
Bab 9
Besok paginya, Linda langsung mencari tahu supplayer yang menyediakan berbagai keperluan yang ia perlukan lewat sopirnya. Namanya Bapak Santoso.
Sebenarnya ia enggan merepotkan Bapak Santoso pagi ini karena ia ingin Bapak Santoso menemani istrinya yang baru saja melahirkan tapi apa daya, ia tidak bisa pergi seorang diri ataupun menggunakan taxi karena ia, belum paham jalan-jalan yang harus dituju.
“Mohon maaf yah Pak, saya akan merepotkan Bapak seharian ini tapi saya berjanji akan segera menyelesaikan semua urusan saya sebelum jam tiga sore agar Bapak bisa menemani istri Bapak.“
“Sudah tugas saya untuk mengantarkan dan menemani Nyonya Besar kemanapun Nyonya mau.“
“Mohon, jangan panggil saya dengan panggilan nyonya besar, panggil Linda saja. Lagipula Bapak jauh lebih tua dari saya!“
“Saya tidak berani Nyonya, mohon maaf.“
Linda menghela napas lalu mengalah. Setelah memastikan sopirnya sudah sarapan, ia langsung mengajak pak Santoso bergegas membawanya ketempat-tempat tujuan yang telah ditentukan.
“Kau sudah akan pergi?“ tanya Marco sambil menguap.
__ADS_1
“Kau belum bersiap?!“ sahut Linda sambil melirik jam yang sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.
“Belum. Kau akan pergi kemana sepagi ini?“ tanya Marco masih mengenakan piayamanya.
“Ini sudah siang, bukan pagi lagi. Aku harus menghubungi bagian supplayer dan memulai pekerjaan.“
“Tunggu aku, aku mau ikut.“
“Untuk apa? Lagipula, apa kau tidak ke kantor hari ini?“
“Aku ingin mengajakmu berkeliling, melihat-lihat keindahan kotaku.“
“Aneh rasanya kau begitu mudah menolak permintaanku. Apa kau tidak berpikir untuk memikirkan perasaanku?“
“Tidak. Sudahlah aku pergi sekarang yah, nanti kesiangan!“ kata Linda langsung melenggang tanpa memperdulikan Marco.
Linda mulai mendatangi satu persatu toko yang direkomendasikan oleh supirnya.
__ADS_1
Setelah menyebutkan apa saja yang dia perlukan dan membuat harga penawaran untuk setiap transaksi akhirnya satu persatu urusannya beres.
Mulai dari pemasangan hiasan gypsum untuk memperindah ruangan, menata lampu dan memesan pendingin ruangan berukuran raksasa dan tidak lupa memesan genset berdaya besar.
Ia juga memesan wall paper motif terbaru untuk melapisi setiap dinding ruangan dan sebelumnya menyuruh tukang untuk mengukur setiap bagian showroomnya.
Sebelum pulang, ia turun ditoko grosir elektronik dan memesan 10 buah LCD keluaran terbaru dan membeli satu set audio system berikut alat musiknya untuk diantarkan ke showroomnya.
Semua pekerjaan tukang, akan mulai dikerjakan besok pagi dan dia sangat kaget saat menyadari hari sudah sore dan sopirnya belum makan, begitu juga dengan dirinya!
“Saya minta maaf yah Pak, seharusnya saya menunda sebagian pekerjaan untuk dikerjakan besok,“ kata Linda merasa bersalah.
“Tidak apa-apa Nyonya, sudah kewajiban saya.“
Sebenarnya Linda ingin mengajak Pak Santoso mencari restoran Jepang. Dia ingin sekali makan mie udon! Tapi mengingat istri Pak Santoso yang lebih membutuhkannya saat ini, ia menahan diri lalu langsung pulang kerumah.
Ia menyuruh Pak Santoso pulang dan memberikan hadiah yang tadi sempat ia beli.
__ADS_1
Pak Santoso tidak percaya mendapatkan majikan yang murah hati. Selain cantik, dia juga sangat ramah dan sopan. Pak Santoso sangat bersyukur dan sempat menolak ketika Linda menyuruhnya pulang. Tapi Linda memaksanya sambil menyondorkan sebuah bungkusan dan menyuruhnya pergi. Pak Santoso benar-benar merasa terharu karenanya.
“Eh, sudah-sudah jangan seperti ini! Saya tidak suka ah,“ Linda menepuk tangan Pak Santoso sambil meninggalkannya.