
Bab 27
Linda merasa seluruh tubuhnya pegal-pegal tapi ia merasakan kelegaan yang luar biasa.
Jiwanya masih melayang-layang karena memimpikan hal yang aneh tapi menegangkan.
Ia tidak percaya kenapa bisa memimpikan hal aneh seperti itu!?
Ia menggeliat malas kemudian baru menyadari, kalau ia tidur dalam keadaan telanjang dan sebuah tangan kokoh tengah melingkar dipinggangnya sekarang ini.
Dia memutar tubuhnya dengan hati-hati.
Ia kaget saat melihat Marco sedang tertidur menghadapnya. Matanya melihat dada Marco yang telanjang.
Apa ini mimpi? tanya Linda tidak mengerti dalam hati.
Dengan perlahan ia mencubit pipinya sendiri.
Ini bukan mimpi!
Linda merasa sangat terkejut sampai tidak bisa berkata apa-apa. Apa yang sebenarnya terjadi?!
Marco sangat bahagia saat terbangun dan melihat Linda yang saat ini sedang memandanginya. Marco tersenyum.
“Selamat pagi, sayang!“ sapa Marco dengan mesra.
Linda menepis tangan Marco.
“Marco, kenapa kau bisa berada diranjangku?“ tanya Linda dengan ragu.
Ia takut kalau sampai semua ini adalah kenyataan.
Apa yang sebenarnya telah terjadi!? pekiknya dalam hati, ia berharap semua ini, hanya mimpi buruk!
“Kau bertanya padaku, setelah apa yang telah kita lakukan sepanjang malam?“ tanya Marco sambil menatap Linda dengan mesra.
“Apa yang telah terjadi semalam?“ tanya Linda dengan penuh ketakutan.
__ADS_1
Ia mencoba menyangkal setiap kenyataan yang disondorkan pikirannya dalam hati.
“Kau begitu bergairah sampai-sampai aku kewalahan memenuhi permintaanmu, kau tidak ingat? Yah, meskipun begitu aku tidak keberatan dengan semuanya itu,“ kata Marco sambil tersenyum dan dengan mesra mencoba menyentuh Linda.
“Jangan coba-coba menyentuhku!“ kata Linda dengan tegas.
Ia buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan menjauhi Marco dengan ketakutan.
“Linda?“
“Marco kumohon, tinggalkan aku sendirian. Aku perlu waktu untuk mengingat semua yang telah terjadi antara kita. Tubuhku rasanya sakit-sakit semua!“
“Setelah apa yang terjadi antara kita semalam kurasa hal itu wajar,“ kata Marco merasa tersinggung dengan sikap Linda.
Ia bingung kenapa Linda tidak ingat dengan apa yang telah mereka lakukan semalam!
“Katakan kau sedang bercanda sekarang!?“
“Yah Tuhan Marco, kurasa aku telah melakukan kesalahan besar dalam hidupku!“
“Aku tidak tahu. Marco, kumohon tinggalkan aku sendiri, aku perlu berpikir jernih.“
“Tentu, kenapa tidak?! Dan semoga kau bisa menyadari betapa kau benar-benar membuatku gila dengan sikap konyolmu ini!“ kata Marco dengan pedas.
Ia sedikit bingung karena pakaiannya masih basah lalu ia mengambil cadangan handuk didekat wastafel dan memakainya sambil menatap Linda berharap Linda menghentikannya.
Tapi tidak, Linda sama sekali tidak menghentikannya!
Marco merasa bingung dan marah lalu keluar dari kamar Linda.
Tubuh Linda langsung terjatuh lemas saat pintu kamarnya sudah ditutup dengan keras.
Ia benar-benar tidak tahu, kenapa dia bisa melakukan hal yang tidak boleh dilakukan selain dengan suaminya sendiri!?
Perlahan-lahan, memorinya mulai kembali dan mengingatkan satu-persatu apa yang telah terjadi antara Marco dan dirinya.
“Yah, Tuhan! Kenapa aku melakukan hal ini!“
__ADS_1
Linda benar-benar menyesali diri dan tidak mengerti, mengapa ia sama sekali tidak bisa berpikir jernih semalam. Apa dia sudah gila!? teriaknya dalam hati.
Linda tidak tahu, apa yang harus ia lakukan saat ini.
Ia sudah bersiap untuk ke showroomnya tapi ia merasa bingung dan kikuk, bagaimana ia harus menghadapi Marco untuk selanjutnya!?
Lagi-lagi, ia menyalahkan diri.
Jelas-jelas tadi malam, dia yang merayu Marco untuk bercinta dengannya!
Linda mengerang keras-keras sama sekali tidak bisa mengerti dirinya.
Tapi ia tidak bisa menunda-nunda kepergiannya lagi.
Sisca sudah menghubunginya tadi karena banyak penawaran dan tamu yang sudah berdatangan ke showroomnya sedari pagi. Menunda-nunda keluar dari kamarnya merupakan kesalahan yang sangat tidak professional dan kalau dia sampai bertemu dengan Marco, apa boleh buat mereka memang harus bicara dan menegaskan kejadian semalam merupakan sebuah kesalahan besar yang tidak patut dibahas atau diingat-ingat lagi.
Linda mencoba menenangkan diri lalu mengerang lagi. Apa yang akan ia katakan pada Daniel!? Seumur hidupnya akan merasa sangat bersalah kalau harus menutupi hal ini darinya? Dan …, Linda mengingat lagi, lalu menutup mulutnya.
Marco sama sekali tidak mengenakan pelindung! Itu artinya ada kemungkinan dirinya bisa hamil dan …!
Linda menolak semua pemikirannya. Tidak mungkin! Linda mengerang lalu keluar dari dalam kamarnya dengan hati-hati.
“Selamat pagi, Nyonya! Tidur Nyonya nyenyak semalam?“ sapa Darmi dengan ceria.
Untuk sesaat Linda merasa wajahnya memerah lalu mendehem kuat-kuat. “Pagi,…emm…?“
Linda bingung bagaimana mengatakan hal yang ingin ditanyakannya kepada Darmi.
Dengan gelisah, ia hanya mencari-cari bayangan Marco, berharap Marco sudah berangkat kekantor.
“Tuan masih tidur dikamarnya.“
“Yah, … aku akan sarapan di kantor. Sudah kesiangan!“
“Tidak menunggu Tuan dulu, Nyonya?“ tanya Darmi dengan bingung.
“Tidak sempat. Aku pergi dulu yah,“ kata Linda cepat-cepat melarikan diri apalagi saat melewati pintu kamar Marco dan bergegas mencari sopirnya.
__ADS_1