Kemelut Cinta

Kemelut Cinta
Kemelut Cinta by Lucy Ang bab 17 judul hpnya ditahan Marco!


__ADS_3

Bab 17


Tanpa sengaja Marco melewati ruang kerjanya yang sedikit terbuka.


Ia melihat Linda senyum-senyum sendirian dan merasa bahagia karena sesuatu.


Ia begitu marah saat melihat Linda yang sedang asyik, didepan komputernya.


“Apa yang sedang kau lakukan malam-malam begini?“


“Maaf, aku memakai komputer tanpa seijinmu. Apa kau marah?“ tanya Linda dengan bingung melihat tampang Marco yang terlihat benar-benar gusar ketika melihatnya.


“Apa yang sedang kau kerjakan malam-malam begini?“


“Aku melihat foto-foto yang dikirimkan supplayerku.“


Marco tidak percaya dan melihat sendiri kelayar monitor.


Linda merasa aneh dengan sikap Marco. Memangnya apa yang dia pikirkan!?


“Tapi kau tampak sangat bahagia saat melihatnya! Kukira …“


“Apa?! Aku sedang iseng dengan pria lain?“ sindir Linda sambil tersenyum.


“Kau tahu yang lebih menggodaku?“ tanya Linda sambil membuka filenya. “Ini, lihatlah!“ kata Linda menunjukkan beberapa gaun yang telah jadi.


“Kau bohong!“


“Tidak, aku tidak bohong. Bagiku melihat setiap gaunku yang jadi sesuai dengan detail dan desain yang aku mau itu lebih memuaskan dan membahagiakanku!“ kata Linda sungguh-sungguh.


“Apa menariknya?“ tanya Marco terkesan meremehkan.


“Bagimu mungkin tidak. Tapi bagiku ini adalah suatu seni yang tak ternilai harganya. Sama seperti kau menganggap berharga selembar kertas saham iya ‘kan!?“


“Itukan berbeda. Ini …“


“Sama dan ini jauh lebih menghasilkan dibandingkan saham-sahammu yang bergerak lamban dan hanya menambah beberapa poin dalam satu waktu. Tapi setiap gaun ini, akan menghasilkan banyak uang untuk kita!“ kata Linda dengan mata berbinar.


“Aku tetap tidak percaya!“


“Yah sudah, nanti kita buktikan saja sendiri!“ kata Linda sambil tersenyum dan menghela napas lega.


“Oh, aku sangat senang sekali!“ desah Linda dengan gembira.


Marco tahu, Linda tidak berbohong kepadanya. Semua kebahagiaan yang sekarang ia rasakan memang benar-benar karena gaun-gaunnya itu.


“Seharusnya, kau tidur sekarang.“


“Sebentar lagi,“ sahut Linda.


Dan dalam waktu yang bersamaan ponselnya berbunyi.


Rafael!

__ADS_1


Linda melirik Marco dengan ragu sebelum mengangkat ponselnya.


Dengan cepat Marco mengambil ponsel Linda dan melihat pada layar telepon.


“Kau menunggu telepon darinya, iya ‘kan!?“


“Tidak. Aku juga mana tahu dia meneleponku jam segini. Berikan ponselku, mungkin ada hal penting yang harus dibicarakan Rafael padaku.“


Dengan cepat Marco menekan tombol loadspeaker dan menyuruh Linda untuk menjawab ponselnya didepannya.


Linda merasa kesal, kenapa Marco bersikap seperti itu padanya!


Mungkin karena Marco ingin semuanya berjalan seperti rencana tapi tidak seharusnya juga mesti begini?! Dengan wajah cemberut Linda bicara tanpa memegang ponselnya.


“Yah, Raf ada apa?“


“Kau janji akan meneleponku dan aku menunggu teleponmu dari tadi!“


“Maaf, aku masih bekerja saat ini.“


“Kebiasaan yang buruk kau tahu! Kau harus istirahat sekarang.“


Linda sedikit lega, Rafael tidak tersinggung dengan kejadian tadi siang.


“Iya sebentar lagi juga, aku tidur.“


“Aku berencana mengajakmu makan malam besok. Ada rumah makan yang menurutku sangat enak untuk kita cicipi bersama!“


“Apa kubilang?!“ dari tatapan matanya.


