Kemelut Cinta

Kemelut Cinta
Kemelut Cinta by Lucy Ang bab 41 judul jangan ambil bayiku!


__ADS_3

Bab 41


“Bapak Marco?“ tanya Dokter Veni memastikan.


“Benar. Siapa ini?“


“Saya Dokter Veni, saya adalah dokter kandungan istri anda.“


“Ada masalah dengan kehamilan istri saya, dokter?“ tanya Marco merasa cemas sambil menghentikan pegawai yang hendak menyampaikan laporan.


“Sebenarnya anda harus segera bicara kepada istri anda. Perkembangan janinnya tidak baik dan tidak dalam kondisi yang baik untuk dipertahankan.“


“Apa maksud anda, istri saya keguguran?“


“Istri anda mengalami pendarahan yang hebat dan kami tidak bisa menghentikannya. Beliau harus segera dioperasi atau kondisi ini bisa membahayakan jiwanya.“


“Yah, Tuhan!“


“Saya sangat menyesal, tapi kondisi Ibu Linda tidak memungkinkan untuk mempertahankan bayinya. Satu-satunya jalan hanya dengan operasi.“


“Lakukanlah apa yang menurut anda benar, Dokter.“


“Tapi Nyonya Linda menolak tegas hal itu. Dalam kondisi yang lemah ia memaksa keluar rumah sakit. Saya merasa khawatir dengan kondisinya saat ini.“


“Saya akan kembali sekarang juga!“


Marco mencari Linda dirumah tapi tidak menemukannya.


Satu-satunya tempat yang harus ia kunjungi adalah showroomnya.


Ketika Marco sampai ke showroom Linda para karyawannya segera memberitahukan kondisi Linda dan mereka sangat mencemaskan keadaan atasannya itu.


Marco lalu meminta kunci cadangan kamar Linda kepada karyawannya dan sangat kaget saat melihat keadaan Linda yang sedang meringkuk lemas diranjangnya.


“Linda!“


Marco benar-benar merasa takut melihat keadaan Linda.

__ADS_1


“Kau harus kerumah sakit sekarang! Aku akan membawamu …“


“Jangan, aku sudah lebih baik, aku hanya perlu tidur sebentar,“ kata Linda tidak sanggup untuk tersenyum dan menenangkan Marco yang benar-benar terlihat mencemaskan keadaannya.


“Tidak, kau harus kerumah sakit dan segera mendapatkan pertolongan!“


Dengan lemas, Linda menggenggam tangan Marco lalu menggeleng.


“Tidak, aku tidak mau.“


“Kau harus mendapatkan pertolongan, Lin!“ kata Marco tidak dapat menahan air matanya.


“Aku sudah mendapatkannya. Dari Tuhan, dan aku yakin bayiku juga akan bertahan bersamaku.“


“Jangan seperti ini Lin, Dokter Veni …“


“Marco, aku mengantuk. Aku ingin istirahat,“ kata Linda dengan lemas sebelum merasa jiwanya melayang meninggalkan tubuhnya.


Ia bisa melihat tubuhnya diguncang Marco tapi ia tetap tidak terbangun.


Ranjangnya basah dengan darah!


Marco buru-buru mengangkat tubuh Linda dan melarikannya ke rumah sakit terdekat.


Linda merasa seperti tersedot masuk kembali kedalam tubuhnya lalu ia mengerang karena merasa membutuhkan oksigen sebanyak-banyaknya untuk memenuhi paru-parunya.


Marco segera memanggilkan dokter ketika tubuh Linda mendapatkan reaksi atas obat pemicu yang diberikan dokter sebagai pertolongan terakhir.


Dokter segera memeriksa keadaan Linda kemudian mengajak Marco bicara diluar ruangan.


“Kita harus segera mengoperasinya.“


“Baik, lakukanlah!“


Meskipun dalam keadaan lemas, Linda tahu apa yang akan dokter lakukan pada janinnya.


Ia ketakutan saat suster mulai menggantikan pakaiannya dengan pakaian operasi.

__ADS_1


Ia menggeleng berulang kali dan menepis tindakan suster padanya!


Marco mencoba menenangkan Linda yang terus berusaha meronta dan berusaha turun dari ranjang dorong meskipun keadaannya sudah sangat lemah.


“Jangan! Aku tidak mau dioperasi! Jangan ambil bayiku! Aku tidak mau!“ teriak Linda sekuat tenaga.


Dokter jaga menjadi ragu melihat kondisi mental Linda yang sedang tegang saat ini.


Operasi tidak bisa dilakukan dibawah sadar karena hal itu dapat membahayakan jiwa pasien.


Ia menatap Marco sambil meminta suster membawakan surat pernyataan untuk ditandatangani Marco sebagai suaminya.


“Kalau kalian sampai mengoperasiku tanpa persetujuan dariku, aku pastikan, aku akan menjadi mimpi buruk bagi rumah sakit ini! Aku akan menuntut kalian satu-persatu bila sampai mengambil anak ini dariku!“ kata Linda dengan segenap kekuatannya.


“Nyonya, kami hanya berusaha untuk menyelamatkan jiwamu! Saat ini kondisi bayimu tidak memungkinkan untuk diselamatkan.“


“Jangan …, bicara lagi…!“ kata Linda dengan susah payah.


“Sekarang kembalikan aku ke kamar. Aku mau pulang!“


“Tapi Nyonya, saat ini jiwamu dalam bahaya bila operasi tidak segera dilakukan!“


“Sudah kubilang, aku tidak mau operasi!“


“Linda, mengertilah …,“ kata Marco sambil menangis.


Dia merasa sangat takut kehilangan Linda.


Linda menatap Marco sambil berusaha menyentuh wajah Marco.


Marco menangkap tangan Linda dan membawanya menyentuh wajahnya.


“Aku akan hidup dan akan baik-baik saja, hanya bawa aku pergi dari sini. Aku berjanji akan tetap hidup Marco, hanya saja…,“


Linda menangis,


“jangan biarkan mereka mengambil anak kita,“ ratap Linda dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


Dada Marco sesak mendengar permintaan Linda.


__ADS_2