
****
Nadine yang tidak bisa tertidur melangkah keluar kamar untuk mengambil minum, untuk bersantai di balkon kamar nya
Setelah mengambil minum, ia melihat ada Gusti diruang tv. Baru saja mau menghampirinya, langkah Nadine terhenti mendengar Gusti yang sedang menelfon.
"Hmmm, Aldi sebenarnya mau dijodohin Ri, sama ayah nya"
"Gua diminta untuk merayu Aldi agar mau dikenalkan dengan wanita itu dan dengan dalih wanita itu adalah teman gua"
Deg
Prangggg...
Tangan dan tubuh Nadine seketika lemas, Jantung nya berdegup begitu kencang. Saat mendengar ucapan Gusti, tanpa sadar ia menjatuhkan gelas yang ia genggam.
Tubuh Nadine jatuh begitu saja ke lantai, dengan mata kosong melihat ke depan
"Adee, kenapaa" panik Gusti yang terkejut mendengar suara pecahan dan langsung menghampiri Nadine yang sudah duduk terjatuh dilantai dengan serpihan beling gelas
"Kak aku ngga salah denger" tanya Nadine dengan air mata yang sudah berlinang dimata angel nya
Tanpa menjawab pertanyaan Nadine, Gusti membantu Nadine berdiri dan duduk di sofa depan televisi. Gusti menjukurkan tangan nya mengambil air kemasan yang terdapat di meja depan sofa.
"Minum dulu" suru Gusti pada Nadine dan membuka kemasan air mineral
Nadine meminum air mineral tersebut, dengan pandangan kosong lurus ke depan
"Kak" lirih Nadine
Gusti menganggukan kepala nya tanpa mengucapkan sepatah katapun
Nadine yang melihat respon kakak nya langsung menangis terisak dalam pelukan Gusti.
Gusti membelai lembut rambut Nadine, coba menenangkan adik nya. Hingga tangisan Nadine terdengar sedikit mereda
"Kakak kenapa ngga cerita sama aku?" lirih Nadine yang masih didalam dekapan kakak nya
"Kamu kenapa ngga cerita sama kakak kalau pacaran dengan Aldi?" tanya Gusti kembali
Nadine mulai terisak kembali, baju Gusti kini benar-benar sudah basah dengan air mata Nadine. Gusti hanya bisa membelai lembut rambut adiknya berharap adik nya lebih tenang
Hingga tangisan Nadine terhenti dan ternayata Nadine tertidur dalam Gusti dengan air mata yang masih membasahi pipi nya
__ADS_1
Gusti menggendong adik nya ke kamar dan menyelimutinya.
Gusti teringat, ia tadi sedang mengobrol dengan Fahri. Dengan buru-buru Gusti kembali ke sofa dan mencari handpone nya. Dan ternyata Fahri belum mematikan videocall nya
"Fahri" panggil Gusti
"Hmm" jawab Fahri
"Ri, lo denger?" tanya Gusti
Fahri menganggukan kepala nya
"Gua harus gimana Ri" tanya Gusti lesu
"Lo udah tau Nadine ada hubungan sama Aldi?" tanya kembali Fahri
Gusti mengangguk kemudian menceritakan nya, ia mengetahui nya saat melihat kotak yang berada di mobil Aldi.
Fahri mendengarkan jelas cerita Gusti, Fahri pun bingung apa yang akan ia lakukan untuk membantu sahabat nya itu.
"Gus gimana kalau lu nolak permintaan ayah Aldi" ucap Fahri dengan pelan
"Gua ngga enak buat nolak nya Ri, lu tau sendiri kan ayah Aldi itu baik banget sama gua bahkan anggap gua sebagai anak nya" terusterang Gusti
"Tapi lu tau orangnya ngga, atau ciri-cirinya gitu. Atau mungkin dikasih tau foto nya cewe itu?" tanya Fahri
"Jangankan tau muka nya, nama asli nya aja gua gak tau Ri" jawab Gusti
"Gus sebntar yah, nyokap gua manggil nih" ucap Fahri
Gusti mematikan video call nya dan beranjak ke dalam kamar dan beristirahat.
****
Matahari mulai menerangi seisi bumi, cahaya nya mulai menyelinap masuk de dalam ruangan. Begitupun ke dalam kamar Nadine..
Nadine mengerjapkan matanya, cahaya matahari yang menyinari tepat di wajah nya membangunkan Nadine dari tidurnya.
Nadine menghela nafas, saat teringat malam tadi mendengar pembicaraan Gusti dengan sahabat nya.
Tanpa sadar, air matanya mulai kembali menetes membasahi pipi nya. Nadine mengusap pelan air mata nya, menarik nafas dengan dalam.
Mulai hari ini ia memutuskan untuk pelan-pelan menjauhi dan melupakan Aldi, ia tidak mau karna kehadiran nya memberatkan keluarga Aldi yang sudah menjodohkan Aldi.
__ADS_1
Drettt..Dretttt
Nadine melirik pada handphone nya yang terletak di meja, ia melihat nama Aldi yang tertulis dilayar handphone nya.
Ia tidak menghiraukan nya, dan berlalu pergi ke kamar mandi membersihkan tubuh nya
****
Aldi yang sudah siap dengan baju kantor nya tengah bersantai di balkon, sesekali melirik pada balkon tetangganya yaitu balkon kamar Nadine.
Seperti hari-hari biasanya, sebelum beraktivitas Aldi selalu menyempatkan Morning Call pada Nadine. Tetapi kali ini tidak ada jawaban satupun dari Nadine.
Aldi memutuskan untuk ke apartemen Gusti seperti biasanya, sarapan disana. Aldi melangkah masuk ke dalam apartemen Gusti dengan santai nya, dan langsung mengambil posisi di kursi meja pantry.
"Di, udah sarapan?" tanya Gusti tiba-tiba yang muncul dibelakang nya, dengan baju kerja nya
"Belum nih"
"Yu bantu gua bikin omelette" ajak Gusti
Mereka mulai bergelut membuat sarapan. Aldi yang mengocok telur dan sosis sedangkan Gusti yang menyiapkan teflon nya.
"Nadine kemana Gus, ko belum kelihatan?" tanya Aldi saat telah selesai membuat sarapan dan duduk di kursi
Belum Gusti menjawab pertanyaan Aldi, terlihat Nadine yang baru saja keluar dari kamar nya dan berjalan meuju dapur dengan rambut yang masih basah.
Tanpa menyapa Gusti dan Aldi, Nadine berjalan begitu saja melewati Gusti dan Aldi yang sedang menyantap omelette nya.
"Pagi dek" ucap Gusti
"Pagi kak" jawab Nadine sambil menuangkan susu ke dalam gelas
"Morning Nad" ucap Aldi lembut
Nadine diam tidak menyajawab sapaan Aldi, Aldi yang begitu heran langsung menatap Nadine yang sedang membuat susu.
"Kak Gusti, aku beres-beres kamar dulu yah" ucap Nadine yang sudah selesai membuat susu
Nadine pergi begitu saja dari dapur, tanpa menghiraukan Aldi yang sedari tadi menatap nya.
Gusti yang melihat ada yang aneh dari Nadine hanya diam saja sambil menikmati makanan nya, ia tahu pasti Nadine sudah mulai menjauhi Aldi.
"Jadi ngga enak makan nih gua" ucap Aldi dan meminum air putih
__ADS_1
****