Hanya makan saja apa salahnya? sahut Linda dengan memberikan kode kepada Marco.


Marco memberikan kode tidak boleh kepada Linda dan menyuruhnya menjawab.


“Raf, ada satu hal yang perlu aku katakan padamu.“


“Linda, aku tahu pasti ada yang tidak beres. Kau sepertinya menjauhiku!“


“Itu karena kondisi yang mengharuskan aku seperti ini, untuk tiga bulan mendatang.“


“Apa maksudmu?!“


“Kau ingat syarat utama pencairan investasi bisnisku? Ternyata selain status pernikahanku yang harus ditutupi sementara waktu, aku juga tidak bisa bertemu dengan lawan jenisku sementara ini,“ kata Linda pada akhirnya sambil menatap Marco yang seolah tidak bersalah.


“Mereka tidak berhak melarang aku untuk bertemu denganmu dan katakan padaku, apa kau setuju menjauhiku!?“


“Kurasa, aku tidak bisa menentang hal itu Raf, bagaimanapun juga Marco sudah mempertaruhkan nama baiknya untuk menjaminku, aku harus menghargai dan membantunya sampai tiga bulan mendatang dan dia akan mengatakan yang sebenarnya kepada semuanya.“


“Tapi hal itu menyalahi kontrak Lin dan itu salah! Seharusnya kau memberitahuku dulu mengenai hal ini. Apa yang akan terjadi bila mereka menarik semua dana investasi hanya karena cacat prosedur seperti ini!?“


“Marco sudah menandatangani surat yang menyatakan bahwa ia tahu semua kebenaran statusku dari awal.“


“Tapi itu bukan jaminan! Bagaimana kau bisa begitu tenang menerima keadaan seperti ini!? Lagipula apa hubungannya sampai kau menjaga jarak seperti ini denganku?!“

__ADS_1


“Aku juga tidak tahu, Raf tapi yang jelas selama tiga bulan ini, aku harus menjaga semua kedekatanku dengan setiap pria.“


“Setiap pria?“


“Yah, dan dalam hal ini aku harus menjaga jarak denganmu, selama tiga bulan kedepan.“


“Apa kau gila, Lin!?“


“Jangan marah yah, Raf. Kumohon tapi aku mau, kau mendukung semua usahaku ini.“


“Apa kubilang, seharusnya kau menerima semua investasi yang aku tawarkan tanpa terlibat kerumitan seperti ini! Dan apa yang harus kulakukan bila bertemu denganmu dijalan? Pura-pura tidak kenal!? Itu yang kau mau!?“


Linda tidak tahu harus menjawab apa.


“Sudah batalkan saja semuanya dan kembalilah pulang bersamaku. Kita akan memulai segalanya dari awal …“


“Yah, dalam mimpimu!“ sahut Marco.


Linda menepuk kepalanya sendiri dan melotot kepada Marco.


“Siapa itu!?“


“Siapa lagi?! Yah sudah, jangan pernah berharap bisa mendekati Linda lagi dengan berpura-pura menjadi sahabatnya!“


“Marco, cukup! Raf, aku …“


Sambungan telepon diputus!


“Apa yang kau pikirkan? Kenapa kau melakukan hal ini!?“


“Untuk mempermudahmu. Sudah tidak usah marah-marah seperti itu. Berterimakasihlah padaku karena membuat semuanya mudah bagimu. “


“Marco!“


“Tidur yuk, aku ngantuk!“ kata Marco tanpa merasa bersalah dan tersenyum manis.


“Bagaimana ini!?“ kata Linda sambil mengerang putus asa.


Marco berbalik dan menghampiri Linda lalu mengambil ponselnya.


“Ap … !“


“Aku perlu jaminan, dia tidak mengacaukan segalanya. Aku akan mengganti ponselmu dengan keluaran yang terbaru.“


dan juga nomor yang baru, tambah Marco dalam hati sambil tersenyum.


“Kau tidak bisa melakukan hal ini padaku!“


“Tentu saja bisa,“ kata Marco dengan yakin lalu meninggalkan Linda yang masih tampak kaget dengan tindakannya.


“Mimpi yang indah yah!“ kata Marco sebelum keluar pintu dan mengedipkan matanya dengan jahil kepada Linda.


Linda menghela napas tidak tahu, apa yang harus ia perbuat!

__ADS_1


__ADS_2