Kemelut Cinta

Kemelut Cinta
Kemelut Cinta by Lucy Ang bab 23 judul berita pernikahan palsunya terkuak!


__ADS_3

Bab 23


Linda menghela napas sambil menatap Bapak Widyaya dari kejauhan.


“Baiklah, nanti akan kubantu bicara padanya!”


“Benar?! Aduh, terima kasih sekali. Kau sungguh baik!“


“Itu bukan tanda terima kasih yang tulus bagiku!“ goda Marco lagi dengan jahil.


“Apa maksudmu?“


Marco menepuk-nepuk pipi dan menyondorkannya kearah Linda.


“Ngeres, itu namanya!“ kata Linda sambil mengacuhkan Marco dan permisi untuk menyapa tamu undangan yang lain.


Marco terkejut saat ayahnya menegurnya.


Ia terlalu asyik memperhatikan Linda yang sangat luwes menyapa tamu-tamunya.


“Papa sangat setuju dengan pilihanmu.“


“Apa maksud Papa?“ tanya Marco pura-pura tidak mengerti namun tidak mengalihkan pandangannya dari Linda.


“Apa kau merasa, Papamu ini buta dan tuli!? Aku dengar kalian sudah menikah?“


“Itu … !“ Marco tidak tahu harus berkata apa.


“Papa sangat sedih, kau merahasiakan hal ini, dari Papa.“


“Pa …,“


“Bawalah dia kerumah secara benar, itu kalau kau masih menganggapku sebagai orang tuamu.“

__ADS_1


“Tapi kami tidak sungguh-sungguh menikah,“ bisik Marco pelan.


“Apa maksudmu itu!? Kau kira pernikahan bisa main-main! Kalian anak muda sungguh …!“


“Kecilkan suara Papa!“ kata Marco dengan suara tertahan.


“Kau harus benar-benar menjelaskan semuanya padaku! Dan Linda juga harus ikut bersamamu nanti.“


“Tapi Linda …“


“Tidak ada alasan! Malam ini, aku akan menunggu kalian.“


Linda merasa penasaran melihat Marco dan Bapak Widyaya yang tampak membicarakan sesuatu mengenai dirinya karena berulang kali mereka selalu meliriknya dengan tatapan yang aneh apalagi Bapak Widyaya tampak sangat marah mengenai sesuatu yang berkaitan dengannya.


Linda terhenyak!


Apa statusnya sudah terbongkar?!


Apa yang harus ia lakukan!


“Apa?! Oh, sangat sempurna. Kau ingin mencobanya?“


Linda segera memanggilkan karyawannya untuk membantu Morgan mencoba gaun pengantin pilihannya.


Dan ketika Marco berjalan mendekatinya, ia langsung menghampirinya.


“Ada masalah apa?“


“Aku bingung mengatakannya padamu, itu …“


“Apa tentang statusku?“ tanya Linda sambil berbisik.


“Sebenarnya bukan itu, tapi Papa mendengar berita pernikahan kita.“

__ADS_1


“Maaf, apa benar kalian sudah benar-benar menikah?! Aku sudah mendengarnya tapi kukira berita itu hanya rumor saja! Selamat yah Linda, Marco!“ kata salah satu tamu undangan yang tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka.


Linda merasa ingin pingsan ketika tamu undangan itu mulai memberitahu tentang pernikahan bohongan mereka kepada tamu yang lain dan mulai memberi selamat pada mereka dan juga Bapak Widyaya.


Marco dan Linda tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyangkal semua berita yang telah tersebar itu!


Bagaimana dia bisa mengatakan yang sebenarnya tanpa merusak nama baik Pak Widyaya!?


Puluhan wartawan undangan segera berebutan meminta Marco dan Linda merapat agar bisa difoto.


Linda benar-benar bingung dan tidak tahu harus berkata apa!


Kilatan lampu blitz tampak terlihat seperti lampu disco yang benar-benar menyilaukan mata.


Rasanya ia akan jatuh pingsan karenanya!


Linda memandang dan berharap agar Marco mencarikan jalan keluar atas situasi yang sedang mereka hadapi.


Marco memandangi Linda sambil berharap Linda tidak mengatakan apapun juga saat itu juga.


Mereka saling bertatapan dan saling menguatkan satu sama lain agar bisa segera keluar dari situasi yang membelit mereka.


Akhirnya, Linda memutuskan untuk mempercayakan acara selanjutnya kepada para karyawannya.


Ia tidak sanggup berada dishowroomnya lagi dan menerima ucapan selamat yang tidak pernah berhenti.


Ia hanya tersenyum kecut saat semua karyawannya dengan tulus mengucapkan selamat atas pernikahannya dengan Marco.


Dia tidak sanggup kalau harus menghadapi Bapak Widyaya malam ini! Apa yang akan dia katakan!? Dia tidak tahu lagi.


Kalau saja Marco tidak menyanggah tubuhnya, pasti ia telah jatuh pingsan karena semua tekanan yang ia alami saat ini.


Ketika Bapak Widyaya menghadang jalan mereka, Marco berkata cepat.

__ADS_1


“Kami tidak bisa kesana, malam ini Papa, Linda masih belum siap menerima semua ini.“


Linda tidak sanggup tersenyum ataupun mengatakan apapun kepada Bapak Widyaya, ia hanya tertunduk dan berusaha menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Marco lalu berjalan masuk kedalam mobilnya.


__ADS_2