Kemelut Cinta

Kemelut Cinta
Kemelut Cinta by Lucy Ang bab 20 judul acara pembukaan showroom dimulai!


__ADS_3

Bab 20


Sejalan dengan pembangunan showroomnya, Linda mulai memanggil beberapa orang yang telah mengirimkan lamaran kepadanya.


Ia membuka lowongan terbuka di koran harian kota.


Setelah memanggil lebih dari 20 orang pelamar, Linda baru menemukan 6 orang yang tampaknya memiliki semangat yang tinggi untuk bisa bersama-sama mengembangkan bisnisnya.


Pada akhirnya pada hari ke delapan, barulah Linda mendapatkan semua orang yang ia perlukan untuk semua bisnisnya.


Ia menempatkan 5 orang sebagai karyawan marketing merangkap keuangan.


Mereka bertanggung jawab untuk membuat pembukuan sekaligus mengaudit hasil pekerjaan rekan-rekan kerjanya yang lain sehingga kemungkinan kecurangan sangat kecil untuk bisa dilakukan.


Belum lagi cctv yang berada dihampir setiap tempat yang sudah, ia tentukan.


Ia yakin, semuanya akan berjalan seperti yang ia inginkan.


Ia juga mempekerjakan 5 orang penjahit yang bertugas untuk mengukur dan melayani klien yang datang dan ingin mencoba gaun pengantin.


10 orang make up artis hanya datang pada hari jumat, sabtu dan minggu. Dia juga mempekerjakan 2 orang karyawan untuk menerima tamu untuk menangani urusan gedung pertemuan dan berbagai kelengkapan fasilitas yang mereka tawarkan.


Dia menempatkan karyawan untuk penginapannya dan mencoba memberdayakan segenap kemampuan mereka dalam mengembangkan penginapannya.


Bisa dibilang, ia membagi setiap divisi dan tanggung jawab menjadi 3 divisi untuk memudahkannya mengkoordinir semua pekerjaan dan tanggung jawab kerja mereka. Hal itu juga memudahkannya memeriksa laporan, baik itu laporan keuangan maupun laporan tumbuh kembang usaha mereka kepada perusahaan Marco dan Bapak Widyaya.


Setelah semuanya siap, Linda mulai menyusun tamu undangan yang akan diundang pada hari pembukaan showroomnya.


Semua pemegang saham termasuk Marco dan Bapak Widyaya dipersilahkan memberikan nama-nama kerabat dan relasi yang ingin mereka undang.


Dengan segudang kesibukan, Linda tidak punya waktu lagi untuk dirinya sendiri. Satu-satunya kesenangan yang ia dapat adalah berendam air hangat sebelum tidur.


Sebelum acara pembukaan dimulai, Linda memastikan sendiri kesiapan catering, dekorasi, hiburan, para pelayan yang akan melayani meja-meja tamu undangan.


Dia memastikan semuanya siap ditempatnya setelah memastikan segalanya, barulah ia bisa bernapas lega.


Karangan-karangan bunga mulai berdatangan dari pagi hari dan memenuhi hampir diseluruh tembok showroom.

__ADS_1


Ia memakai sisi jalan untuk menaruh sisanya karangan bunga. Dia tidak mau keindahan showroomnya ditutupi karangan-karangan bunga yang berukuran super raksasa!


Dia sangat bangga saat melihat nama showroomnya didepan showroom dan disetiap sudut neon box yang menyala sebagai hiasan gedungnya.


Linda merasa sangat terharu melihatnya!


Saat ini, dia duduk termenung dikantornya sebelum turun untuk menyambut tamu undangannya.


Ia berdoa dan mengucap syukur buat kesempatan yang telah diberikan Tuhan kepadanya.


Tapi satu kekurangan dalam pestanya adalah ketidakhadiran Daniel disisinya untuk bisa merasakan semua kebahagiaan ini.


