
Bab 12
Untung saja, Linda menunggu Marco datang!
Ketika ia turun kelantai dasar, ia masih melihat pria nekat itu memandanginya. Buru-buru, ia menggandeng Marco dengan mesra sambil menatap pria itu.
Marco mengikuti pandangan mata Linda dan menjadi marah karena bisa membaca situasi.
Itu adalah pria nekat yang berani mengganggu Linda!
Linda buru-buru menahan Marco saat melihat gerakan tubuh Marco dengan senyumannya. Lalu ia menggeleng, tanpa ketara hanya matanya yang berkata-kata mencegah niat Marco.
Marco memeluk pinggang Linda sambil tersenyum.
Linda benar-benar kaget dan merasa harus menjauh.
Marco buru-buru menahannya dan tersenyum padanya.
Dengan terpaksa, Linda berusaha membiarkan tangan Marco tetap berada dipinggangnya.
Manager restoran itu mendekati mereka dan menyapa Marco.
“Marco! Apa kabar? Aku tidak mengira, kau sudah menikah! Mengapa kau tidak mengundangku?“
Linda memejamkan matanya sambil mengaduh dalam hati.
Ia tidak tahu sandiwaranya akan membuat manager restoran itu jadi salah paham dengan hubungannya dan Marco!
Ia mengerang pelan-pelan sambil mengalihkan tatapan matanya.
Untunglah, setelah melihat reaksinya,
Marco tersenyum dan menanggapi sapaan manager restoran itu dengan tanggap.
“Kami baru saja menikah dan belum sempat mengadakan resepsi, kau tahu ‘kan dengan semua kesibukanku hal itu sangat sulit untuk diwujudkan.“
“Tapi bukan mustahil ‘kan!? Jangan lupa mengundangku, nanti yah?“
Marco menatap Linda sambil mengecup jemari Linda lalu menyunggingkan senyuman menggoda kepada Linda.
__ADS_1
Ingin rasanya ia menarik tangannya dari genggaman Marco tapi semua ini terjadi karena omong besarnya, apalagi saat ini pria itu jelas-jelas tampak menyimak perbincangan mereka.
Dia ingin sekali menimpuk pria itu dengan sendalnya kalau saja pria itu tidak nekat mengganggunya!
Linda tersenyum manis meskipun dalam hati sangat dongkol.
Tangannya terasa gatal dan Linda ingin segera menggosoknya hingga bersih karena tangannya belum pernah dicium pria lain selain Daniel.
Senyum Marco mengembang lagi.
“Tentu kami akan mengundangmu, tapi kau tahu pengantinku ini sungguh wanita yang pemalu. Kau lihat, rona merah pada pipinya ini, ini adalah salah satu hal yang membuat aku bertekuk lutut dan segera menikahinya!“
Linda sungguh tidak tahan dan mencubit pinggang Marco dengan gemas untuk menghentikan kata-katanya.
Bukannya menghentikan aksinya malah Marco mencium dahinya dan memeluknya.
“Aku jatuh cinta pada pandangan pertama, kau tahu?“
Linda benar-benar tidak tahan dan berniat untuk melarikan diri melihat tatapan teman Marco kepadanya.
Marco menahan Linda sambil tersenyum.
Cepat-cepat Linda menahan Marco sambil tersenyum.
“Yah, benar, dia jatuh cinta pada pertama kali bertemu.“
Dari pada harus melihat pertikaian diantara Marco dan pria itu! Lebih baik ia menahan diri sebentar.
“Tapi entahlah apa dia mencintaiku juga? Kau tahu sampai sekarang dia belum menjawab pertanyaanku mengenai hal itu.“
Linda harus benar-benar menahan rasa malunya! Dan tidak tahu harus menimpali apa?
“Kau lihat ‘kan?!“ katanya lagi.
Linda memohon lewat tatapan matanya agar Marco menghentikan mempermalukan dirinya didepan temannya.
Tapi rupanya, Marco tidak berniat menghentikan permainannya.
Linda menghela napas berat sambil mencoba tersenyum.
__ADS_1
“Kau membuat aku malu sayang, ayo kita pulang sekarang. Aku sudah lelah dan ingin istirahat.“
“Biasa pengantin baru, bawaannya mau tidur terus. Kau tahu …“
Linda buru-buru menyeret Marco pergi menjauh dari temannya tanpa berkata apapun lagi.
Sepanjang perjalanan Marco masih tertawa sambil menatap wajah Linda yang semakin memerah.
Tapi kemudian Linda tersenyum dengan penuh percaya diri dan menentang senyuman Marco.
“Apa?“ tanya Marco penasaran.
“Kau terlampau menikmati peranmu hari ini. Tapi biar saja, toh aku tidak akan rugi apa-apa. Aku memang sudah menikah! Tapi kau! Kau akan kehilangan kesempatanmu untuk mendapatkan wanita yang kau inginkan saat mengatakan hal itu didepan temanmu!“ kata Linda dengan senang.
“Apa maksudmu?“ sahut Marco tidak mengerti.
“Apa kau kira, temanmu tidak akan mengatakan berita yang menghebohkan ini kepada temanmu yang lain dan temanmu yang lain, akan mengatakan kepada teman-temanmu yang lain? Siapa yang begitu menikmati perannya yah?!“ kata Linda pada akhirnya.
“Kau kira begitu?!“ tanya Marco sambil tersenyum.
“Kenapa kau tersenyum begitu?!“ tanya Linda tidak yakin.
Seharusnya Marco sekarang khawatir dengan kehidupan pribadinya. Status sosialnya!
“Lumayan juga untuk menyingkirkan para wanita-wanitaku!“
“Apa maksudmu itu!?“
“Pikir saja sendiri!“ kata Marco sambil tertawa lagi.
“Temani aku makan yah!“
“Apakah kau akan mengantarku pulang kalau kubilang, tidak?“ tanya Linda sambil menghela napas panjang dan menatap Marco.
“Coba tebak?“
“Tentu saja tidak!“
“Kau sangat mengerti aku, istriku.“
__ADS_1
Linda berdesis mendengar godaan Marco tapi tetap saja wajahnya memerah lagi.