Kemelut Cinta

Kemelut Cinta
Kemelut Cinta by Lucy Ang bab 28 judul pak Widyaya mengetahui kebenaran


__ADS_3

Bab 28


Sisca memberitahunya bahwa Rafael datang untuk menemuinya.


Linda menghela napas berat sebelum memberitahu Sisca untuk mengantarkan Rafael kekantornya.


“Raf, … bagaimana kabarmu? Kau masih disini?“ tanya Linda dengan kikuk, merasa ingin menangis dengan semua yang telah ia alami semalam.


Rafael menatapnya dengan tajam.


“Bagaimana kabarku?!“ tanyanya sambil tersenyum pedas lalu membanting koran ke mejanya.


“Katakan, ada apa ini?!“


Fotonya bersama Marco dicetak besar-besar dengan judul.


Marco Martinus Widyaya menemukan cintanya bersama Linda Angelica.


Linda benar-benar terduduk melihat ulasan yang tertulis didalamnya.


“Ini …!“


Rafael berniat meninggalkan Linda dengan semua keterkejutannya.


Dengan cepat Linda menghalangi kepergian Rafael.


“Ini tidak seperti kelihatannya! Kumohon Raf, dengarkan aku dulu,“ pinta Linda dengan sungguh-sungguh sambil menarik Rafael untuk duduk dan mendengarkan penjelasannya.


“Ini salah paham!“


Rafael tertawa mendengar kata-kata Linda.


“Tapi kau tidak menyanggahnya?!“


“Bagaimana bisa? Nama baik Bapak Widyaya dipertaruhkan disini!“


“Memangnya berapa lama kau bisa menutupi semuanya ini?“


“Aku berniat untuk mengatakan langsung kepada Bapak Widyaya hari ini.“


“Linda! Kegilaan apa yang sudah kau buat? Dan kau sama sekali tidak menjawab teleponku!“

__ADS_1


“Itu, …! Marco mengambil ponselku sejak terakhir kau menelepon.“


“Dan kau membiarkannya?! Bagus, bagus sekali!“


“Aku harus bagaimana lagi Raf, aku sendiri juga tidak tahu harus bagaimana? Tapi Marco sudah mempertaruhkan namanya untuk meyakinkan segenap pemegang saham dan …“


“Bukankah sudah kukatakan, kau bisa mengandalkan aku!“


“Seandainya waktu itu, aku menerima tawaranmu, mungkin aku juga tidak akan terlibat masalah ini!“ kata Linda sudah tidak tahan lagi dengan semua tekanan yang ia alami.


Rafael memeluk tubuh Linda yang tampak sangat tertekan lalu mencoba menenangkannya.


Dia tahu, Linda orangnya sangat berhati-hati. Kalau sampai hal ini terjadi pasti itu karena muslihat pria itu! desis Rafael dalam hati.


“Sudahlah, jangan khawatir, kita …,“


“Sungguh sebuah pemandangan yang sangat romantis!“ kata Marco langsung masuk kedalam ruangan Linda tanpa mengetuk terlebih dulu.


Ia merasa sangat marah ketika karyawan Linda memberitahunya bahwa Linda sedang menerima tamu yang bernama Rafael. Bayangkan!


“Ada perlu apa?“ tanya Linda tanpa menyuruh Rafael pergi.


Rafael merasa emosinya memuncak mendengar ucapan Marco.


Linda buru-buru menahan Rafael sambil menggeleng kearah Marco.


Linda menghela napas lalu menatap Marco.


“Apa ada yang penting Marco? Kalau tidak, saat ini aku ingin membicarakan hal yang penting dengan Rafael.“


“Tentu saja, apa yang kuharapkan dengan wanita yang mengajakku tidur semalam lalu berlagak tidak ada apa-apa yang terjadi pagi ini! Tidak ada yang harus kita bicarakan iya ‘kan?“


Linda merasa tubuhnya limbung mendengar ucapan Marco.


Meskipun kaget mendengar perkataan Marco tapi Rafael cukup sigap untuk menangkap tubuh Linda yang limbung.


“Sepenting apapun urusanmu! Tidak lebih penting dari hubungan kami, kau mengerti!“ kata Marco dengan kasar.


Rafael mengumpat Marco dengan kasar lalu menerjang Marco.


Linda benar-benar kalah cepat untuk mencegah perkelahian diantara Rafael dan Marco.

__ADS_1


Ia menguatkan diri untuk melerai mereka.


“Rafael! Marco! Hentikan kalian berdua!“


Tapi Rafael dan Marco cukup sibuk untuk dapat mendengar perkataan Linda.


“Apa-apaan ini!?“ bentak Widyaya ketika masuk kedalam kantor Linda.


Marco sedang berkelahi dengan seorang pria asing sementara Linda berusaha melerai perkelahian mereka tapi tidak berhasil!


Rafael mendorong Marco menjauh. Ia puas sudah berhasil melayangkan tinju yang menyakitkan bagi Marco meskipun ia juga menderita hal yang sama.


“Dan siapa kau!? Linda siapa dia? Dan kenapa dia berkelahi dengan Marco?!“ tanya Widyaya meminta penjelasan.


“Dia telah melampaui apa yang tidak seharusnya ia perbuat! Dia menghina Linda dengan mengatakan hal yang tidak-tidak!“


“Apa yang telah dikatakannya?“ tanya Widyaya tidak mengerti.


“Pak Wid …,“ Linda berusaha menjelaskan keadaan yang benar-benar rumit untuk dijelaskan menurutnya.


“Biarkan dia meneruskan kata-katanya Linda!“ kata Widyaya memotong penjelasan Linda.


“Aku tidak mengatakan hal yang salah? Aku hanya mengatakan kenyataan yang seharusnya kau dengar. Tidak seharusnya kau masih mengharapkan Linda karena dia adalah milikku!“ kata Marco membela diri.


“Marco, cukup! Hentikan kalian berdua!“ teriak Widyaya melihat Marco dan Rafael hendak memulai perkelahian lagi.


“Linda, kau mau menjelaskannya padaku?!“


“Ini Rafael, dia adalah sahabat saya.“


“Lalu kenapa mereka bisa berkelahi “


“Karena dia memiliki imajinasi yang terlalu hebat tentang Linda!“ sahut Rafael sambil tertawa kecut.


“Imajinasi? Imajinasi apa? Marco?!“


“Itu bukan hal yang penting untuk dibicarakan saat ini, Marco,“ kata Linda dengan hati-hati.


“Sebenarnya apa yang sedang terjadi sebenarnya!?“ tanya Widyaya dengan marah.


“Dia memerangkap Linda dengan pernikahan sandiwara!“ kata Rafael tanpa bisa dicegah.

__ADS_1


__ADS_2