Kemelut Cinta

Kemelut Cinta
Kemelut Cinta by Lucy Ang bab 31 judul memberi pengertian


__ADS_3

bab 31


Linda sudah memesan tiket pesawat untuk penerbangan malam, kembali kekotanya.


“Kau akan pergi berapa lama?“


“Paling lama 3 hari dan minggu depan 3 hari lagi untuk mengatur persiapan disana.“


“Ada jamuan malam malam penting yang harus kita hadiri minggu ini.“


Linda menghela napas sambil menghentikan mengemas pakaiannya lalu menatap Marco yang sedang duduk diranjangnya.


“Apa perlu aku ikut? Minggu ini, aku akan sangat sibuk seharian di showroom.“


“Ini adalah permintaan langsung dari ayahku.“


Linda mendesah sambil menutup matanya.


“Akan kuusahakan.“


“Baiklah. Hari ini kita harus memilih desain yang kau inginkan untuk kamar pengantin kita.“


Kening Linda mengerut lalu tertawa.


“Kamar pengantin? Lucu sekali!“


“Kau lupa akan ada peliputan media minggu depan?“


Linda benar-benar mengerang karena tidak berdaya menghadapi situasi yang sangat membingungkannya.


“Kau atur saja sendiri.“


“Aku harus meminta pendapatmu. Kurasa aku tidak memiliki sentuhan wanita didalam menentukan setiap desain dan perabot. Aku ingin kau menyukai kamar kita ini!“


“Marco, dengar. Kita tidak akan tidur dalam kamar yang sama untuk selamanya. Semuanya ini hanya formalitas saja. Aku akan kembali menempati kamar ini setelah wartawan pulang.“


“Apa kau serius?“ goda Marco dengan percaya diri.


“Marco?!“

__ADS_1


Linda benar-benar tidak tahan dengan sikap Marco.


“Memangnya kenapa? Jangan bilang, kau tidak menikmati percintaan kita!“


Linda menutup kopernya sambil melotot kearah Marco.


“Tidak akan pernah terulang, Marco ingatlah. Dan kalau aku kembali merayumu sebaiknya tampar saja wajahku dengan keras supaya aku bisa sadar! Aku pergi sekarang.“


“Tapi sebentar lagi, desainer kamar kita akan datang!“


“Tinggal cap cip cup saja, kurasa tidak ada salahnya.“


“Tapi bagaimana kalau kau tidak suka?“


“Marco, aku akan terlambat!“ Linda cepat-cepat memanggil sopirnya.


“Aku akan mengantarmu!“


“Tidak usah! Tapi kalau kau mau membuat keadaan tambah runyam, silakan saja.“


“Runyam bagaimana?“


Sebenarnya Linda bingung harus mengatakan apa kepada Daniel untuk menerima keadaan mereka. Bagaimana mereka dapat hidup terpisah sekian lama meskipun bisa memiliki harta yang berlimpah! Sungguh sebuah kenyataan yang benar-benar pahit.


Kemiskinan membuat mereka bersatu tapi setelah semuanya lancar seperti ini, mereka harus hidup terpisah.


Lagipula kesalahan satu malam bersama Marco masih terus membayangi benaknya.


Bagaimana kalau Daniel sampai tahu masalah itu!? Bisa mati dia!


Linda kebanyakan menghela napas didalam kapsulnya sementara pramugari dengan ramah menawarinya minuman hangat.


Daniel tidak henti-hentinya memeluk dan menciuminya  dibandara.


“Oh sayangku, aku sangat merindukanmu!“


“Aku juga sama. Kita pulang sekarang?“


“Tentu saja!“ sahut Daniel sambil mengerling jahil.

__ADS_1


Linda tersenyum sambil memeluk suaminya lagi.


Linda membiarkan suaminya menyentuh setiap inci tubuhnya sambil menikmati semuanya itu.


Hanya bersama Daniel, Linda bisa menikmati semua percintaan mereka tanpa perasaan berdosa karena Daniel adalah suaminya yang sah.


“Apa!?“


Linda sudah tahu, seharusnya ia menunda dulu berita yang dibawanya untuk Daniel.


“Apa kau sudah mencintai pria itu?!“ tanya Daniel dengan marah.


“Tentu saja tidak. Aku hanya mencintaimu. Semuanya ini terjadi begitu saja seperti yang sudah kuceritakan tadi dan sekarang kita terjebak dalam situasi seperti ini.“


“Jadi bagaimana?“


“Bapak Widyaya mau menanamkan investasinya kepadamu dengan syarat kau tidak datang ke tempatku berada.“


“Apa kau gila?!“


“Aku harus memikirkannya juga, Dan. Bagaimanapun juga hal ini dapat mempengaruhi nama baiknya. Kabar baiknya, kau bisa membuka bisnis sendiri dan aku bisa sering berkunjung sesering yang aku mau.“


“Apa benar?“ tanya Daniel dengan tidak yakin.


“Setelah semuanya lancar, aku bisa pulang mungkin 3 hari setiap minggunya, senin sampai rabu. Bagaimana menurutmu?!“


“Aku tidak yakin dengan semua pengaturan ini. Bagaimana aku bisa bertahan, tanpa kau disisiku?“


“Kau sudah bisa bertahan 2 bulan penuh tanpaku. Hanya tinggal sebulan lagi semuanya akan tampak normal seperti sebelum aku pergi. Semua biaya tiket dan perjalananku akan dibebankan pada perusahaan tapi aku merasa tidak enak bagaimanapun …“


“Apa maksudmu dengan tidak enak? Itu adalah sebuah fasilitas yang diberikan untuk semua konsekuensi yang harus kau jalani! Tentu saja kau tidak boleh membayarnya dengan uang kita sendiri!“


“Jadi bagaimana?“


“Yah, mau bagaimana lagi! Tapi kau harus berjanji padaku untuk bisa pulang setiap minggunya.“


“Aku usahakan. Aku jugakan wanita normal yang membutuhkan kehangatan suaminya!“


Daniel merasa tidak yakin dengan kata-kata istrinya. Dia pasti lebih bahagia dengan segudang kesibukan bisnisnya dari pada mengharapkan sentuhannya.

__ADS_1


Linda tahu pemikiran Daniel tentangnya. Lalu ia mendekati suaminya, menciumi dada suaminya sampai suaminya bisa tersenyum dan meraih tubuhnya untuk bisa saling memuaskan.


__ADS_2