
****
Nadine dengan semangat berjalan ke sekolah, kali ini yang ia bawa untuk satpam sekolah bukanlah nasi goreng. melainkan beberapa cemilan yang kak Gusti belikan, tidak lupa juga oleh-oleh untuk kedua sahabatnya
"Pagii pak Toni pak Budi" sapa Nadime tersenyum pada kedua satpam yang menjaga gerbang sekolah
"Pagi juga neng Nadine, eleuhh senyum nya seumeringah bangett" ledek pak Toni
"Hehe pak Toni bisa aja, ini pak kali ini bukan nasi goreng hehe" ucap Nadine sambil memberikan 2 kantong cemilan pada pak Toni dan pak Budi
"Aduuuh neng Nadine, makasih ya" jawab pak Toni
"Kemarin hari jumat siapa neng yang jemput" tanya pak Budi
"Oh itu, kakak aku pak namanya Gusti" jawab Nadine tersenyum
"Yaudah pak aku ke kelas dulu ya" Ucap Nadine lalu pergi menuju ruang kelas
****
Nadine membuka handphone nya lalu membuka situs website milik sekolah, memeriksa satu persatu absen kelas nya. nama nya tertulis terdapat di diruang 09 yang berarti Ujian akhir semesternya kali ini Nadine mendapat bagian di ruang 09.
Nadine memasuki ruang yang bertuliskan "Ruang 09" kemudian mencari namanya yang tertempel di deteran meja
"Yay ini dia" ucap Nadine dengan senang karna ia mendapatkan tempat duduk yang menempel pada dinding yang berada di baris ke 2
Satu persatu siswa/siswi memasuki ruangan nya masing-masing, masing-masing ruangan hanya berisikan 15 orang yang diatur secara acak jurusan nya
Nadine membuka Handphone nya dan mengaktifkan whatsapp, begitu banyak notifikasi pesan masuk dan panggilan tidak terjawab. Setelah sampai kosan kemarin Nadine yang merasa terganggu dengan notifikasi group dan Alam yang terus-terusan menelfon langsung menonaktifkan wahtsapp di Handphone nya.
Nadine terkejut saat melihat nomor baru yang mengirim pesan padanya, terlihat dari profile nya itu adalah foto Aldi. Baru saja mau membuka nya, bel sekolah berbunyi
Jam pelajaran pertama akan segera dimulai, harap siswa/siswi memasuki ruangan kelas masing-masing
__ADS_1
Nadine mamasukan kembali handphone nya ke dalam tas, dan mengeluarkan laptop dari tas. kemudian menggantukan tas di sisi meja
"Oke, sebelum memulai ulangan akhir semester mari kita membaca do'a terlebih dahulu menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdo'a dimulai" ucap bu Dilah, pengawas ruang 09 yang baru saja duduk dikursi depan
Setelah berdo'a siswa dan siswi mengerjakan beberapa soal ulangan dilaptop masing-masing. Hingga tidak terasa waktu jam pelajaran pertama telah selesai
Nadine tersenyum senang setelah mengerjakan soal kejuruan dengan pelajaran pemrograman dasar yang mempelajarai bagaimana membuat website dan sejenisnya
Semua berlalu berhamhamburan keluar kelas, begitupun dengan Nadine yang mau menemui Vira di ruang 05 tepatnya tidak jauh dari ruangan nya. ia mematikan laptop dan menutupnya.
Baru saja melangkah Alam datang dan menghampiri nya, Alam menatap Nadine tajam
"Semuanya, tolong keluar" ucap Alam berteriak membuat beberapa siswa/siswi yang masih didalam kelas kesal begitupun dengan Fadli teman kelas Nadine
"Jangan aneh-aneh lam, ada cctv" ucap Fadil pelan menghampiri Alam kemudian melangkah keluar kelas
Nadine tidak memperdulikan Alam dihadapan nya, ia melanjutkan langkah kakinya, tapi Alam menahan nya tanpa berbicara apapun
Setelah melihat ruang kelas yang kosong menyisakan Alam dan Nadine, Alam menutup pintu dan menguncinya.