Tapi dua bulan mendatang, saat itu akan tiba! desah Linda dengan penuh keyakinan.


Dia begitu merindukan suaminya itu!


“Kau baik-baik saja?“ tanya Marco tiba-tiba masuk bersama ayahnya.


Linda benar-benar terkejut dan cepat-cepat menghapus air matanya.


Marco memeluknya sambil mengucapkan selamat.


Linda memang membutuhkan pelukan seseorang dihari yang benar-benar mendebarkan ini.


Ini adalah awal dari semua persiapan yang telah ia rencanakan dan dia berharap Marco bisa menyakinkannya bahwa hari ini memang benar terjadi dan bukan mimpi!


“Percayalah hari ini adalah awal kesuksesanmu, sayang!“ kata Pak Widyaya sambil memeluk Linda.


“Terima kasih banyak Pak! Saya berharap tidak akan pernah mengecewakan harapan Bapak.“


“Aku percaya, kau pasti bisa membuatku bangga!“


“Kau sudah siap?“ tanya Marco sambil menawarkan lengannya.


“Aku siap!“ kata Linda sambil menggandeng Marco sekaligus Bapak Widyaya untuk mengiringinya.


Semua acara berjalan sukses dan lancar!

__ADS_1


Hanya saja, waktu memberikan pidato, Linda agak gugup pada awalnya tapi pada akhirnya, ia bisa memberi sambutan yang luar biasa dan memukau para undangan yang hadir.


Pada akhir acara, para undangan diperkenankan untuk melihat-lihat berbagai fasilitas yang terdapat dishowroomnya.


Untung saja bagian bridal dan penginapannya sudah dipersiapkan secara matang untuk menyambut tamu-tamu yang ingin melihat-lihat sekaligus melakukan berbagai transaksi.


Linda juga menyambut baik saat para undangan yang ingin melihat hasil karya Linda secara langsung.


Linda langsung meminta kesediaan dari para undangan yang bersedia untuk menjadi modelnya dengan menawarkan voucher menginap di penginapannya sebagai hadiahnya.


Para undangan berebutan mengangkat tangan untuk menyatakan kesediaan mereka.


Linda sengaja memilih seorang wanita yang tampak agak pemalu dan tertutup.


Para undangan sangat menyayangkan model pilihannya tapi itulah tantangan baginya.


Ia meminta model duduk membelakangi para undangan sebelum mengambil gambar aslinya terlebih dahulu.


Dengan lihai tanpa dibantu dengan asisten, karena itu acara dadakan, Linda mulai membersihkan wajah modelnya dan mulai memberi sentuhan pada wajah dan rambut modelnya.


Setelah mengecek beberapa kali Linda tersenyum puas.


Ia tidak sadar video shooting selalu mengambil gambar wajahnya dari dekat.


Setiap perubahan dan kepuasan Linda tampak jelas ditayangkan melalui LCD yang berukuran besar.


Linda memberi kode kepada pengambil gambar untuk menayangkan wajah asli modelnya sambil memberi kelas singkat mengenai kekurangan yang harus ditutupi dan kelebihan yang harus ditonjolkan.


Linda bisa melihat, para undangan khususnya para wanita mendengarkan dengan seksama kelas singkatnya itu.


“Dan tugas saya sebagai perias adalah menutup kekurangan pada wajah dan menonjolkan kelebihan yang dimiliki wajah klien, dan inilah perubahan yang bisa saya tawarkan kepada anda semua untuk menyempurnakan penampilan anda, dihari pernikahan anda!“


Linda langsung mempersilahkan modelnya berdiri dan berbalik menghadap tamu undangan yang hadir.


Linda bisa melihat, betapa kagetnya para tamu undangan yang hadir saat melihat perubahan yang dia buat kepada modelnya.


Linda juga memberikan kode kepada salah satu pegawainya untuk membawakan kaca cermin agar modelnya sendiri bisa melihat hasil karyanya.

__ADS_1


__ADS_2