Kekasih Hatiku

Kekasih Hatiku
Chapter 44


__ADS_3

...Dia bilang cukup, tapi aku masih saja mencintainya. Selain ingin, hatiku juga sudah nyaman dengan nya....


****


Nadine mengerjapkan matanya, air matanya sudah lolos begitusaja membasahi pipi nya.


Tinggg


Pintu lift terbuka lebar, Nadine berlalu keluar dari lift diikuti dengan Aldi dibelakang nya.


Mereka berjalan beriringan, tidak ada pembicaran apapun diantara kedua nya. Nadine lebih memilih diam tidak menggubris ucapan Aldi, Aldi yang ucapan nya tidak mendapat jawaban dari Nadie pun lebih memilih diam


Hingga mereka sampai dikedua sisi pintu apartemen Gusti


Aldi meraih cepat tangan Nadine yang mau memencet password pintu apartemen Gusti, tangan Aldi dengan cepat menarik pergelangan tangan Nadine dan memeluk nya dari belakang.


"Iiihh apaan sih kak, lepasss" teriak Nadine


Aldi diam, tangan kanan nya mengunci tubuh Nadine agar tetap berada dihadapan nya. Dan tangan kiri nya berusaha memencet password pintu apartemen nya, karna jarak pintu apartemen nya dan Gusti yang bersebelahan melancarkan aksi nya itu


Ceklek


Pintu apartemen Aldi terbuka, Aldi menarik Nadine memasuki apartemen nya.


Nadine masih saja berusaja memberontak didalam pelukan Aldi, tapi tenaga nya kalah dengan Aldi.

__ADS_1


"Lepass kak, ngapain ngajak aku kesini"


"Ada apa sama kamu nad? Kamu kenapa?" lirik Aldi


Nadine menatap tajam manik mata Aldi


"Aku kenapa? Pikir" cetus Nadine


Nadine membalikan badan nya, dan berusaha membuka pintu apartemen Aldi yang ternyata sudah terkunci


Langsung saja Aldi kembali menarik tangan Nadine, hingga Nadine tersungkur pada dinding.


Aldi mengunci tubuh Nadine dengan kedua tangan nya, jarak tubuh nya dengan Nadine hanya berjarak 5cm mata nya menatap manik mata Nadine, nafas nya terengah


Nadine hanya bisa diam tidak bisa bergerak terkunci dengan tangan Aldi yang memegang erat tubuhnya


Sudah 5 menit lamanya mereka berada dalam posisi seperti itu, Nadine mencoba mentralkan detak jantung nya dengan berkali kali menarik nafas


Sedangkan Aldi masih saja menatap merat Nadine


Nadine mengangkat sedikit tangan nya, mendorong Aldi agar menjauh dari nya


Aldi melihat Nadine terlihat Nadine yang begitu risih didekap nya langsung sedikit manjauhkan tubuhnya


"Sudah kak, sudah cukup segala permainan kakak" lirih Nadine menunduk

__ADS_1


Aldi kembali mendekati Nadine, meraih kedua tangan nya dan mengarahkan nya pada bibirnya


"Kemarin, keadaan sudah bilang cukup. Tapi hati aku masih saja mencintaimu" jawab Aldi dengan lembut


Aldi meraih wajah Nadine, dan menatap nya


"Kasih aku kesempatan lagi, aku akan berusaha perbaiki semua nya. Aku akan berusaha agar keadaan selalu berpihak pada kita" ucap Aldi


Nadine membalas menatap Aldi, air matanya sudah kembali membasahi pipinya


"Kemarin aku bilang hanya ada satu kesempatan, tapi kakak lupa dengan itu. Kakak pergi begitusaja tanpa pamit tanpa penjelasan, aku datang ke sini. Ke apartemen kakak, apartemen ini kosong semua barang-barang kakak bersih tidak ada yg tersisa. Kakak kemana? kenapa pergii gitu aja" ucap Nadine dengan tangis nya


"Nad, maaf. Aku dijemput paksa sama om, atas perintah ayah. Saat itu juga barang-barang akupun dipindahkan entah kemana, sampai detik inipun aku masih ngga tahu. Diperjalanan menuju rumah ayah pikiranku buntu, aku pikir itu sudah saat nya aku benar harus pergi dan lupain kamu dan menerima perjodohan itu. Tapi kak Shilla datang, ia memberitahuku soal perjodohan itu dan memberitahu kalau putri teman ayah itu adalah kamu" ucap Aldi


"Kamu tahu? aku dengar kabar itu dari kak Shilla. Bagaikan dikasih hadiah yang tidak ternilai, aku bersyukur sekali. Aku coba hubungin kamu berkali-kali untuk kasih tahu kabar ini, tapi nomor kamu gabisa dihubungi. Aku coba hubungi kamu disosial media, tapi akun aku ga menemukan akun kamu" lanjut Aldi


Nadine semakin terisak dengan tangis nya, Nadine sangat merasa bersalah telah memblokir nomor hingga akun sosial milik Aldi. Hingga kesalahfahaman ini terjadi, dan ia malah menyalahkan Aldi


Aldi memeluk erat tubuh Nadine, berkali kali ia mencium lembut kening Nadine.


.


.


****

__ADS_1


__ADS_2