"Ada apa?" tanya Nadine dengan pelan pada Alam
"Gausah banyak tanya deh, kenapa lo ngga angkat telpon gua? kenapa lo ngga balas pesan gua? Hah? Sibuk, iya? Sibuk sama selingkuhan lo itu? DASAR CEWEK MATRE" ucap Alam dengan nada yang begitu tinggi
Nadine hanya bisa terdiam melihat Alam dan meneteskan air matanya, ia sangat sakit hati Alam menyebutnya matre
"Jawab, jawab, Jawab B*ngs*t" terus Alam dengan mata yang melotot
Nadine hanya bisa terdiam dan menahan amarahnya
Alam melangkah mendekati Nadine, kemudian mencengkram kuat kedua pipi Nadine hanya dengan satu tangan nya.
Nadine meringis kesakitan karna kuku Alam menempel di pipi chuby nya dan terasa begitu perih
__ADS_1
"Baru kemarin gua mau minta maaf sama lu, tapi lu malah pergi sama si Gusti dan selingkuhan lu itu" ucap Alam kembali
Nadine masih terdiam dan menangis tanpa menjawab perkataan Alam
Alam melepaskan tangan nya pada Nadine, terlihat pipi kanan dan kiri Nadine yang berdarah tergores kuku Alam yang panjang.
Alam mundur satu langkah dari Nadine, dan
Plaakkk
Alam menampar tepat di sisi kiri pipi Nadine, membuat tangis Nadine semakin pecah. Saat melihat Nadine menangis Alam terlihat panik kemudian tertawa dengan keras.
Sedangkan Fadli yang melihat dari dari luar kelas langsung mencoba membuka pintu dengan kunci cadangan kelas yang ditangan nya, dengan keadaan yang tergesa-gesa tangan nya menjadi berkeringat dan licin saat membuka kunci
"Woy tolongin woyy" teriak Fadli pada Angga dan Bayu yang kebetulan lewat
Tanpa menjawab Angga dan Bayu menghampiri Fadli yang terlihat panik, kemudian Angga membantu membukakan kunci pintu kelas dan membukanya
Alam yang sedang tertawa dengan keras melihat Nadine yang menangis kesakitan sambil memegang kedua pipinya terkejut saat melihat Fadli, Bayu dan Angga yang tiba-tiba membuka pintu dan masuk
"Gila lo" ucap Fadli berteriak sambil melangkah mendekati Alam dan Nadine
Fadli mendekati Nadine dan merangkul nya untuk membawa Nadine ke uks
Sedangkan Angga dan Bayu yang terlihat bingung melihat Nadine menangis dan Alam yang tertawa. Mereka hanya bisa diam
"Alam, ikut saya keruangan sekarang" ucap pak Fajar guru BK dengan kencang yg tiba-tiba sudah berada di pintu kemudian berlalu pergi ke ruangan nya dengan langkah kaki yang cepat
"Haahhh b*ngs*t" ucap Alam dengan nada tinggi dan menendang meja, kemudian berlalu pergi ke ruangan pak Fajar
Brakkkkk
Angga dan Bayu yang masih bingung dengan keadaan itu hanya diam, kemudian membenarkan meja yang terjatuh oleh Alam.
__ADS_1
Pak Fajar yang sedang mengontrol kegiatan siswa/siswi saat jam istirahat di cctv terkejut saat melihat Alam menampar Nadine, kemudian langsung terburu-buru keluar ruangan nya dan menuruni tangga dengan cepat. Saat sampai di bawah, pak Fajar melihat Fadli yang sedang menggandeng Nadine menuju uks. Tanpa pikir panjang pak Fajar menghampiri langsung menghampiri Alam di ruangan 09
****