
...Rindu tidak pernah berubah. Ia kembali mengulang dirinya, dan menjadikan kamu sebagai alasan....
...- Senjaamu -...
****
Nadine meneguk orange jus dihadapan nya, 1 jam sudah berlalu rasanya Nadine sudah tidak nyaman berada di ruangan ini. Terlebih ia duduk berhadapan dengan orang yang ia benci dan juga sayangi itu
Ayah Nadine dan ayah Aldi nampak berbincang mengingat masa-masa muda dulu saat mereka kuliah, diikuti tawa diantara mereka juga Shilla dan Gusti yang juga ikut mendengarkan.
Berbeda dengan Aldi, yang hanya senyum-senyum sambil sesekali melirik pada Nadine
Pertemuan kali ini hanya di hadiri ayah Aldi, Shilla kakak Aldi dan juga Aldi. Juga Ayah Nadine, Gusti kakak Nadine, juga Nadine.
Bunda Aldi 2 hari lalu pamit pergi melanjutkan bisnis nya di Ibu Kota, jadi tidak bisa ikut serta dalam pertemuan pertama ini
"Bagaimana Abraham, apa kita perlu perkenalkan kembali anak-anak kita" ucap Ayah Nadine diikuti kekehan nya
"Boleh Indraa" jawab Abraham melirik pada Aldi dan Nadine
"Ayo nak, perkenalkan dirimu pada putri teman ayah" suru Abraham
Dengan senyum malu, Aldi menyodorkan tangan nya pada Nadine
"Hai, perkenalkan aku Aldi" ucap Aldi lembut dan tersenyum
Nadine membalas jabatan tangan Aldi, tanya senyum sedikitpun yang terukir diwajah nya
"Nadine" ucap Nadine langsung melepaskan tangan Aldi
Aldi nampak bingung melihat Nadine yang terlihat begitu tidak senang, Aldi bertanya-tanya sendiri. Apakah Nadine tidak menyukai pertemuan ini, atau Nadine membenci nya
Obrolan terus berlanjut, hingga jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Tepatnya 30 menit lagi restaurant ini akan segera tutup
Mereka menyudahi pertemuan ini, pertemuan yang bertujuan untuk Aldi dan Nadine saling mengetahui jika mereka akan dijodohkan.
Tapi semua diluar dugaan, Indra dan Abraham begitu aneh melihat Nadine yang malah terlihat murung dan tidak nyaman. Hingga mereka malah asik bernostaliga
__ADS_1
"Aldi, antarkan Nadine pulang sana" pinta Abraham saat mereka sudah sampai diparkiran
"Baik ayah" jawab Aldi tersenyum
Gusti mulai memasuki mobilnya, begitupun dengan ayahnya. Di ikuti Abraham dan Shilla yang memasuki mobil nya masing-masing
"Ayah duluan yah" ucap Indra
Nadine mengangguk
"Hati-hati dijalan kalian" ucap Shilla dan berlalu pergi
"Bro nitip ade gue" teriak Gusti pada Aldi
Aldi mengacungkan jempolnya mengiyakan
"Ayo, mentari" ajak Aldi menuju mobilnya
Nadine mengikuti langkah Aldi, Nadine masih diam. Ia bingung apa yang terjadi saat ini, dulu hubungan nya dengan Aldi ditentang oleh ayah Aldi. Dan kemarin saat hubungan nya dengan Aldi sudah mulai membaik, Aldi pergi begitu saja tanpa kabar dan tanpa pamit padanya. Dan saat ini, Aldi kembali hadir bahkan akan dijodohkan dengan nya
Aldi membukakan pintu mobilnya, dan mempersilahkan Nadine untuk masuk, diikuti dengan Aldi yang duduk dibalik kemudi
Heningg
Tidak ada satupun percakapan diantara Nadine dan Aldi, Nadine nampak diam melihat kendaraan yang lalu lalang dihadapan nya.
Sedangkan Aldi nampak diam bingung untuk memulai obrolan
Hingga perjalanan ditempuh hingga 25 menit telah selesai, Aldi memarkirkan mobilnya dibasement dan berlalu keluar membukakan pintu untuk Nadine
Baru saja tangan Aldi terulur memegang handle pintu, tapi Nadine sudah terlebih dahulu keluar dari mobil
"Gaperlu dibukain, aku ga seistimewa itu" ucap Nadine
"Makasih untuk tumpangan nya" lanjut Nadine dan berlalu pergi menuju lift
Aldi nampak bingung, Nadine sangat ketus padanya.
__ADS_1
Setelah memastikan mobilnya terkunci, Aldi berlari mengejar Nadine
"Nad, tunggu" teriak Aldi
Nadine yang merasa kesal dengan Aldi, semakin melangkah cepat menuju lift yang sudah dekat dengan nya
"Nad, tunggu" teriak kembali Aldi
Nadine yang mendengar suara Aldi semakin dekat dengan nya langsung membalikan badan nya
"Stop, satu langkah lebih dekat. Aku akan terus benci kak Aldi" teriak Nadine memperingati Aldi agar tidak mendekat
"Why nad?" tanya Aldi bingung
Nadine tidak menjawab, ia langsung kembali melangkah memasuki lift yang sudah terbuka.
Aldi yang merasa bingung, tanpa memperdukikan peringatan Nadine ikut memasuki lift
Tidak ada siapapun didalam lift, hanya Nadine dan Aldi.
"Ngapain kakak naik lift ini juga? bukankah kakak sudah tidak tinggal diapartemen ini" ucap Nadine dengan pandangan lurus kedepan
"Hanya untuk mengantar memastikan orang yang aku cintai baik-baik saja sampai rumahnya" jawab Aldi melihat Nadine
"Gausah bahas cinta, mencintai aku itu sama saja melakukan sebuah kesalahan" ujar Nadine
"Sebelum kesalahan itu semakin meluas, hentikan saja detik ini juga" lanjut Nadine
Aldi terbelak kaget mendengar ucapan Nadine
"Nad, jika mencintaimu adalah sebuah kesalahan. Jangan harap aku akan meminta maaf untuk itu, karna aku masih akan terus mengulang kesalahan yang sama" jawab Aldi lembut
Nadine mengerjapkan matanya, air mata Nadine sudah lolos begitu saja membasahi pipinta setelah mendengar jawaban Aldi
.
.
__ADS_1
.
****