
****
Shilla tertawa geli melihat bangunan mewah dihadapan nya, ia tidak menyangka ending nya akan seperti ini.
Bangunan itu terletak dikomplek pinggir kota, bangunan mewah yang cocok sekali untuk pasturi. Terlebih menghadap pada pegunungan dan cuacanya yang begitu dingin, dengan halaman yang begitu besar dihiasi macam-macam tumbuham hias nan cantik.
Shilla mulai memasuki bangunan itu, melihat interior yang sedang dipasang dan mengecek kembali barang-barang seisinya
Matanya begitu takjub melihat kesekelilingnya, dengan cat putih yang terlihat begitu cantik.
Shilla membuka handphone nya, memotret beberapa tempat yang harus ia beli barang-barang nya dan juga melaporkan dengan ayah nya
Shilla memposting video seisi rumah nya pada stories whatsapp nya tanpa caption apapun
Drettt...Drettt
Terlihat Aldi mengomentari stories nya
Aldi Rizki : "Rumah siapa tuh? bagus bener"
Shilla : "Rumah gue lah, gue kan mau nikah"
Aldi Rizki : "HALU, pacar aja gapunya"
Shilla tertawa geli membaca ledekan dari sang adik, adik nya selalu saja meledekinya soal percintaan. Tapi ia tidak ambil pusing, menurutnya percintaan adalah nomor sekian hal yang dilakukan saat dirinya sudah sukses
Drettt...dretttt
Terlihat nama Ayah di layar handphone Shilla
"Hallo ayah"
"Hallo nak, bagaimana beres?"
__ADS_1
"Belum yah, eumm baru 75% satu jam lagi aku akan bertemu dengan arsitek nya"
"Oke, ohya tolong bilang Aldi ayah mau bertemu dengan nya dirumah jam 7 malam sekalian kita dinner bersama. Nomor Aldi selalu saja tidak aktif nak"
"Aldi mengganti nomornya Ayah, baik nanti aku sampaikan pada Aldi ayah"
"Oke, terimakasih putriku. Ayah tutup yah"
****
Nadine merebahkan tubuhnya diatas kasur kamar nya, pikiran nya entah kemana memikirkan ucapan yang ayahnya bilang saat tadi dalam telfon.
"Ayah mau ngenalin kamu sama anak teman ayah, mau yah nak. Lusa kita adakan pertemuan itu"
Nadine tidak menjawab ucapan ayahnya, ia masih sangat terkejut. Dan memikirkan nya, sesaat terpikir dikepala Nadine apa tuhan tidak mengizinkannya untuk bersama dengan Adli
Dretttt
Bunyi ponsel mengejutkan Nadine, Nadine meraih handphone nya yang masih didalam saku celana nya
Kak Aldi : "Nad, tetaplah bahagia.
Tetaplah baik-baik saja.
Jaga Kesehatan,
dan sekali lagi Maaf. ❤"
Nadine mengrenyitkan dahi nya, ia tidak paham apa maksud pesan Aldi.
Baru kemarin ia berbaikan dan memulai kembali hubungannya dengan Aldi, tapi rasanya ada maksud dari kata maaf dikalimat itu.
Tanpa pikir panjang, Nadine langsung menelfon Aldi
__ADS_1
*Tutttt...tutttt
Tutttt....tuuttt
Tutttt...tuttt*
Maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, cobalah hubungi beberapa saat lagi
Terdengar suata operator yang membuat Nadine semakin bingung, padahal baru saja nomor Aldi masih aktif. Tapi seketika tidak aktif
Nadine kembali mencoba menghubungi nomor Aldi, nomor lama dan baru nya Aldi. Tapi hasilnya nihil, nomor nya tidak ada satupun yang aktif
Dengan cepat dan bingung Nadine langsung berlari keluar apartemen Gusti dan menuju apartemen Aldi
Tiiitttt..tittt...tittt
Ceklekk
Pintu apartemen Aldi terbuka lebar, tapi terlihat seisi apartemen ini begitu rapih seperti tidak ada siapapun yang mengisinya.
Nadine mencari Aldi ke seluruh ruangan yang ada diapartemen nya bahkan hingga kamar mandi, tapi Aldi tidak ada.
Nadine memasuki kamar Aldi dan membuka lemarinya, dan benar isi lemarinya sudah kosong. Barang-barang Aldipun sudah begitu bersih dikamar nya
Tanpa sadar, air mata Nadine jatuh begitusaja membasahi pipinya. Hatinya begitusakit dengan tiba-tiba Aldi meninggalkannya, Nadine terisak dalam tangisnya.
"Apa kakak mau balas dendam denganku" ucap Nadine dalam tangisnya
.
.
.
__ADS_1
****