biasanya Alam yang terus-terusan menelfon nya, kali ini tidak ada sama sekali miscall ataupun pesan yang Alam kirimkan padanya


"Ini neng silahkan"


"Makasih bu"


Mereka mulai melahap abis Bakso yang dipesan nya, dan kemudian kembali keruangan masing-masing.


Setelah pelajaran kedua selesai, semua berhamburah keluar kelas begitupun Nadine. Nadine yang mengetahui kakak nya akan datang memenuhi uandangan sekolah menunggu kakak nya di lobby sekolah


"Ohiya bu, terimakasih ya" jawab Nadine tersenyum


Nadine menaiki tangga menuju ruangan pak Fajar BK disekolah ini, setelah sampai ia mengetuknya dan dipersilahkan masuk oleh pak Fajar. Nadine melihat kak Gusti dan Aldi yang sudah berada diruangan pak Fajar


"Nak Nadine, silahkan duduk" ucap pak Fajar


Nadine mengangguk kemudian duduk di sofa ujung sebelah Aldi


Pak Fajar mulai berbicara, dan meminta maaf pada Gusti sebagai wali dari Nadine dan meminta maaf pada Nadine karna selama ini pak Fajar ataupun guru yang lain tidak pernah tau hal-hal yang sering Alam lakukan pada Nadine saat di lingkungan sekolah. Termasuk saat Alam memukul Nadine dihalaman belakang sekolah hingga membuat Nadine sakit di rahangnya dan tidak sekolah beberapa hari.


Gusti yang baru mengetahui semua yang terjadi pada Nadine selama ini, terkejut.


"Saya baru tahu semuanya yang Alam lakukan, saat mendapat laporan dari teman-teman kelas Nadine termasuk Fadli yang sering menyaksikan nya" ucap pak Fajar


Gusti diam menunduk, ia benar-benar merasa kesal dengan Alam.


"Saya benar-benar minta maaf atas nama sekolah karna kurang mengawasi kegiatan siswa/siswi disekolah ini terlebih pada Nadine ataupun Alam"


Tokk tokk tokk

__ADS_1


"Masuk" ucap pak Fajar


Ceklekk


"Permisi pak"


"Silahkan duduk" ucap pak Fajar mempersilahkan


Gusti melotot kesal dan memhembuskan nafasnya kasar saat melihat Alam datang, amarah nya begitu menggebu. Tapi ia menahan nya, karna masih berada dilingkungam sekolah.


Alam yang baru saja datang tanpa menggunakan seragam sekolahnya, nampak terkejut saat melihat Gusti dan Nadine juga berada diruang pak Fajar terlebih ada Laki-laki yang Alam pikir adalah selingkuhan Nadine


"Alam, sudah membaca apa yang saya suru kemarin?" tanya pak Fajar


"Sudah pak" jawab Alam


"Bacakan apa konsekuensi atas kesalahanmu" terus pak Fajar


Alam membacakan konsekuensi atas kesalahan nya, yang menyatakan bahwa ia dapat skors selama 2 bulan


"Karna setelah liburan uas ini angkatanmu akan melaksanakan pkl, jadi hukuman berlaku saat kamu duduk dikelas 12" lanjut pak Fajar


Alam mengangguk paham


"Sekarang kamu minta maaf pada Nadine dan wali Nadine" ucap pak Fajar


"Kak Gusti dan Nadine, saya meminta maaf atas segala perlakuan saya pada Nadine selama ini" ucap Alam


Gusti menghembuskan nafas nya kesal, ia melihat tidak ada rasa bersalah didalam wajah Alam.


Tak mau memperpanjang dan berurusan lagi dengan Alam, Gusti hanga mengiyakan saja begitupun dengan Nadine


****


Nadine merebahkan badan nya lelah saat sampai dikosan, ia merasa sangat senang karna akhirnya terlepas dari Alam.


Nadine melihat kembali gelang yang melingkar dipergelangan tangan nya, ia tersenyum tipis. Nadie tidak mengerti apa sebenarnya yang terjadi padanya dan Aldi, memang tidak bisa dipungkiri ia baru beberapa hari bersama ia sangat merasa nyaman bersama Aldi.


Nadine mengambil Handphone nya yang sedari tadi tidak ia buka di dalam tas, kemudian memfoto gelang yang Aldi berikan padanya. Kemudian mempostingnya di stories wahtsap


..."Hey, if this feels right. than show it"...


...(Hei, jika rasa ini benar. Maka tunjukanlah)...

__ADS_1


****


__ADS_2