Kekasih Hatiku

Kekasih Hatiku
Chapter 27


__ADS_3

****


Matahari sudah berlalu pergi, bergantikan rembulan yang mulai terhapus jejak nya oleh awan-awan hitam.


Nadine siap berjalan pulang menuju apartemen nya, seperti biasanya ia sangat menikmati perjalanan pulangnya dengan jalan kaki, dan juga karna memang jarak gedung stasiun televisi tempatnya pkl yang cukup dekat dengan gedung pencakar langit tempat tinggal nya saat ini.


Nadine tersenyum, melihat gemerlap lampu-lampu hias disisi jalan yang menghiasi ibu kota yang terlihat nan indah.


Langkah Nadine semakin cepat meneduh dihalte terdekatnya, saat air hujan sudah mulai membasahi bumi.


Hujan turun tanpa pertanda, dengan deras nya.


Nadine menyelinap masuk meneduh dihalte yang sudah cukup banyak orang yang juga sedang meneduh. Tangan nya mengusap-usap pelan lengan kanan dan kirinya mengharapkan hangat, walau hanya beberapa detik saja.


Walaupun dingin, tapi Nadine sangat menyukai hujan. Dengan tangan yg memeluk tubuhnya sendiri Nadine tersenyum melihat air hujan yang sudah membasahi seluruh jalanan.


"Sini" terdengar suara berat nan serak laki-laki yang sangat ia kenal, lalu menarik tangan Nadine


Nadine menoleh ke arah suara, ternyata sumber suara itu berada di sisi kanan nya. Laki-laki dengan sweater hitam yang tidak asing lagi untuknya sudah berada disisi kanan nya.


"Pasti dingin kan?" ucap nya lagi


"Biar hangat" lanjutnya tersenyum hangat, sambil memasukan tangan Nadine ke dalam saku sweater nya


Tanpa penolakan, Nadine hanya diam menurut mendapat perhatian kecil yang begitu manis dari seseorang yang sebenarnya sangat ia rindukan.


Walaupun tak bisa dipungkiri, Nadine begitu terkejut ada sosok laki-laki itu disini siapalagi kalo bukan Aldi Rizki, kekasihnya. Tapi dengan diam Nadine menutupi rasa penasaran nya itu.

__ADS_1


Nadine dan Aldi diam tenggelam dalam alunan rintik hujan.


"Mungkin ini hari terbaikku, Dalam sepiku, Dalam sedihku, kamu datang dalam hujan yang sangat aku sukai" ucap Nadine dalam hati sambil sesekali melirik Aldi


****


Hujan mulai reda, menyisakan gemercik kecil dan tanah yang basah.


Dan tak terasa juga sudah beberapa menit lama nya, Aldi dan Nadine hanyut dalam diam dan canggung dibawah deras nya hujan.


"Aku mau pulang" ucap Nadine sambil mengeluarkan tangan nya yg masih didalam saku sweater Aldi


Aldi dan Nadine berjalanan berdampingan, masih dengan kebisuan nya. Hingga tak terasa sudah sampai di aprtemen milik Nadine.


Nadine langsung saja memasuki kamarnya, di ikuti Aldi yang memasuki kamar tamu untuk membersihkan tubuhnya yang tadi sempat terkena hujan.


"Eh ade udah pulang" ucap Gusti yang baru saja keluar dari kamar nya


Nadine tersenyum dan mencium tangan kakak nya itu


"Pkl nya lancar de?" tanya Gusti sambil duduk di kursi samping Nadine


"Lancar kak, karna terlalu lancar sampai tidak sadar waktuku pkl sisa satu minggu lagi hehe" jawab Nadine


"Syukur deh"


"Yasudah, kakak masuk kamar dulu yah" lanjut Gusti yang dijawab dengan anggukan Nadine

__ADS_1


Aldi yang sedang membuat teh hangat di dapur, diam-diam memperhatikan Nadine dan tersenyum.


Setelah membuat teh hangat, Aldi menghanpiri Nadine di balkon aprtemen dan duduk di kursi sebelah Nadine.


"Nad, aku datang. Untuk pinta maaf yang begitu besar padamu" ucap Aldi dengan lirih dan menatap dalam manik mata Nadine. Lalu meraih dan memegang tangan Nadine


Nadine terdiam kaku, jantungnya begitu berdebar saat Aldi menatap nya.


"Aku tidak tahu, takdir macam apa yang tercipta untuk kita. Ku mohon, maafkan segala ketidaktahuanku yang sudah melukai hatimu" ujar Aldi lirih


"Aku baru tau soal perjodohanku, dan bisa aku simpulkan hal itu jga yg membuatmu menjauh dariku. Sekali lagi, aku minta maaf" lanjut Aldi


"Tidak ada yg perlu dimaafkan kak, ini memang takdir untuk kisah kita" jawab Nadine tersenyum lembut pada Aldi


"Sekarang tugas kita hanya menyelesaikan hubungan ini, untuk kebaikan kita untuk kebaikan bersama" terus Nadine


Aldi mencium pelan tangan Nadine, dan mengusapnya. Mungkin ini adalah kali terakhir mereka bisa bersama, tidak untuk melupakan melainkan hanya untuk memendam rasa satu sama lain.


"May i hug you" tanya Aldi pelan


Nadine menangguk dan tersenyum mengiyakan, tanpa basa-basi Aldi menarik Nadine ke dalam pelukan nya. Mengikis jarak diantaranya, sambil meleus lembut helaian rambut Nadine yang sangat wangi strawberry ciri khas nya.


"Mungkin benar adanya, hidup adalah perkara merelakan. Nyatanya perasaan yang begitu dalam tidak selalu membuat takdir berpihak pada kita" lirih Aldi dalam pelukan Nadine, yang tidak sadar sudah meneteskan air matanya


Aldi semakin mengeratkan pelukan nya, begitupun Nadine.


"Walaupun kita sudah lagi tidak bersama, namun Do'aku masih sama. Semoga dimanapun kamu berada selalu dilingkupi bahagia" ucap Nadine dan kembali memeluk erat Aldi

__ADS_1


****


__ADS_2