Kekasih Hatiku

Kekasih Hatiku
Chapter 22


__ADS_3

****


Fahri yang sedang bersantai dengan Daniel langsung terburu-buru menuju bandara.


Setelai sampai dan memakirkan mobil nya mereka langsung menuju restaurant jepang, mereka hafal betul dimana letak restaurant itu karna setiap kali mereka ke bandara pasti menyempatkan makan terlebih dulu disana.


Fahri dan Daniel melangkah masuk ke restaurant itu dan menuju Gusti yang dengan santai membakar daging diatas meja biasa di sebut Yakiniku.


"Kita panik, dia santai manggang dan makan" ucap Daniel membuat Gusti menengok ke arah sumber suara , ternyata Daniel dan Fahri sudah berada di belakang nya


Daniel dan Fahri menghampiri Gusti dengan Fahri yang duduk disebelan Gusti dan Daniel yang duduk di ujung meja dengan kursi tambahan, karna kursi panjang dihadapan Gusti digunakan Aldi yang tertidur.


"Tadi juga gua panik, tapi si Aldi gua kasih obat. Trus tidur deh" ujar Gusti yang masih memanggang daging tipis makanan khas jepang


"Syukur deh, udah minum obat" jawab Daniel


"Ko lu berdua bisa ada disini" tanya Fahri


"Gua abis anter Nadine balik, trus tiba-tiba Aldi dateng nyariin Nadine dengan keadaan sakit" jawab Gusti


"Jadi gimana hubungan mereka?" tanya kembali Fahri


Gusti menceritakan dengan jelas, bahwa Nadine memutuskan untuk menjauh dari Aldi.


Fahri mengangguk mengerti begitupun Daniel, Daniel baru saja mengetahui hal ini dari Fahri saat dirumah Fahri tadi.


Daniel memanggil pelayan, dan memesan kembali makanan untuknya dan Fahri.


Setelah selesai makan mereka semua menuju apartemen mengantarkan Aldi, dengan Daniel yg membawa mobil Aldi.


****


Gusti mengerjapkan matanya, terbangun dari tidur nya. Ia melihat ke samping kanan kirinya, ada Fahri dan Daniel yang tertidur bersamanya di atas karpet bulu apartemen Aldi.


Kemarin mereka memutuskan untuk menginap di apartemen Aldi menemani Aldi dan ketiduran saat bermain PS, Shilla kakak nya Aldi kini sedang bertugas di luar negri dan tidak bisa menemani Aldi saat sakit seperti biasanya.


Bunda Aldi pun sama, tengah mengurus bisnis nya di luar kota. Kedua orangtua nya yang sibuk membuat Aldi sedari kecil sudah mandiri, dan lebih memilih tinggal di kosan begitupun Shilla kakak nya.

__ADS_1


Gusti bangkit dari tidur nya, dan menuju kamar Aldi.


Ceklekk


Gusti melangkah masuk ke dalam kamar Aldi yang berwarna putih itu. Terlihat Aldi yang sedang berbaring dengan obat pereda panas yang masih menempel di kening nya, Gusti mencopot pereda panas itu dan menempelkan telapak tangan nya di kening Aldi


"Duh masih panas banget" gumam Gusti saat memegang kening Aldi


Gusti berlalu keluar kamar dan membangunkan Fahri juga Daniel


"Ri Nil, bangun Aldi suhu tubuh nya semakin panas" ucap Gusti sambil menggoyangkan tubuh kedua teman nya


Fahri dan Daniel mulai membuka matanya, dan berlalu menuju kamar Aldi di ikuti Gusti dibelakang nya.


"Bawa ke rumah sakit aja deh" ajak Fahri


Aldi mulai membuka matanya, dan memijat pelan kening nya


"Gus, Nadine dimana?" tanya kembali Aldi dengan suara serak dan lemas nya


"Kita kerumah sakit ya, gua ambil jaket lo dulu" ucap Gusti tanpa menjawab pertanyaan Aldi


Fahri dan Daniel membantu Aldi bangun dari tidur nya, Kemudian Gusti duduk dihadapan Aldi dan menggendong Aldi di punggung nya.


"Jangan gendong gua Gus, malu" ujar Aldi dengan mata terpejam dan sura yang begitu lemas


Dengan pelan dan hati-hati Gusti menggendong Aldi menuju basement di ikuti Fahri dan Daniel.


Fahri mulai menjalankan mobil nya, menuju rumah sakit Permata Hati yang jarak nya cukup dekat dari apartemen.


****


Saat sampai dirumah sakit Fahri yang menggendong Aldi langsung membawa nya ke UGD.


Dokter mulai memeriksa Aldi, Gusti Fahri dan Daniel diminta keluar hingga pemeriksaan selesai. Dokter memanggil salah satu diantara mereka, Gusti lah yang datang menemui dokter itu.


"Selamat pagi pak" sapa Gusti

__ADS_1


Dokter mempersilahkan Gusti duduk


"Jadi pasien atas nama Aldi Rizki ini sakit tifus dan saya menyarankan untuk di rawat inap di rumah sakit agar bisa dirawat dengan intensif" ucap Dokter


"Baiklah pak, lakukan yang terbaik untuk teman saya. Tolong siapkan kamar yang terbaik juga" pinta Gusti


Setelah selesai, Gusti pamit keluar ruangan dokter dan menghampiri Fahri dan Daniel.


"Gimana bro" tanya Daniel


"Aldi sakit tifus, dirawat inap" jawab Gusti


"Gua telfon bokap Aldi dulu ya" terus Gusti


Gusti mulai mencari kontak pak Abraham ayah Aldi, dan menelfon nya. Gusti Memberitahu keadaan Aldi yang sedang sakit, Pak Abraham menyetujui jika Aldi dirawat inap dan pak Abraham pun langsung menuju rumah sakit untuk melihat keadaan anak nya.


****


2 hari telah berlalu, keadaan Aldi masih sama seperti kemarin. Suhu tubuhnya tak kunjung juga turun, Pak Abraham selalu menyempatkan datang ke rumah sakit melihat keadaan Aldi setelah pulang dari kantor nya.


Gusti yang meminta izin tidak kerja untuk menemani Aldi dirumah sakit begitu merasa bersalah, karna selalu saja Aldi menanyakan keberadaan Nadine dan meminta Gusti menelfon Nadine untuk menyampaikan permintaam maaf nya pada Nadine agar Nadine tidak marah dan mendiami lagi Aldi. Tapi Gusti tidak mengindahkan permintaan Aldi.


Gusti merebahkan badanya disofa yang berada di kamar inap Aldi, dan mulai memejamkan matanya. Sedangkan Aldi yang selalu tertidur karna pengaruh efek samping obat yang ia minum


*C*eklekk.


Pintu kamar inap Aldi terbuka, pak Abraham datang dengan kedua pengawal nya. Dengan membawa buah dan juga banyak makanan ditangan nya,


Gusti yang mendengar ada yang datang langsung bangkit dari tidur nya, dan terlihat pak Abraham yang sedang menyentuh kening Aldi.


"Nak Gusti" panggil pak Abraham setelah memegang kening Aldi


"Terimakasih sudah menjaga dan menemani Putra saya" ujar pak Abraham tersenyum


Gusti mengangguk tersenyum


"Eughhhh" gumam Aldi dalam tidur nya

__ADS_1


"Nadinee" ucap Aldi dengan mata yang masih terpejam


****


__ADS_2