
Bab 24
“Apa yang harus kita lakukan?“ tanya Linda dengan lemas setelah masuk kedalam mobil.
“Aku juga benar-benar tidak tahu, Lin.“
“Seharusnya kita menjelaskan segalanya tadi,“ kata Linda dengan pelan.
“Apa menurutmu begitu?“ tanya Marco benar-benar tidak yakin dengan perkataan Linda.
“Itu juga yang membuatku diam dan tidak menjelaskan apapun. Ada ayahmu yang dilibatkan secara tidak langsung disini. Ini akan menjadi salah satu skandal yang secara tidak langsung bisa mencoreng nama baik ayahmu!“
Linda mengerang putus asa sambil memejamkan mata.
Marco menyentuh tangan Linda bermaksud untuk memberi kekuatan.
Linda langsung menghindari sentuhan tangan Marco.
“Jangan! Aku hanya perlu waktu sendirian sekarang dan memikirkan semuanya ini dengan seksama.“
Linda langsung turun dari mobil saat tiba dirumah.
Sepanjang malam, Linda begitu gelisah. Ia tidak bisa tidur!
Ia sangat membutuhkan tidur dan bangun dengan pemikiran yang lebih tenang tapi sayangnya, ia tetap belum bisa tidur!
Linda merasa ingin marah dan berteriak kencang-kencang, kalau saja hal itu bisa membawanya lebih tenang tapi ia tahu semuanya itu tidak akan membawa dampak apa-apa kepadanya. Mengganggu orang rumahnya malah iya!
Karena belum juga bisa tidur, akhirnya Linda memutuskan untuk keluar dan berjalan-jalan sebentar.
Keadaan rumahnya hening karena semua penghuni sudah tidur semua.
Ia kaget saat menyiapkan jeruk hangat untuknya, Darmi salah satu pelayannya menyapanya dari belakang karena terkejut, gelas yang ia pegang jatuh dan pecah.
Linda menahan pekikan kagetnya.
Darmi langsung minta maaf dan langsung membereskan pecahan gelas Linda.
Linda benar-benar berada diujung garis emosinya. Tapi untunglah ia berhasil menenangkan diri.
__ADS_1
“Kenapa kau belum tidur?“
“Tuan meminta saya mengambilkan anggur digudang.“
“Marco belum tidur?“
“Belum. Saat ini, Tuan sedang duduk dikolam renang. Dia tampak gelisah sama seperti Nyonya.“
Linda tersenyum geli mendengar kata-kata Darmi.
“Oh, yah?”
Linda mengambil gelas baru dan mengambil jeruk dari kulkas.
“Biar saya saja Nyonya!“
“Tidak usah, saya bisa sendiri kok. Lagipula sudah terlalu malam, kau juga perlu istirahat setelah seharian bekerja.“
“Ijinkan saya melakukannya, Nyonya. Saya ingin membantu Nyonya sedikit. Bagaimanapun, Nyonya sudah begitu baik kepada kami,“ kata Darmi dengan mata berkaca-kaca.
“Hei, kenapa begini?! Sudah-sudah jangan seperti ini.“
Linda menghela napas sambil menepuk tangan Darmi dengan lembut.
Darmi mengangguk sambil menghapus air matanya sambil tersenyum.
“Baiklah, kalau begitu.“
“Saya akan membawakan jeruk hangat Nyonya ke kolam renang.“
“Aku …“
Linda ingin meminta Darmi membawakannya kehalaman belakang.
Ia enggan bertemu dengan Marco saat ini.
“Tuan sangat sedih. Saya takut, dia akan meminum banyak anggur tanpa bisa dihentikan. Kalau Nyonya menemaninya pasti Tuan akan merasa lebih baik!“
Dan apa yang bisa dia lakukan!? erang Linda dalam hati.
__ADS_1
“Baiklah,“ katanya pada akhirnya.
Linda berjalan pelan menyusuri ruang teater dan masuk ke halaman samping.
Marco sedang memandangi gelembung-gelembung kecil yang sedang naik kepermukaan gelasnya.
“Darmi bilang kau ada disini.“
Marco hanya tersenyum kecut sambil menyesap anggurnya.
“Kau baik-baik saja?“ tanya Linda ragu.
“Aku yang mengacaukan segalanya,“ sahut Marco lemah dan meneguk anggurnya hingga langsung habis.
“Tidak, semua ini karenaku. Kalau saja aku bisa menahan keinginanku untuk pergi sendirian dan bertemu dengan pria nekat itu mungkin semuanya akan berjalan seperti yang sudah aku rencanakan sebelumnya.“
Marco tertawa kecil sambil menuangkan minumannya lagi dan menawarkannya kepada Linda.
Linda menggeleng.
“Aku sudah meminta Darmi membuatkanku jeruk hangat.“
“Aku tidak bisa tidur.“
“Aku juga.“
Linda memandangi pantulan cahaya bulan dari kolam.
“Begitu tenang melihat semua ini,“ desah Linda sambil menikmati pemandangan didepannya.
Darmi membawakan jeruk hangat yang diminta Linda.
Linda mengucapkan terima kasih sebelum Darmi permisi untuk istirahat.
Pelan-pelan Linda menyesap jeruk hangatnya dan merasa jeruk hangat buatan Darmi sungguh sangat lezat.
Marco tertawa melihat Linda.
“Harusnya kau menyuruh Darmi membuatkannya se-picther!“
__ADS_1
“Dan sakit perut besok pagi, sungguh tidak lucu!“
Senyuman dibibir Linda perlahan menghilang dan berubah menjadi kerutan.