
Bab 26
Warning adegan 21+
“Marco, …,“ desah Linda begitu menginginkan Marco .
Marco tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi ia juga sangat menginginkan Linda saat ini.
Ia melupakan akal sehatnya dan mencium Linda dibawah pancuran air hangat yang terus menerus membasahi tubuh mereka.
Linda meraba tubuh Marco seperti orang yang akan mati kalau tidak melakukannya.
Ia sangat membutuhkan Marco!
Ia mencium Marco seperti orang kelaparan dan mengerang nikmat saat tubuh Marco mendekat padanya. “Aku sangat menginginkanmu, Marco!“
“Aku juga akan mati kalau tidak menyentuhmu! Linda, Linda, sayangku, manisku!“ erang Marco dengan tidak sabaran.
Mereka saling membantu melepas pakaian masing-masing dan langsung bergelut dibawah pancuran air hangat. “ Kita … harus … ke ranjang,“ erang Marco tidak bisa menahan dirinya.
“Tidak, disini, sekarang juga!“ kata Linda tidak bisa menahan diri lagi.
Marco membaringkan tubuh Linda di lantai kamar mandi yang sudah dibanjiri air hangat.
Linda benar-benar merasa puas ketika Marco memanjakan dirinya dengan lembut. Tapi saat ini dia membutuhkan Marco segera!
Ia memaksa Marco untuk segera menyatu dengannya.
Marco ingin menahan diri agar bisa memberikan Linda kepuasan yang tidak akan pernah Linda lupakan seumur hidupnya tapi ketika Linda menyatukan diri dengannya, ia mengerang karena merasa puas bisa menyatu didalam Linda.
__ADS_1
Mereka bergerak dengan cepat dan memacu diri mereka untuk mencapai kepuasan.
Linda memekik senang saat gelombang kepuasan menerpanya. Ia memeluk tubuh Marco lebih erat sambil merasakan sensasi yang tengah melandanya saat ini.
Marco juga segera memacu dirinya untuk mencapai kepuasan itu dan mengisi Linda dengan bagiannya.
Marco mengerang saat sampai pada tujuannya. Ia berhenti bergerak sebentar dan menikmati kepuasan yang sedang melanda dirinya. Ia bergerak lagi dan mengisi bagian dirinya kepada Linda yang masih enggan bergerak. Marco tertawa melihat Linda yang tampak pasrah dan tampak kelelahan .
Marco mencium Linda lagi.
Linda mengerang dan menjawab keinginan Marco.
Ia masih merasa belum cukup dengan semua yang ia rasakan bersama Marco.
Marco menahan dirinya.
Linda mengerang, putus asa.
Linda mengulurkan tangan untuk meraih Marco mendekat padanya.
Marco tertawa sambil menggeleng dan berjanji akan menjawab kebutuhan Linda secepatnya.
Dengan lembut Marco mengeringkan tubuh dan rambut Linda dengan handuk.
Linda menepis tangan Marco sambil membuang handuk yang digunakan Marco untuk mengeringkan tubuhnya.
“Kau bisa sakit nanti,“ kata Marco sambil membujuk.
“Tidak! Aku akan sakit, kalau kau tidak menyentuhku sekarang!“ erang Linda sambil menarik Marco dan duduk diatas Marco.
__ADS_1
Marco tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi ia senang pada akhirnya Linda membutuhkannya.
Marco benar-benar tidak percaya saat yang telah ia nantikan benar-benar menghampirinya.
Ia menyentuh Linda dengan lembut.
Linda bergerak dengan lembut sambil menikmati sentuhan tangan dan bibir Marco pada tubuhnya.
Ia merasa sangat bergairah dan ingin segera memuaskan dirinya lagi!
Marco berlama-lama memanjakan Linda dan senang Linda menikmati sentuhannya.
Linda hampir berteriak saat berulang kali mencapai kenikmatan bersama Marco. Entah kenapa, dia melupakan segalanya saat ini dan selalu ingin Marco menyentuhnya.
Setiap kali, ia terbangun dan membuka matanya, hasrat itu kembali menyala dan menginginkan Marco.
Linda merasa tidak senang ketika Marco berkata akan segera kembali dan meminjam piyamanya lalu keluar dengan terburu-buru. Linda mengerang sambil menyentuh dirinya sendiri sambil membayangkan Marco sedang menyentuhnya saat ini.
“Linda, kau harus meminum ini.“
“Tidak aku tidak mau, aku tidak mau minum. Aku inginkan kau …,“ kata Linda sambil berusaha menyentuh Marco.
“Setelah kau meminum vitamin ini, sayang. Kumohon minumlah, aku tidak akan kemana-mana dan akan memuaskanmu kapanpun kau inginkan.“
Linda langsung meminum vitamin yang diberikan Marco tanpa banyak bertanya lagi dan meneguk air minum pemberian Marco.
Darmi tersenyum saat melihat Tuan Besarnya keluar dari kamar Nyonya Besarnya dengan terburu-buru. Akhirnya Tuan Besarnya, bisa mendapatkan apa yang menjadi haknya. Ia bingung kenapa pasangan suami istri seperti mereka harus tidur di kamar yang berbeda.
Dia merasa harus membantu majikannya untuk meyatukan perbedaan diantara mereka!
__ADS_1
Sudah seharusnya pasangan suami istri tinggal dalam satu kamar , iya ‘kan!? Darmi merasa sangat senang, obat yang ia masukkan dalam minuman Nyonya Besarnya yang baik hati ternyata bekerja dengan sempurna. Melihat Tuan Besarnya keluar dengan memakai piyama sutera milik Nyonya Besarnya, ia tahu rencananya berjalan sukses! Kini dia bisa beristirahat dengan tenang.